Home / DPD RI / Nasional

Sabtu, 8 Januari 2022 - 19:16 WIB

LaNyalla: Dugaan Vaksinasi Booster Ilegal di Surabaya Harus Diusut Tuntas

Jakarta – Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, meminta Kepolisian Daerah Jawa Timur mengusut tuntas dugaan vaksinasi booster ilegal di Kota Surabaya.

Menurutnya hal itu tidak sejalan dengan semangat pemerintah menciptakan kekebalan kelompok untuk segera mengakhiri pandemi Covid-19.

“Kita meminta aparat kepolisian mengusut dugaan vaksinasi booster ilegal itu. Karena tindakan itu kontradiktif dengan upaya pemerintah menghadapi pandemi yang telah menghancurkan perekonomian kita,” ujar LaNyalla, Sabtu (8/1/2022).

Baca Juga  Redaksi Koran RI MEDIA Mengucapkan Selamat Atas Terpilihnya Kepala Desa Dalam Pemilihan Serentak Tahun 2022 Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan

LaNyalla sangat menyayangkan masih adanya oknum yang mengambil kesempatan dalam kondisi ini. Dimana pemerintah dan pihak terkait gencar vaksinasi dalam upaya menyelamatkan masyarakat, di pihak lain ada orang yang tidak bertanggung jawab mengambil keuntungan untuk diri sendiri.

“Makanya, harus diproses secara hukum. Karena ini dampaknya sangat luas, bukan hanya secara ekonomi tetapi juga keselamatan jiwa manusia,” ucap dia lagi.

Baca Juga  Wakil Ketua DPD RI Terima Kunjungan Dubes Republik Ceko

Menurutnya, dugaan sindikat jual beli vaksin booster berbayar dan ilegal ini perlu menjadi perhatian semua pihak. Karena masyarakat bawah bisa menjadi sasaran para sindikat tersebut.

“Bisa saja sindikat ini sudah menyebar ke daerah lain di luar Surabaya, jadi masyarakat harus waspada,” tegasnya.

Para pelaku menggunakan modus seolah-olah semua masyarakat sudah tervaksin. Kemudian sisa-sisa vaksin dikumpulkan dan dijual kepada orang yang membutuhkan.

Baca Juga  Sultan Sarankan Anies Perketat Larangan Penggunaan Kantong Plastik Bagi Industri Kuliner Online

Vaksin itu seolah-olah adalah vaksin booster dengan meminta bayaran sebesar Rp250 ribu.

Pemerintah sendiri baru akan memulai vaksinasi dosis ketiga atau booster pada Rabu (12/1/2022). Vaksin booster akan terbagi menjadi dua skema, yaitu gratis dan berbayar.

Vaksin gratis dibiayai dengan APBN untuk 21,5 juta lansia dan 61,6 juta Penerima Bantuan Iuran (PBI) non-lansia. Sedangkan yang berbayar diberikan kepada 93,7 juta penduduk. (rls)

Share :

Baca Juga

Nasional

Gubernur Mahyeldi Beri “Bekal” untuk 100 Mahasiswa KKN di Padang Pariaman

Nasional

Pemprov Bengkulu Bersama Forkopimda Provinsi Terus Genjot Vaksinasi Massal COVID-19

Nasional

Duka Nanggala 402, TNI AL Bengkulu Gelar Shalat Ghaib

Nasional

Gubenur Bengkulu: Pendidikan Ponpes Cocok dengan Kultur Indonesia

Nasional

Sosialisasi Penyetaraan Jabatan Fungsional, Helmi : Bagian dari Pusat, Kita Harus Mengikuti

Nasional

Kesempatan Emas Wartawan Bengkulu Ikut Uji Kompetensi (UKW)

DPD RI

Pemerintah Berlakukan PPN Produk Pertanian, Sultan: Kalau Produknya Masih Impor Sebaiknya Bebas Pajak

Nasional

Keren, Nostalgia Bareng Bengkulu di Wisata Kota Bengkulu