Home / Literasi & Opini

Sabtu, 8 Mei 2021 - 20:32 WIB

Analisis Keberadaan Pertambangan Batu Bara di Provinsi Bengkulu Ditinjau dari Persfektif Pendapatan Asli Daerah Versus Pencemaran Lingkungan

Oleh : Rike Putri Anggraini

IAIN Bengkulu Prodi HTN Fakultas Syariah

Perusahaan PT Firman Ketaun merupakan sebuah perusahaan swasta yang bergerak di bidang pertambangan batu bara dan memiliki kuasa pertambangan seluas 1259,6 ha. Perusahaan pertambangan batubara PT Firman Ketaun merupakan salah satu perusahaan yang tergabung dalam PT Wijaya Kusuma Group. PT Firman Ketaun mendapatkan kuasa untuk melakukan operasi penambangan, pengangkutan, pemasaran dan pengapalan batu bara yang berasal dari lokasi penambangan.

Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) produksi PT Firman Ketaun KW P00163 dengan luas wilayah 959.5 ha. dan KW 96p0204 dengan luas wilayah 300 ha. Di Desa Tanjung Dalam Kecamatan Ulok Kupai Kabupaten Bengkulu Utara, PT Firman Ketaun mempunyai 3 Divisi yaitu Divisi Operasional, Divisi Perencanaan dan Divisi Pemasaran. Tugas dan tanggung jawab Divisi Perencanaan tetap dipegang oleh PT Firman Ketaun. Tugas dan tanggung jawab Divisi Pemasaran diberikan kepada PT Titan Wijaya. Tugas dan tanggung jawab Divisi Operasional diserahkan kepada PT Firman Ketaun Divisi Operasional (dulu PT Bina Bara Sejahtera).

Tingkat pendidikan pekerja PT Firman Ketaun Divisi Operasional dari persentase paling besar adalah pekerja berpendidikan SMA dan persentase paling kecil adalah pekerja berpendidikan Diploma 3. Sesuai dengan pendapat Notoatmodjo (2010), pendididikan akan mempengaruhi kognitif seseorang dalam peningkatan pengetahuan, akan tetapi pengetahuan sebenarnya tidak terbentuk hanya dari pendidikan, tetapi bidang lainnya yang akan juga mempengaruhi pengetahuan seseorang misalnya pengalaman, informasi, kepribadian dan lainnya.

Baca Juga  Gubernur Bengkulu Siap Bersinergi Bersama Kepala BNNP yang Baru

Interval pendapatan pekerja PT Firman Ketaun Divisi Operasional mulai dari Rp. 85.000/bulan hingga Rp. 9.502.532/bulan. Pekerja dengan jabatan/kedudukan terbesar di perusahaan pertambangan PT Firman Ketaun Divisi Operasional adalah Operator Articullated sebanyak 37 pekerja (31%) pada bidang penambangan. Jumlah pekerja dengan jabatan paling sedikit adalah pengawas kantor, pengawas bengkel, personalia , administrasi , petugas kesehatan , pengemudi Mercedes Benz, pengemudi Strada, Operator Motor Grader, petugas kebersihan, layanan pengemudi layanan, Pengemudi Tengki Bahan bakar dan Tukang masing-masing memiliki 1 pekerja (1%).

Faktor utama yang mempengaruhi persepsi pekerja terhadap kondisi sosial ekonomi tambang batu bara PT Firman Ketaun Divisi Operasional adalah bidang pekerjaan, status pekerja dan lokasi pekerja. Pada bidang pekerjaan perbengkelan dan penambangan jumlah pendapatan lebih besar dari pada bidang pekerjaan di bidang perkantoran, hal ini disebabkan oleh adanya bonus tambahan apabila pekerja di bidang penambangan dan perbengkelan mencapai target produksi 180.00/ton/bulan. Begitu juga status pekerja, status pekerja tetap mempunyai gaji pokok sebesar Rp. 1.918.135 dan status pekerja kontrak mempunyai gaji pokok sebesar Rp.1.898.741. Gaji pokok tersebut sesuai dengan keputusan Gubernur Bengkulu nomor 6.407. Disnaker tahun 2017 tentang Upah Minimum Provinsi Bengkulu tahun 2018 yaitu sebesar Rp. 1.888.741 (Satu juta delapan ratus delapan puluh delapan tujuh ratus empat puluh satu). Upah minimum adalah upah bulanan terendah yang terdiri atas upah pokok termasuk tunjangan tetap yang ditetapkan oleh gubernur sebagai jaring pengaman. Berbeda dengan hasil survey Mercer Indonesia yang dimuat dalam majalah SWA 17 I XXXIII 18-3 Agustus 2016 bahwa gaji pokok entry level/bulan di perusahaan pertambangan adalah Rp. 6.283.666/bulan sampai dengan Rp. 11.379.166/bulan. Mercer Indonesia merupakan perusahaan konsultasi dan riset sumber daya manusia, melakukan survey seputaran gaji di Indonesia.

