Home / Literasi & Opini

Sabtu, 29 Mei 2021 - 21:11 WIB

Kritik Rancangan Peraturan Daerah Kepemudaan di Kabupaten Kepahiang

Oleh : Aan Julianda, S.H. Advokat Muda, Wakil Ketua Angkatan Pembaharuan Indonesia Provinsi Bengkulu dan Mantan Fungsionaris PB HMI

Saya mengapresiasi adanya niatan yang baik yang memberikan perhatian khusus terhadap pemuda dengan rencana rancangan Peraturan Daerah Kepemudaan di Kabupaten Kepahiang.

Saya menilai banyak yang menjadi tanda tanya dalam proses pembuatan Raperda ini, jangan sampai Raperda ini hanya memenuhi target legislasi periodesasi saja.

Pertama, apakah Perda ini lahir dari hasil proses penjaringan aspirasi melalui reses anggota DPRD Kabupaten Kepahiang atau lahir hasil dari kunker ke daerah lain? ini yang menjadi pertanyaan selanjutnya terkait substansi dalam Raperda tersebut, apakah yang dikehendaki pemuda-pemuda di Kepahiang?

Baca Juga  Hubungan Antar Kapabilitas Pemanufakturan

Jangan sampai hanya meniru draf di daerah lain, karena faktor sosiologis dan psikologis pemuda di setiap daerah ini berbeda.

Kemudian pada Diktum menimbang pada poin B disebutkan tentang angka pengangguran pemuda usia produktif di Kepahiang cenderung tinggi. Selanjutnya pada Diktum mengingat pada point 5 ada Undang-undang Cipta Kerja No 11 tahun 2021.

Baca Juga  Selamat Jalan Diego

Kemudian pada uraian pasal-pasalnya juga banyak yang masih mengandung pertanyaan, contoh terkait pengembangan kewirausahaan yang dijelaskan di dalam Raperda tersebut tidak dijelaskan yang mendapatkan pembimbingan kewirausahaan ini organisasi pemuda atau per individu. Jangan sampai juga mengenai kewirausahaan ini tumpang tindih dengan aturan mengenai UMKM.

Kemudian sebenarnya terkait pasal ini banyak yang masih diperdebatkan, misalnya tentang pelatihan kepemudaan yang berjenjang mulai dari tingkat kecamatan tidak diatur, juga mengenai penyelenggara dan pesertanya, mengenai wajib lapor kegiatan pertahun, mengenai pendataan dan masih banyak lagi.

Baca Juga  Pemuda dan Lingkungan

Pertanyaan selanjutnya, apakah seluruh organisasi kepemudaan di Kepahiang pernah diajak duduk satu meja berdiskusi terkait Perda ini? Kita berharap jangan diparipurnakan dulu sebelum seluruh perwakilan OKP yang ada di Kepahiang diajak berdiskusi satu meja.

Karena objek dari Raperda ini belum jelas, jangan sampai Perda ini nantinya hanya menguntungkan sekelompok pemuda elit di Kepahiang saja. Pemuda yang mana yang menghendaki lahirnya Perda kepemudaan ini?

Share :

Baca Juga

Literasi & Opini

Pasal 45C dan Wartawan Profesional

Literasi & Opini

Asa Rakyat Bumi Etam Dibalik Pemindahan IKN

Literasi & Opini

Transisi Demokrasi

Literasi & Opini

Ikhlas dan Takdir

Literasi & Opini

Ini Dia Tips Puasa Agar Tidak Haus Seharian

Literasi & Opini

Shin Tae Yong

Literasi & Opini

Kemajemukan dalam Demokrasi Kita

Literasi & Opini

Sedapnya Ikan Salai Khas Muara Enim yang Banyak Diburu