Home / DPD RI / Nasional

Selasa, 18 Januari 2022 - 09:14 WIB

Mahyudin: Usaha untuk Memperpanjang Masa Jabatan Presiden Tidak Mudah

Jakarta – Wacana memperpanjang jabatan Presiden Joko Widodo dan Wakil Preiden Ma’ruf Amin kembali muncul ketika Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengklaim bahwa para pelaku usaha di Indonesia berkeinginan agar Pemilu 2024 diundur. Bahlil menuturkan, bahwa diundurnya Pemilu bisa menjadi langkah yang lebih baik bagi Indonesia. Sebab, situasi dunia usaha mulai kembali bangkit setelah terpuruk akibat pandemi COVID-19 dalam dua tahun terakhir.

Namun, pendapat Bahlil itu menuai penolakan dari berbagai kalangan, salah satunya Wakil Ketua DPD RI, Mahyudin. Menurutnya, untuk melakukan perpanjangan masa jabatan presiden, tidaklah mudah dan sederhana. Mengingat landasan hukum di dalam konstitusi telah megnatur masa jabatan presiden hanya lima tahun dan sesudahnya dapat dipilih kembali hanya satu kali masa jabatan.

Baca Juga  Temui Ketua Pedagang, KNPI Kota Siap Berpartisipasi Bangun Wisata Bengkulu

“Untuk perpanjangan masa jabatan presiden, menurut saya tidak ada landasan hukumnya, karena di dalam konstitusi sendiri sudah di atur masa jabatan presiden hanya 5 tahun. Pasal 7 UUD NRI 1945 menyebutkan bahwa Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatan selama lima tahun, dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama, hanya untuk satu kali masa jabatan,” katanya, dalam keterangan tertulis, Senin (17/1/2022).

Baca Juga  Peningkatan Keamanan di Perbatasan, Satgas Yonif 122/TS Ringkus 2 Orang Tak Di Kenal

Mahyudin menambahkan, perpanjangan masa jabatan presiden juga akan bertentangan dengan mandat yang diberikan rakyat kepada Presiden Joko Widodo dan Wapres Ma’ruf Amin, pada pemilu presiden (Pilpres) 2019, yang hanya selama lima tahun memerintah. Menurut Mahyudin, rakyat memilih pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin untuk jangka waktu lima tahun.

“Perpanjangan masa jabatan presiden akan bertentangan dengan mendat yang berikan rakyat kepada pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin pada pemilu 2019, yang hanya memberikan waktu memerintah selama lima tahun, hingga tahun 2024,”katanya.

Baca Juga  Sultan Apresiasi Tingginya Dukungan Anggaran Presiden Jokowi di Sektor UMKM

Jalan yang bisa ditempuh untuk perpanjangan masa jabatan presiden salah satunya harus melalui amandemen UUD NRI 1945, namun menurutnya hasil amandemen itu tidak serta merta bisa diberlakukan untuk memperpanjang masa jabatan presiden dan wakil presiden saat ini.

“Jikapun kita mengamandemen UUD NRI 1945, dengan mengubah lama masa jabatan presiden, maka itu tidak bisa di berlakukan untuk masa jabatan sekarang, tapi untuk masa jabatan presiden dan wakil presiden hasil pilpres yang akan datang,”pungkasnya.

Share :

Baca Juga

Nasional

Dapat Bantuan Tabung Oksigen dari Kadin, Gubernur : Sangat Bernilai bagi Masyarakat

DPD RI

LaNyalla Minta Bupati Berau Perjuangkan Tenaga Kerja Lokal di Pertambangan

Nasional

Perempuan Bengkulu Ikut Ajang Penghargaan Perempuan Berprestasi pada Peringatan Hari Kartini

Nasional

Target ke Depan, KPN Provinsi Bengkulu Bisa Berkontribusi Lebih untuk Pengembangan UKM

Advertorial

Ketua DPD RI Apresiasi Serapan Dana PEN di Yogyakarta

Nasional

Miris, Ditemukan Dugaan Pemotongan Dana PIP di Tasikmalaya

Nasional

Aspirasi Banpol PP di Perjuangkan Ditjen Bina Adwil

Nasional

Perumahan Tebat Rapak Juga Menerima Bantuan dari Helmi