Home / Nasional

Jumat, 13 Agustus 2021 - 06:20 WIB

Biaya Tes PCR, Pimpinan DPD RI : Keselamatan Rakyat Tidak Bisa Ditinjau dari Aspek Untung-rugi.

Jakarta ri-media.id – Dengan masih rendahnya persentase vaksinasi yang dilaksanakan oleh pemerintah, maka dalam mengantisipasi transmisi penularan Covid-19 penting untuk meningkatkan upaya pengujian dan Pelacakan (testing and tracing).

Hal ini diperlukan sebagai tindakan dalam pengendalian virus di Indonesia. Sebab seperti yang kita ketahui bahwa beberapa waktu terakhir angka kasus terinfeksi hingga menyebabkan kematian meningkat.

Mengenai ini, ada dua alat tes yang lazim digunakan, yaitu tes dengan polyemerase chain reaction (PCR) dan rapid tes antigen. Hanya saja, perbedaan dari dua metode tersebut adalah tingkat akurasi dari hasil tes yang dilakukan.

Menurut Dosen Departemen Patologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad), Basti Andriyoko, dr., Sp.PK(K), Jika dibandingkan, akurasi tes PCR tetap lebih baik dibanding tes antigen. Hal ini yang menjadikan tes PCR menjadi gold standard dalam menentukan apakah seseorang tersebut positif covid-19 maupun negatif. Dimana akurasi PCR bisa sampai 95 persen, sedangkan antigen ini akan ada miss 10–15 persen.

Baca Juga  Wakapolres Lubuklinggau Melepas Tim Karate Emas Championship 2023 di Bali

Akan tetapi, dengan tingkat akurasi yang tinggi serta merupakan standar utama dalam mendeteksi keberadaan virus Covid-19 ditubuh manusia, masalahnya adalah harga tes PCR si Indonesia dinilai masih cukup tinggi (800 ribu hingga jutaan), sehingga sulit didapatkan oleh Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Melalui keterangan resminya Jumat (12/08/2021) Wakil ketua DPD RI, Sultan B Najamudin angkat bicara mengenai persoalan ini. Menurutnya tes PCR adalah alat tes yang seharusnya dapat terjangkau oleh seluruh masyarakat. Sebab akurasi alat deteksi infeksi virus tersebut sangat berpengaruh terhadap tindakan kepada si pasien hingga perlakuan kebijakan terhadap penyebaran Covid-19.

Baca Juga  Teror Bom Sasar LBH, Anggota Dewan Provinsi Bengkulu: Itu Aksi Terorisme

“Yang pertama ingin saya sampaikan bahwa cara pandang utama dalam menghadapi pandemi pada saat ini adalah dengan menggunakan kacamata kemanusiaan. Dan untuk mewujudkannya diperlukan kehadiran negara,” ujar Sultan.

Sultan juga menambahkan bahwa selama ini banyak sekali kasus terinfeksi Covid-19 yang tidak terdeteksi dikarenakan rendahnya tingkat kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri. Baik karena tidak memahami pentingnya mendeteksi dini kondisi kesehatan ataupun ketidak mampuan dikarenakan akses dan biaya.

“Kita semua yakin banyak sekali masyarakat yang tidak melakukan tes padahal dia telah tertular dan terinfeksi virus, sehingga penyebaran terjadi diluar pantauan pihak pemerintah,” tandasnya.

Lalu menurutnya, tidak boleh ada pihak manapun yang “berbisnis” mengambil keuntungan sedikitpun dengan memanfaatkan situasi bencana saat ini.

Baca Juga  Jadi Duta Prokes, Ketua DPD RI Apresiasi Kesadaran PKL Surabaya

“Kita mendengar biaya tes PCR dinegara kita jauh lebih mahal daripada beberapa negara tetangga, India misalnya. Disana bisa lebih murah hanya 150 ribuan. Maka saya meminta agar pemerintah dapat membuat kebijakan ulang untuk menurunkan biaya tes tersebut ke limit yang paling minimum,” tegasnya.

Mantan Wakil Gubernur Bengkulu tersebut juga menghimbau kepada klinik dan Rumah Sakit yang menyediakan tes PCR agar lebih menggunakan pendekatan manusiawi dalam menerapkan biaya kepada masyarakat.

“Bicara pelayanan kesehatan bagi masyarakat dalam konteks apapun tidak bisa ditinjau dari untung-rugi. Yang menjadi tugas utama kita semua adalah memastikan keselamatan seluruh rakyat Indonesia,” tutupnya. (***)

Share :

Baca Juga

Nasional

Wawako Buka Bimtek Bagi Imam dan Khotib

Nasional

Wagub Bengkulu Ikut Rapat Virtual, Mendagri Minta Daerah Bersih dari Tipikor

Nasional

Warga dan DLH Robohkan Bangunan Terbengkalai

Nasional

Gubernur Rohidin Segera Terbitkan Biografi Fatmawati Soekarno

Nasional

Bawaslu: Tak Ada Alasan KPU Izinkan Warga Coblos Pakai KK

Nasional

Hukum Menunda Bayar Fidyah Hingga Ramadan Berikutnya Tiba
PPP ke Megawati Andai Saja Ganjar Tak Didampingi Sandiaga

Nasional

PPP ke Megawati Andai Saja Ganjar Tak Didampingi Sandiaga

DPD RI

Kunker ke Lumajang, Ketua DPD RI Siap Perjuangkan Air Bersih dan Rehabilitasi Pasca Bencana