Baca Juga  Jelang Lebaran, Tropical Flower Rilis “Antara Bandung dan Bengkulu”

Keberadaan pertambangan batu bara PT Firman Ketaun Divisi Operasional mempengaruhi kondisi sosial pekerja. Pengaruh kondisi sosial tersebut disebabkan oleh lokasi bekerja. Pada bidang pekerjaan perbengkelan dan penambangan kondisi lokasi bekerja berada di luar ruangan, secara langsung terkontaminasi oleh debu batu bara, cahaya panas matahari, bahan kimia, pencahayaan, air asam tambang dan kebisingan. Hasil dari peneliti rata-rata persentase indeks dampak pertambangan batu bara mempengaruhi kondisi kesehatan pekerja sebesar 68% yang artinya bahwa seluruh pekerja tambang PT Firman Ketaun Divisi Operasional menyatakan setuju keberadaan pertambangan batu bara mempengaruhi kondisi kesehatan (terdapat gejala penyakit serius seperti kulit gatal-gatal dan kemerahan, nafas berbunyi, pipi tampak kemerahan, dan mengalami sakit kepala). Rata-rata penilaian persepsi pekerja terhadap kondisi ekonomi pekerja tambang batubara PT Firman Ketaun Divisi Operasional sebesar 84% yang menerangkan bahwa seluruh pekerja tambang PT Firman Ketaun Divisi Operasional menyatakan sangat setuju bahwa keberadaan pertambangan batu bara mempengaruhi kondisi ekonomi. Rata-rata penilaian persepsi pekerja terhadap kondisi sosial pekerja tambang batubara PT Firman Ketaun Divisi Operasional sebesar 76,47% yang menerangkan bahwa seluruh pekerja tambang PT. Firman Ketaun Divisi Operasional menyatakan setuju bahwa keberadaan pertambangan batu bara mempengaruhi kondisi sosial.

Baca Juga  Pulihkan Mangrove, Pulihkan Bengkulu

Kesimpulan

Tiga faktor utama dalam mempengaruhi persepsi pekerja terhadap kondisi sosial ekonomi pekerja tambang PT Firman Ketaun Divisi Operasional :

  1. Bidang pekerjaan (perkantoran, penambangan dan perbengkelan).
  1. Status pekerja (tetap, kontrak dan harian).
  2. Lokasi bekerja (dalam ruangan, di tambang dan di bengkel). Rata-rata penilaian persepsi pekerja terhadap kondisi ekonomi pekerja tambang PT Firman Ketaun Divisi Operasional sebesar 84% dan rata-rata persepsi pekerja terhadap Kondisi sosial pekerja tambang PT Firman Ketaun Divisi Operasional sebesar 76,47%.

Share :

Baca Juga

Literasi & Opini

Rossi Lebih dari Sekedar Legenda Moto GP

Bengkulu

UU Minerba yang Mengamputasi Hak Veto Rakyat dan Alam

Bengkulu

Pulihkan Mangrove, Pulihkan Bengkulu

Bengkulu

Panas Tapi Memikat

Literasi & Opini

Perlukah Pilkades Masuk di Rezim Pemilu?

Bengkulu

Maradona, Cinta dan Nasionalisme

Bengkulu

Kritik Rancangan Peraturan Daerah Kepemudaan di Kabupaten Kepahiang

Literasi & Opini

Enam Media Digugat Rp 1T

Bengkulu

Beran, Pengrajin “Bubu” Ikan dari Bengkulu Selatan

Literasi & Opini

Rossi Lebih dari Sekedar Legenda Moto GP

Bengkulu

Seperti Bola : Akan Ditendang oleh KPU atau Bawaslu ???

Literasi & Opini

Memperbaiki Marwah Organisasi Masyarakat Sipil dan Menegur LSM, Oknum “Lembaga Suka Meras”

Bengkulu

Kritik Rancangan Peraturan Daerah Kepemudaan di Kabupaten Kepahiang

Bengkulu

Letusan Bisul di KPK