Home / Advertorial / DPD RI / Nasional

Senin, 6 September 2021 - 14:58 WIB

Ketua DPD RI Geram Anak Jadi Tumbal Pesugihan, Minta Pelaku Dihukum Berat

Lampung ri-media.id – Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, dibuat geram dengan  peristiwa anak yang dijadikan korban tumbal pesugihan di Lembang Panai, Kelurahan Gantarang, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. 

Akibat peristiwa tersebut, korban yang masih berusia enam tahun harus menjalani operasi mata pada bagian kanan.

“Kasus yang terjadi ini tidak masuk akal. Demi pesugihan, orang tua tega melakukan kekerasan secara bengis dan tidak berperikemanusiaan, yakni mencungkil mata anaknya sendiri yang baru berusia enam tahun,” kata LaNyalla di sela kunjungan kerjanya ke Lampung, Senin (6/9/2021).

Baca Juga  Dermawan Aceh Salurkan Rp 2 T untuk Bantu Warga Terdampak Covid, Ketua DPD RI Beri Apresiasi

LaNyalla meminta agar para pelaku yang terlibat dalam kejahatan tersebut diberikan hukuman yang berat. Tentu saja hal ini agar menjadi pembelajaran untuk menekan perlakuan keji kepada anak sendiri. 

Senator asal Jawa Timur itu juga mengingatkan agar perlindungan anak dari kekerasan yang dilakukan oleh orang terdekat harus diperketat. LaNyalla meminta kepada Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) untuk memberikan pendampingan dan perawatan serta pemulihan trauma psikologi korban.

Baca Juga  Komite I DPD RI Ungkap Temuan Persoalan Pertanahan kepada Menteri ATR/BPN

LaNyalla pun menilai peristiwa ini harus menjadi pembelajaran semua pihak untuk merumuskan perlindungan terhadap anak dari lingkungan terdekat mereka. 

“Negara harus mempunyai solusi jangka panjang untuk anak-anak dengan kasus tersebut. Dikhawatirkan jika orangtuanya memang memiliki masalah kejiwaan hingga melakukan tindak penganiayaan, suatu saat bisa terulang kembali,” ujarnya. 

LaNyalla juga meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk turun tangan mengedukasi masyarakat yang masih percaya dengan hal-hal mistis yang tidak dibenarkan dalam agama dan seringkali memakan korban jiwa. 

Baca Juga  Pembersih Wajah: Langkah Penting Perawatan

“Kasus ini juga menjadi pekerjaan rumah bagi MUI dan Kementerian Agama untuk memberikan penerangan masalah
klenik atau pesugihan kepada masyarakat,” katanya.

Dalam kasus ini, pihak kepolisian telah menetapkan dua orang tersangka. Kedua tersangka kasus kekerasan tersebut merupakan kakek dan paman korban sendiri yakni, US (44) dan BAR (70), sementara orang tua korban HAS (43), TAU (47) masih menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Jiwa Dadi Makassar.(*)

Share :

Baca Juga

Nasional

Penolakan Pasien di Puskesmas Mencuat ke Medsos, Ini Penjelasan Pemkot Bengkulu

DPD RI

LaNyalla: Dugaan Vaksinasi Booster Ilegal di Surabaya Harus Diusut Tuntas

Nasional

Gubernur Bengkulu: IKA SEMAKU Rumah Bersama Lintas Generasi

Nasional

Diskominfotik Provinsi Bengkulu Raih Predikat Best Question pada Rakor SDI 2022

Nasional

Percepatan Jaminan Kesehatan Semesta Melalui Pemenuhan Kuota PBI-JK

DPD RI

LaNyalla: Impor Bukan Solusi atas Tingginya Harga Jagung
PDIP Terimakasih ke SBY Jika Mau Bantu Dukung Ganjar

Nasional

PDIP Terimakasih ke SBY Jika Mau Bantu Dukung Ganjar

Nasional

Jemaah Calon Haji Gagal Berangkat, Pemkot Sosialisasikan KMA