Home / DPD RI / Nasional

Sabtu, 4 Desember 2021 - 20:47 WIB

Harga Minyak Goreng Naik Drastis, Sultan Duga Ada Praktek Kartelisasi

Jakarta – Wakil ketua dewan Perwakilan Daerah (DPD RI) Sultan B Najamudin mengaku keheranan dengan Kenaikan harga minyak goreng yang disebutnya cukup ekstrim di pasaran saat ini.

Harga minyak goreng naik, baik minyak goreng kemasan maupun minyak goreng curah. Bahkan kenaikan harga minyak goreng diperkirakan terjadi hingga kuartal I-2022. Harga normal Rp 18.000 per liter, sekarang Rp 22.000 per liter, setiap minggu naik terus.

“Sulit untuk memahami fenomena pasar yang akan signifikan terhadap inflasi ini terjadi di negara yang memiliki perkebunan sawit terluas dunia. Tidak mungkin ada fenomena pasar yang demikian ekstrim kecuali telah terjadi praktek Kartelisasi minyak goreng,” tegas mantan ketua Kadin Bengkulu itu melalui keterangan resminya pada Sabtu (04/12).

Baca Juga  Pasca Kebakaran Korban Dapat Bantu Sandang Pangan dari BPBD

Menurutnya, jika seperti ini, maka manajemen industri sawit dan pasar minyak goreng kita sama seperti yang terjadi pada industri minyak bumi dan bahan bakar minyak. Kita hanya mendapat manfaat sebagai penghasil CPO. Meskipun sudah terdapat ratusan industri minyak goreng dalam negeri.

“Meskipun Karena CPO di pasar global sedang meningkat, pemerintah melalui kementerian perindustrian dan kementerian perdagangan bisa mengendalikan jumlah ekspor CPO dengan kebutuhan dalam negeri. Di saat yang sama juga harus meningkatkan kapasitas dan volume tangki penampungan CPO,” urai politisi muda yang pernah menjadi pengurus DPP HIPMI ini.

Pemerintah dan pengusaha sawit, ujar Sultan, harus seimbang dalam mengatur suplay and demand dalam negeri. Melakukan ekapor CPO itu penting, tapi pastikan terlebih dahulu stok pasokan minyak goreng dalam negeri.

Baca Juga  India Stop Ekspor Gandum, Sultan Dorong Mentan Intensif Kembangkan Sorgum

“Saya khawatir, justru para petani sawit kita juga harus menanggung beban pengeluaran yang lebih pada produk yang sumbernya berasal dari kebun mereka sendiri. Belum lagi pada sektor industri makanan dan Volatile lainnya, dampaknya akan ke mana-mana,” kata Sultan.

Lebih lanjut, Senator muda asal Bengkulu itu, menekankan pentingnya Negara harus memiliki cara untuk memaksa para konglomerat sawit dan industri minyak goreng bersedia memenuhi kebutuhan minyak goreng dalam negeri dengan harga yang telah ditetapkan, sebelum memenuhi permintaan pasar ekspor.

“Selain itu, Kami Juga minta Satgas pangan untuk aktif melakukan penelusuran dan pemantauan di setiap titik-titik produksi dan jalur distribusi Minyak goreng. Karena Sebentar lagi sudah memasuki bulan suci Ramadhan. Sehingga, Kita bisa mengendalikan trend kenaikan harga minyak goreng ini,” tutupnya.

Baca Juga  Sebut Target NTP 2024 Jauh Dari Ideal, Sultan Minta Pemerintah Tingkatkan Produktivitas Dan Hindari Impor

Menurut Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan kenaikan harga minyak disebabkan oleh beberapa faktor.

Salah satunya adalah akibat produsen minyak goreng di Indonesia kebanyakan belum terafiliasi dengan kebun sawit penghasil CPO, sehingga produsen minyak goreng tergantung pada harga CPO global.

“Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng dipatok di angka Rp11.000. Saat penyusunan HET tersebut, harga CPO masih berkisar antara USD500-600 per metrik ton,” kata Oke.

Share :

Baca Juga

Nasional

Antisipasi Kerumunan, Polsek Tanjung Duren Ops Prokes di Mall

Nasional

Bupati Kerinci Diwakili Pj.Sekda Asraf Menghadiri Kenduri Sko Depati Muaro Langkap

Nasional

Pemuda Pancasila Ikut Donor Darah di Pelantikan MIO Provinsi Bengkulu
Pembersih Wajah: Langkah Penting Perawatan

Nasional

Pembersih Wajah: Langkah Penting Perawatan

DPD RI

Komite IV DPD RI Gelar RDPU Bahas Pelaksanaan UU Lembaga Keuangan Mikro

DPD RI

Kaji Wacana Amandemen UUD 1945, Kelompok DPD di MPR Soroti Presidential Threshold

DPD RI

Ketua DPD RI: Jakarta Harus Tentukan New Positioning Jika Ibukota Pindah

Nasional

Wawali Didampingi Camat Singaran Pati Bagikan Paket Beras dan Sarung Kepada Warga