Home / Internasional

Selasa, 20 September 2022 - 23:05 WIB

Kekerasan Masih Merajarela di Wilayah Selatan Thailand

Penulis : Gentar, Mahasiswa Asal Patani (Selatan Thailand).

Patani – Tulisan ini merupakan suatu penyebaran informasi mengenai kekerasan yang masih merajarela di wilayah Selatan Thailand, yang mengcakup Patani, Yala, Narathiwat, dan sebagian dari Songkhla.

Pada kesempatan ini, penulis ingin mendedikasihkan terkait apa yang sedang terjadi di wilayah Selatan Thailand selama ini, sepertinya banyak orang yang tidak mengetahuinya.

Patani dahulu merupakan sebuah kerajaan yang Merdeka dan Berdaulat, serta terkenal sebagai pusat pendidikan di Nusantara, yang mana banyak orang-orang datang untuk belajar berbagai ilmu.

Baca Juga  International Women’s Peace Conference (IWPC) 2023: Lee Man Hee Menyerukan Menjadi Sumber Cahaya bagi Seluruh Dunia

Lebih dari 230 tahun terjadi konflik berpanjangan yang dilakukan oleh kerajaan Siam/Thailand sehingga Patani ditakluk, pada 11 November 1785 hingga sekarang.

Sebagaimana yang diketahui sebagian besar masyarakat dunia, bunga api revolusi kembali memanas di wilayah Selatan Thailand semenjak terjadinya peristiwa pembantaian massa di masjid Kerisik Wilayah Patani, dan di hadapan kantor polisi Takbai Wilayah Narathiwat, pada tahun 2004.

Manakala, Hak Asasi Manusia (HAM) adalah seperangkat hak dasar yang digunakan untuk memenuhi semua kebutuhan hidup bagi setiap manusia. HAM secara universal meliputi hak kebebasan sipil, hak kebebasan berpolitik, hak kebebasan dari penindasan, hak kebebasan dari penahanan tanpa melalui pengadilan, hak perlindungan sebagai individu yang mempunyai hak alamiahnya yang tidak dapat digugat dan direbut oleh siapa pun atau pihak mana pun.

Baca Juga  November, Merupakan Bulan yang Bersejarah Bagi Warga Patani Selatan Thailand

Tidak seperti di wilayah Selatan Thailand, semua hak-hak kebebasan bagi warga sipil telah dirampas oleh pihak kerajaan Thailand, bahkan sering kali terjadi operasi, pengepungan, pengeledahan, penangkapan, penyiksaan, penghilangan, pembunuhan diluar jalur hukum dan lainnya.

Baca Juga  Bengkulu - Singapura: Jejak Sejarah yang Terlupakan

Usaha penyebaran fakta-fakta ini perlu diperluaskan lagi dengan berbagai bahasa, terutama bahasa Melayu, bahasa Inggris, dan bahasa Arab, supaya sebagian besar masyarakat dunia dapat mengetahui apa sebenarnya yang sedang terjadi disana.

Demikian, menurut data Deepsouthwatc (DSW) yang telah mencatat semenjak awal Januari 2004 hingga Agustus 2022, dari total 21.614 kasus kejadian, sebanyak 7.382 jiwa meninggal dunia, dan sebanyak 13.684 jiwa mengalami luka-luka.

Share :

Baca Juga

Internasional

Gempa Besar di Maroko Ribuan Meninggal dan Terluka

Internasional

Indonesia Sukses dalam Pameran Produk Perikanan Jepang

Internasional

NASA Sukses Menambang Oksigen di Mars: Langkah Penting Menuju Kolonisasi Manusia
Malaysia Diduga Jiplak Lagu Halo-halo Bandung Jadi Helo Kuala Lumpur

Dunia Hiburan

Malaysia Diduga Jiplak Lagu Halo-halo Bandung Jadi Helo Kuala Lumpur

Internasional

Pertemuan Bilateral RI- Australia Upaya Penanggulangan Terorisme

DPD RI

Bicara Di Kyongwoon University, Sultan Ajak Korea Selatan Kolaborasi Majukan Pendidikan Vokasi Indonesia

Internasional

Internasional Forum Dalam Rangka Memperingati Genap 18 Tahun Tragedi Takbai

Internasional

International Women’s Peace Conference (IWPC) 2023: Lee Man Hee Menyerukan Menjadi Sumber Cahaya bagi Seluruh Dunia