Home / Nasional

Jumat, 11 September 2020 - 16:16 WIB

Agusrin Dijegal?

Tim : Agusrin Dizholimi! Rakyat akan Terus Lakukan Perlawanan

Bengkulu RI MEDIA – Tim Agusrin-Imron kembali membantah isu berkembang tentang status hukum Bakal Calon Gubernur Bengkulu Agusrin M Najamudin, Jumat (11/9/20). Kali ini tim Agusrin-Imron semakin kompak dengan mengundang beberapa Media Online/Cetak, Daerah dan Nasional.

Hal ini dilakukan untuk mengklarifikasi serta menghimbau para pendukung dan tim untuk tidak terpengaruh dengan isu tersebut. Tim Agusrin-Imron memastikan bahwa Agusrin-Imron lolos dan maju sebagai salah satu Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu 2020.

“Kita memang merasakan bahwa ada intervensi-intervensi politik atau langkah-langkah politik yang dilakukan oleh pihak tertentu, agar Bapak Agusrin tidak bisa maju,” jelas Medio juru bicara tim Agusrin-Imron.

Baca Juga  Dialog KNPI, Pedagang Wisata Danau Dendam Teken Ikrar dan Berikan Apresiasi

Menyikapi hal tersebut, Medio justru mengajak untuk bertarung dengan ide, gagasan dan program-program. Medio menghimbau untuk tidak berpikir bagaimana menjatuhkan lawan, dengan isu yang tidak baik, memojokkan lawan dengan narasi-narasi yang tidak bisa dipertanggung jawabkan.

“Ada skenario besar/settingan untuk menjegal Pak Agusrin, banyak pihak yg tidak senang kalau Pak Agusrin jadi Gubernur lagi. Karena rakyat masih banyak yang cinta dan berharap Agusrin dengan karya nyatanya, bukan retorika atau janji-janji belaka,” jelas Medio.

Baca Juga  BUMN Minta Disuntik PMN, Sultan: Jika Tak Mampu Serahkan ke Swasta¬†

Medio juga menjelaskan bahwa isu Mantan Narapidana tidak laku dan tidak berpengaruh lagi. Oleh karena itu, pihak-pihak tertentu mulai bermain dan mencari jalan agar Bapak Agusrin terjegal.

“Makin didzolimi, Insha Allah rakyat akan makin militan dan semangat untuk berjuang memenangkan Agusrin-Imron, karena hanya Agusrin saat ini yg bisa diharapkan dapat membangun Provinsi Bengkulu,” tutup Medio.

Salah satu tim hukum Tim Agusrin-Imron juga menambahkan, bahwa isu yang disebarkan adalah tentang jeda waktu 5 tahun Mantan Napi untuk bisa mencalonkan diri menjadi Kepala Daerah.

Baca Juga  Pemprov Bengkulu Bersama Forkopimda Provinsi Terus Genjot Vaksinasi Massal COVID-19

“Dokumen yang kami lampirkan adalah surat dari Bapas yang menerangkan bahwa Bapak Agusrin bebas pada tahun 2014. Berarti, terhitung sampai 2020 sudah lebih dari cukup atau lewat dari 5 tahun jeda waktu,” jelas Rozian Novrizal.

“Dan isu yang sekarang beredar, keluar surat Bapas yang menyatakan Bapak Agusrin bebas tahun 2016, yang belum bisa diverifikasi keasliannya. Dan kami siap menempuh jalur hukum baik dari tim hukum lokal dan nasional,” tutup Rozian. (okt)

Share :

Baca Juga

DPD RI

Atasi Kelangkaan BBM, DPD RI Pertemukan Pemprov Bengkulu- Kementerian ESDM

DPD RI

Komite I DPD RI Segera Tindaklanjuti Konflik Masyarkat dengan PT Sentul City Tbk

Nasional

Puasa Tapi Tak Jalankan Shalat Wajib? Ustadz Maulana dan Buya Syafi’i Menjawab

Nasional

Hari ini, Vaksinasi untuk Pelajar Dimulai

DPD RI

Moratorium Sawit Berakhir, Waket DPD RI Dorong Pemerintah Kembangkan Intensifikasi Sawit

Nasional

Rohidin: Tidak Hanya Fokus Sektor Kesehatan, Sektor Ekonomi Juga Perlu Perhatian

Nasional

PT BMQ Menang PK, Karyawan yang Dirumahkan akan Dipanggil dan Dipekerjakan Kembali

Nasional

Pasca Banjir Bandang di Empat Lawang, Gubernur Langsung Salurkan Bantuan