Home / Literasi & Opini / Provinsi Bengkulu

Selasa, 9 November 2021 - 16:53 WIB

Beran, Pengrajin “Bubu” Ikan dari Bengkulu Selatan

BengkuluBubu adalah alat perangkap ikan yang dibuat dari bahan dasar potongan bambu dipecah kecil-kecil, tali plastik dan tempurung kelapa sebagai penutup di belakang yang dijalin sedemikian rupa sehingga menghasilkan bentuk yang bermacam-macam.

Jejeran rapi yang terbuat dari bambu di atas pelataran jalan yang terbuat dari sembilu bambu, mengusik minat penulis untuk mencari tahu siapa sang pemiliknya. Cuaca terik dan hawa panas di daerah pinggir Kota Bengkulu dengan jalan umum menambah semangat penulis untuk berteduh dan bertemu dengan sang punya barang.

Tak jauh dari jejeran bambu tersebut, duduk seorang pria dengan kaos usang, sedang asik meraut pecahan bambu (buluah, bahasa daerah Manna) dengan sebilah pisau khusus. Sesekali tangannya berhenti untuk melihat apakah ukuran dan bentuk bambu yang diraut sudah sesuai dengan kebutuhan. Tangannya terlihat sangat lincah dalam meraut bilah-bilah bambu, bahkan secara sepintas hasil pekerjaan tangannya nampak presisi ukurannya.

Baca Juga  Jemaah Calon Haji Gagal Berangkat, Pemkot Sosialisasikan KMA

Itulah Datuk Beran, sang pengrajin alat tangkap tradisional bubu bambu dari kebupaten Bengkulu Selatan. Menurut pengakuannya, pekerjaan membuat bubu ini telah puluhan tahun dilakoninya. Sehingga tak jarang selain untuk melayani pesanan Ia harus bekerja sampai larut malam.

Kesenian atau keterampilan ini Ia pelajari sejak usia 3 tahun. Menurutnya, kesenian semacam ini sangat perlu dilatih, khusus nya di sekolah kejuruan (SMK) sederajat. Melihat penurunan generasi sekarang yang tak peduli tentang nilai, historis suatu budaya atau kesenian nenek moyang mereka sendiri. Seharusnya, kata dia, sekolah sekarang mengajarkan tentang menghormati, menjaga, serta melestarikan budaya dan tradisi yang sudah jadi turun-temurun.

Baca Juga  Pusat Kuliner akan Tingkatkan Geliat UMKM Bengkulu

“Ini merupakan warisan leluhur kita yang semesti nya sudah masuk dalam program kesenian sekolah. Dan jikalau bisa dijakikan kurikulum tersendiri. Mengingat orang yang membuat bubu ini sudah sangat sedikit bahkan sangat jarang kita temui,” harapnya, Selasa (9/11).

Menurutnya, pendidikan sekolah zaman sekarang sangatlah maju dan hampir semua kalangan bisa merasakan bangku pendidikan, dengan cacatan ada kemauan diri untuk mengubah ke yang lebih baik. Hendak nya pendidikan di sekolah tidak hanya mengajarkan tentang kecanggihan teknologi masa kini, apalagi teknologi yang sudah merusak ekosistem kehidupan jika salahgunakan. Sedangkan alat pembuatan bubu sangat ramah lingkungan.

Baca Juga  PPKM di Kota Bengkulu Turun Menjadi Level 3, Resepsi Pernikahan Diperbolehkan dengan Syarat

“Bubu ini hanya bisa menangkap ikan besar, udang dan sejenis nya, sedangkan ikan yang kecil tidak akan terjebak dalam alat ini, karena sela lubang perangkap cukup untuk keluar,” terang Beran.

Dalam akhir pembicaraan pria kelahiran 76 tahun silam yang juga berbarengan hari kemerdekaan RI itu menyampaikan pesan untuk para pemuda yang masih berjuang di bangku pendidikan. Sekolah merupakan membuat seseorang menjadi pintar, tetapi kamulah yang mampu mengubah segalanya. (**)

Share :

Baca Juga

Provinsi Bengkulu

Lepas Baksos dan Safari Dakwah KBPPP, Rohidin: Sangat Bagus dan Bermanfaat

Provinsi Bengkulu

Bawaslu Kota Tegaskan Larangan Menggunakan Kewenangan, Program dan Kegiatan bagi Petahana

Provinsi Bengkulu

Pemkot Akan Fokuskan Pembangunan dan Kesejahteraan Masyarakat

Provinsi Bengkulu

Penemuan Mayat IRT di Sosokan Baru, Leher Nyaris Putus Diduga Digorok

Nasional

Abhan Apresiasi kepada Pengawas Ad Hoc Bumi Rafflesia

Berita Desa

Diduga Korupsi Dana Desa, Mantan Pjs Kades Kroya Bengkulu Tengah Divonis 1,6 Tahun Penjara

DPR

Peletakan Batu Pertama, Sujono Harap SDIT Mampu Lahirkan Pemimpin yang Berilmu dan Beradab

Provinsi Bengkulu

Jabatan Administrator Punya Peran Penting Sukseskan Visi – Misi Pemerintah