Home / Literasi & Opini

Jumat, 15 September 2023 - 18:00 WIB

Cara Budidaya Jamur Tiram, dan Keuntungannya

Cara Budidaya Jamur Tiram, dan Keuntungannya - Foto Dok Jember Network

Cara Budidaya Jamur Tiram, dan Keuntungannya - Foto Dok Jember Network

Usaha budidaya jamur tiram seringkali mengalami kegagalan karena teknik dan cara budidaya yang kurang benar. Meskipun gampang, perlu untuk diperhatikan faktor-faktor seperti lingkungan, kebersihan, serta konsistensi selama perawatan. Jika faktor-faktor tersebut tidak bisa dipenuhi dengan baik maka hasilnya pun kurang optimal bahkan besar kemungkinan berpotensi mendatangkan kegagalan.

Jamur tiram putih berwarna putih agak krem dengan diameter tubuh 3-14 cm. Jamur ini memiliki miselium. Tubuh buah jamur inilah yang bernilai ekonomis tinggi dan menjadi tujuan dari budidaya jamur tiram. Teknik budidaya jamur tiram mulai dari persiapan hingga pasca panen sangat perlu diperhatikan agar pelaku usaha benar-benar memahami sehingga lebih menguasai dalam pemeliharaan maupun pengendalian hama tanaman.

Persiapan Penanaman Jamur Tiram: Panduan Lengkap

Jamur tiram (Pleurotus ostreatus) adalah salah satu jenis jamur yang populer untuk dibudidayakan karena rasa dan nilai gizinya yang tinggi. Berikut ini adalah panduan langkah demi langkah untuk persiapan penanaman jamur tiram secara sukses

1. Pilih Lokasi yang Tepat

Carilah tempat yang bersih dan steril untuk budidaya jamur tiram.
Ruangan yang gelap dengan suhu sekitar 20-25°C adalah ideal.

Baca Juga  Kritik Rancangan Peraturan Daerah Kepemudaan di Kabupaten Kepahiang

2. Persiapan Bahan Baku

Substrat adalah bahan baku yang digunakan untuk menumbuhkan jamur tiram. Substrat umumnya terbuat dari campuran serbuk kayu, jerami, atau bahan organik lainnya.
Sterilisasi substrat adalah langkah penting untuk menghilangkan bakteri dan jamur lain yang dapat bersaing dengan jamur tiram. Substrat steril biasanya dipanaskan atau direbus.

3. Inokulasi

Setelah substrat steril, inokulasikan dengan bibit jamur tiram. Bibit ini biasanya berbentuk serbuk atau potongan miselium yang sudah tumbuh.
Pastikan untuk menjaga kebersihan dan sterilisasi alat-alat yang digunakan selama proses inokulasi.

4. Penutupan

Tutuplah wadah atau kontainer yang berisi substrat dan bibit jamur tiram dengan tutup atau kantong plastik untuk menjaga kelembaban dan suhu yang tepat.

5. Pemeliharaan

Pertahankan kelembaban substrat dengan menyemprotkan air secara teratur.
Cek suhu dan pastikan tetap dalam kisaran yang cocok untuk pertumbuhan jamur tiram.
Ventilasi udara yang cukup juga penting untuk menghindari pertumbuhan jamur patogen.

6. Panen

Jamur tiram biasanya akan mulai tumbuh setelah beberapa minggu.
Panenlah ketika jamur telah mencapai ukuran yang sesuai, sebelum tudungnya melebar terlalu besar.

Baca Juga  Sundulan Gusnan Gundul

7. Pemanenan Berkelanjutan

Setelah panen pertama, biarkan substrat istirahat selama beberapa minggu untuk menghasilkan panen berikutnya.
Jamur tiram bisa dipanen beberapa kali dari substrat yang sama.

8. Kebersihan

Jaga kebersihan dalam seluruh proses budidaya untuk mencegah kontaminasi dan penyakit jamur.

9. Catatan dan Percobaan

Selalu catat proses dan pengamatan Anda untuk memahami kondisi yang paling sesuai untuk penanaman jamur tiram.

Budidaya jamur tiram memerlukan perhatian terhadap detail dan sterilisasi yang baik. Dengan pemeliharaan yang baik, Anda dapat menikmati panen jamur tiram yang lezat dan bernutrisi secara berkelanjutan. Pastikan untuk memperoleh informasi tambahan dan saran dari sumber yang andal sebelum memulai budidaya ini.

Keuntungan dalam Budidaya Jamur Tiram

Budidaya jamur tiram memiliki beberapa keuntungan yang menjadikannya pilihan menarik bagi para petani dan individu yang tertarik dalam dunia pertanian. Berikut adalah tiga keuntungan utama dalam budidaya jamur tiram

1. Penghasilan yang Cepat

Jamur tiram termasuk jenis jamur yang tumbuh dengan cepat. Masa panen biasanya hanya memerlukan beberapa minggu setelah inokulasi bibit ke dalam substrat. Ini berarti petani dapat menghasilkan pendapatan relatif cepat dibandingkan dengan tanaman lain yang memerlukan waktu lebih lama untuk tumbuh.

Baca Juga  PLTU di Teluk Sepang ; Monumen Kapitalis, Cendera Mata Kezaliman Penguasa

2. Nilai Nutrisi Tinggi

Jamur tiram mengandung protein, serat, vitamin, dan mineral yang baik untuk kesehatan manusia. Mereka adalah sumber yang baik untuk zat gizi seperti selenium dan vitamin B12. Oleh karena itu, budidaya jamur tiram dapat memberikan produk yang bernilai gizi tinggi dan sehat.

3. Penggunaan Bahan Baku yang Tidak Mahal

Substrat dapat terbuat dari bahan baku yang relatif murah seperti serbuk kayu atau jerami. Ini berarti biaya produksi dapat dikendalikan dengan baik, dan petani dapat memperoleh keuntungan yang cukup baik dengan investasi yang terjangkau.

Selain keuntungan-keuntungan ini, budidaya jamur tiram juga dapat dilakukan dalam skala yang beragam, mulai dari skala rumahan hingga komersial. Ini memberikan fleksibilitas kepada para petani untuk memilih sejauh mana mereka ingin terlibat dalam budidaya jamur tiram sesuai dengan sumber daya yang mereka miliki.

Share :

Baca Juga

Literasi & Opini

Hidup Itu Singkat

Literasi & Opini

In Memoriam Margiono

Literasi & Opini

Hubungan Antar Kapabilitas Pemanufakturan

Literasi & Opini

Pameran “Kekayaan” Memicu Lahirnya Anarkisme Sosial

Literasi & Opini

Rossi Lebih dari Sekedar Legenda Moto GP

Literasi & Opini

Perlukah Pilkades Masuk di Rezim Pemilu?

Literasi & Opini

Pemilu 2024, Ada Resesi, Rasa Pandemi dan Rasa Suksesi

Literasi & Opini

Ketentuan Fidyah bagi yang Tidak Mampu Qadha Puasa, Berapa Takaran Fidyah Satu Orang/Hari?