Home / Desa

Selasa, 12 Oktober 2021 - 10:51 WIB

Klarifikasi Pemdes Pulau Lebar Terkait Keluhan Bangunan Sarana Air Bersih dan Jalan Desa yang Dipagar

Muratara ri-media.id – Masyarakat Desa Pulau Lebar Kecamatan Rawas Ulu Kabupaten Musirawas Utara (Muratara) keluhkan bangunan sarana air bersih, yang menurut laporan warga DG tidak bisa difungsikan sebagaimana mestinya, Sabtu (9/10/21).

Selain itu, masyarakat juga menyayangkan pembangunan jalan rabat beton tidak bisa dilewati masyarakat umum dikarenakan ada pemagaran di area jalan yang diduga jalan hanya digunakan untuk kepentingan pribadi.

Saat dikonfirmasi, Abdul Gani Kepala Desa Pulau Lebar menjelaskan, “Bangunan sarana air bersih tersebut menurut informasi pengurus belum bisa dikelarkan (diselelesaikan, red) karena dana belum cair, itu bangunan tahun tahun ini(tahun 2021),” jelasnya via telepon.

Terkait pemagaran jalan yang dikeluhkan tidak bisa digunakan masyarakat, Bapak Abdul menyangkal, menurutnya itu milik umum bukan milik pribadi, “Di sana ada rumah dinas bidan makanya dipagari, karena mengganggu kenyamanan bidan, tapi jalan dibuka akses lain, kalau banyak jalan, bidan dan anak-anaknya terganggu,” tutup Bapak Abdul Gani dengan tegas.

Baca Juga  Sertifikasi Pembangunan Rabat Beton Desa Kali Padang Selupu Rejang Berjalan Sukses

DG, salah satu masyarakat Desa Pulau Lebar menjelaskan, pemanfaatan bangunan desa yang semestinya digunakan masyarakat umum diduga menjadi bangunan milik pribadi dikarenakan akses jalan tersebut diduga hanya akses jalan ke tanah milik Kepala Desa Pulau Lebar yakni jalan usaha tani yang dibangun melalui dana desa tahun 2016-2017.

“Jalan ini tidak bisa dimanfaatkan oleh masyarakat, mana lagi dengan adanya pemagaran jalan,” kata DG.

“Dua sumur gali yang katanya Pamsimas yang satunya dibangun pada tahun 2019 dan satunya 2021. Bangunan Pamsimas yang dibangun pada tahun 2019 itu, awalnya tidak ada sumurnya hanya menggunakan mesin air dengan menyedot air dari Sungai Rawas, itu pun tidak berlangsung lama, hanya berlangsung selama 3 sampai 5 minggu habis itu sumur tersebut tidak bisa difungsikan. Setelah masuk akhir 2021 dibangunlah 1 Pamsimas lagi dengan pemanfaatan sumur gali yang terletak di sebelah Utara desa yang masih dalam tahap pengerjaan,” keluh DG lagi.

Baca Juga  Pemprov Bengkulu bersama Kejati, Polda dan BPKP Lakukan Pembinaan Pengelolaan Dana Desa 2022

Senada, Sekretaris Desa Pulau Lebar Abdul Kahar menjelaskan, “Proses bangunan sarana air bersih sekarang lagi pemasangan pipa itu bangunan tahun ini (tahun 2021, red) dan yang satu titik bangunan sarana air bersih tahun 2019 tidak bisa difungsikan karena selama ini pakai mesin sumber air ditarik dari sungai,” kata Abdul Kahar via telepon.

Baca Juga  Penyaluran Lanjutan dan BLT DD Penetapan Data Pemuktahiran SDGs Desa Taba Tinggi Tahun 2021

“Untuk bangunan jalan rabat beton itu tahun 2017 jamannya pak Yusup PJS nanti kita cek lagi, masalah kepemilikan tanah nanti kita cek juga, hibah tanah kita tidak tahu kalau zamannya Pak Yusuf PJS, kalau sekarang seperti lagi membangun Madrasah itu hibah nanti kita cek dulu,” tutup Bapak Abdul Kahar.

Disampaikan DG, masyarakat Desa Pulau Lebar berharap pemerintah terkait bisa ke lapangan untuk memastikan sarana air bersih yang dibangun 2019 yang tidak bisa difungsikan sudah sesuai RAB dan bangunan jalan rabat beton yang diduga tidak bisa dimanfaatkan oleh masyarakat umum. (red)

Share :

Baca Juga

Desa

Pilkades Desa Pulau Panggung, Rozali Kembali Dipercaya Masyarakat

Desa

Desa Air Hitam Kembali Salurkan BLT-DD 2021

Desa

Pembangunan Infrastruktur Fisik Desa Lubuk Bingin Baru Masih Tahap Pengerjaan

Desa

Gencar Sosialisasikan PPKM Level 4, Bupati BU Minta Kepala Desa Monitoring Kesehatan Masyarakat

Desa

Pemerintah Desa Batu Panco Realisasikan Usulan Masyarakat

Desa

Penyaluran Bantuan Tunai dan Titik Nol Persen Pembangunan Desa Talang Lahat

Desa

Penyaluran BLT-DD dan Titik Nol Pembangunan Lampu Jalan Desa Suro Muncar

Desa

Mewujudkan Ketahanan Pangan Desa Lubuk Kembang, Pemerintah Desa Adakan Musyawarah