Home / Cerita Rakyat

Selasa, 26 September 2023 - 09:38 WIB

Cerita Rakyat Suku Lamaholot: Legenda Ile Mandiri di Flores Timur

Poto: dok, mahasiswaindonesia.id

Poto: dok, mahasiswaindonesia.id

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur, tepatnya di Kabupaten Flores Timur, terdapat sebuah cerita rakyat yang kuno tentang seorang tokoh purba bernama Ema Wato Sem Bapa Madu Ma. Cerita ini berawal dari sebuah tempat yang disebut Sina Jawa, di mana Ema Wato Sem Bapa Madu Ma tinggal.

Pada suatu hari yang tak terlupakan, Ema Wato Sem Bapa Madu Ma memberi tugas pada burung garuda, yang merupakan orang tuanya, untuk terbang ke timur hingga mencapai puncak gunung bernama Ile Mandiri di Pulau Flores. Di sana, garuda tersebut meletakkan sebutir telurnya, yang kemudian menetas menjadi dua anak kembar: Wato Wele (seorang wanita) dan Lia Nurat (seorang laki-laki).

Baca Juga  Cerita Rakyat dari Sulawesi yang Terkenal

Dari bayi hingga dewasa, Wato Wele dan Lia Nurat diasuh oleh seorang hantu gunung. Ketika mencapai usia dewasa, Lia Nurat membawa adiknya Wato Wele untuk menempati bagian selatan Ile Mandiri, sementara dia sendiri tinggal di bagian utara.

Pada suatu malam, Lia Nurat menyalakan api unggun di puncak Ile Mandiri. Cahaya api tersebut menyebar hingga ke perkampungan Paji, mengenai seorang gadis bernama Hadung Boleng Teniban Duli. Saudara Hadung Boleng, dari suku Suban Lewa Hama, dikirim untuk mencari asal api unggun tersebut dan bertemu dengan Lia Nurat. Mereka berjanji untuk menikah, dan Lia Nurat turun ke perkampungan Paji, mengawali kehidupan baru bersama Hadung Boleng.

Baca Juga  Kisah Perjalanan Arya Penangsang

Dari pernikahan mereka lahir tujuh orang anak, yang kelak menjadi leluhur suku-suku Ile Jadi di Baipito, hidup dalam kemakmuran. Namun, kemakmuran mereka menimbulkan iri dari suku Soge (Maumere). Raja suku Soge mengirim putranya, Uto Watak, untuk menikahi Lia Nurat. Konflik pecah ketika Hadung Boleng mengusir Uto Watak, yang menyebabkan pembunuhan Lia Nurat oleh suku Soge.

Setelah Lia Nurat meninggal, kehidupan Hadung Boleng dan ketujuh anaknya berubah drastis menjadi penuh penderitaan. Namun, melalui mimpi yang menunjukkan pusat gunung, mereka mendapatkan petunjuk untuk kembali ke kemakmuran.

Baca Juga  Antu Banyu atau Siamang Air: Kisah Gaib dari Sungai Musi, Sumatera Selatan

Pada suatu perang di Adonara, kelima putra Lia Nurat bergabung untuk membela adik perempuan mereka. Dalam pertempuran tersebut, putra sulung Lia Nurat, Blawa Burak Sina Puri, gugur sebagai pahlawan. Keempat putra yang masih hidup kembali ke Ile Mandiri dan membagi tanah warisan di antara mereka.

Cerita rakyat Suku Lamaholot ini menjadi bagian berharga dari warisan budaya Nusa Tenggara Timur, menggambarkan asal-usul suku dan perjalanan panjang mereka melalui berbagai cobaan dan tragedi yang membentuk sejarah mereka.

Share :

Baca Juga

Legenda Klasik Aceh: Kisah Tujuh Anak Pria dan Putra Mahkota

Cerita Rakyat

Legenda Klasik Aceh: Kisah Tujuh Anak Pria dan Putra Mahkota

Cerita Rakyat

Antu Banyu atau Siamang Air: Kisah Gaib dari Sungai Musi, Sumatera Selatan
Telaga Warna: Misteri dan Keajaiban Alam Jawa Barat

Cerita Rakyat

Telaga Warna: Misteri dan Keajaiban Alam Jawa Barat
Tutankhamun: Firaun Muda Penguasa Mesir Kuno

Cerita Rakyat

Tutankhamun: Firaun Muda Penguasa Mesir Kuno
Inilah Cerita Rakyat yang Terkenal di Kepulauan Riau

Cerita Rakyat

Inilah Cerita Rakyat yang Terkenal di Kepulauan Riau
Cerita Rakyat dari Sulawesi yang Terkenal

Cerita Rakyat

Cerita Rakyat dari Sulawesi yang Terkenal

Cerita Rakyat

Mitos Penganut Palasik, Ilmu Hitam Dari Tanah Minang
Cerita Rakyat Legenda dari Gorontalo

Cerita Rakyat

Cerita Rakyat Legenda dari Gorontalo