Home / DPD RI / Nasional

Selasa, 14 Maret 2023 - 09:54 WIB

Bukan Subsidi, Sultan Usulkan Skema Tukar Tambah Mobil Konvensional dengan Mobil Listrik

Jakarta – Pemerintah melalui Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan insentif pembelian kendaraan listrik akan diterapkan mulai 2023, yakni Rp 80 juta untuk pembelian mobil listrik, Rp 8 juta motor listrik, Rp 40 juta mobil hybrid, dan Rp 5 juta sepeda motor listrik konversi.

Menanggapi hal tersebut Wakil ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Sultan B Najamudin kembali mempertimbangkan wacana kebijakan subsidi yang bersumber dari APBN tersebut dan mengusulkan kepada Pemerintah untuk menerapkan skema tukar tambah mobil konvensional dengan mobil listrik.

“Pada prinsipnya kami sangat mengapresiasi dan menghargai upaya Pemerintah dalam upaya transisi energi dan pengendalian atas pemanasan global. Namun penggunaan APBN untuk subsidi kendaraan listrik rasanya belum tepat di tengah gonjang-ganjing ekonomi global saat ini,” ungkap Sultan melalui keterangan resminya pada Sabtu (25/02).

Baca Juga  Ketua Komite I DPD RI Fachrul Razi Desak Pemerintah Stop Masuknya TKA China ke Indonesia

Selain itu, kata Sultan, ledakan jumlah kendaraan bermotor di kota-kota besar telah menyebabkan peningkatan kemacetan lalu lintas. Data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kendaraan bermotor di Jakarta konsisten bertambah tiap tahun. Pada 2021 jumlah kendaraan di Jakarta sudah mencapai sekitar 21,75 juta unit, tumbuh 7,6% dari tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).

“Itu artinya kebijakan subsidi ini tidak perlu membebani daya tahan fiskal dan memungkinkan terjadi adanya sirkulasi atau distribusi kendaraan dari kota-kota padat penduduk ke daerah-daerah yang membutuhkan lebih banyak kendaraan bermotor. Beban APBN dan beban jalan di kawasan perkotaan harus menjadi bahan pertimbangan utama pemerintah dalam wacana kebijakan ini,” tegas mantan Wakil Gubernur Bengkulu itu.

Baca Juga  Ganjar Pranowo Jawab Mahasiswa UI Soal Partai dan Rakyat

Oleh karena itu, lanjut Sultan, kami mengusulkan agar diterapkan skema tukar tambah mobil konvensional dengan mobil listrik. Pemerintah bersama mitra pelaku industri otomotif perlu menyusun aturan dan pola konversi dan distribusi kendaraan ini.

“Saat ini jumlah kendaraan bermotor di Indonesia mencapai 152,51 juta unit, dan hampir 60 persen kendaraan tersebut berada di Pulau Jawa. Kita ingin sebaran dan kepemilikan kendaraan ini bisa diakses Oleh: semua kalangan khususnya di daerah-daerah dengan harga terjangkau, sehingga terjadi peningkatan geliat ekonomi dan pemanfaatan atas infrastruktur jalan dan jembatan yang sudah dibangun oleh pemerintah selama ini,” terang Senator Sultan.

Baca Juga  Sultan Minta Pemerintah Hentikan Ekspansi Sawit Korporasi Dan Bangun Industri Pengolahan CPO

Lebih lanjut Sultan menjelaskan bahwa Skema tukar tambah kendaraan listrik juga sudah diterapkan juga oleh negara tetangga seperti Thailand. Tak salah kita mengadopsi strategi ini dalam rangka mendorong percepatan transisi energi di sektor transportasi. (**)

Share :

Baca Juga

Nasional

Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) Tetap Digelar Tahun 2021

DPD RI

Tanggapi Aturan Standar Pengeras Suara Masjid, Sultan: Agar Kita Tak Berlebih-lebihan

Nasional

Lakukan Pemantapan TP2S, Rosjonsyah Imbau Kerja Sama Terpadu Atasi Stunting

Advertorial

Ketua DPD Hadiri Launching Program Desa Emas dan Bertemu Kyai Kampung se-Lampung

DPD RI

Silaturahmi Bersama JA, Sultan Beri Dukungan Moral Penegakkan Hukum Kasus Mafia Migor

Nasional

H.M Saleh dan Zulkarnain Dali Mesra di Acara Maulid

Nasional

Asisten II Setda Provinsi Bengkulu Pimpin RUPS PT Bimex

DPD RI

TDL Naik, Sultan Minta Pemerintah Pangkas Over Suplai Energi Listrik