Home / Dunia Hiburan / Internasional

Selasa, 12 September 2023 - 21:00 WIB

Malaysia Diduga Jiplak Lagu Halo-halo Bandung Jadi Helo Kuala Lumpur

Malaysia Diduga Jiplak Lagu Halo-halo Bandung Jadi Helo Kuala Lumpur - foto dok viva

Malaysia Diduga Jiplak Lagu Halo-halo Bandung Jadi Helo Kuala Lumpur - foto dok viva

Media sosial dihebohkan dengan munculnya video berjudul “Helo Kuala Lumpur” di saluran YouTube yang diduga berasal dari Malaysia. Fenomena ini tidak bisa diabaikan karena lagu tersebut sangat mirip dengan lagu asal Indonesia yang terkenal, “Halo-halo Bandung” ciptaan Ismail Marzuki.

fakta Video dengan lagu kontroversial ini diunggah oleh kanal YouTube bernama Lagu Kanak TV pada tanggal 30 Juni 2018 dengan 781 ribu Subscribe . Dalam animasi video tersebut, anak-anak terlihat memegang bendera Malaysia sambil bernyanyi. Namun, apa yang membuatnya menjadi sorotan tajam adalah kemiripan luar biasa antara lagu ini dengan “Halo-halo Bandung.”

Tidak hanya nada yang mirip, bahkan lirik lagu ini juga nyaris sama dengan ciptaan Ismail Marzuki. Hanya terdapat sedikit perubahan pada bagian lirik lagu yang mengganti istilah Indonesia dengan bahasa Melayu. Fenomena ini membuat warga Indonesia merasa bahwa lagu tersebut adalah bentuk penjiplakan yang tidak pantas.

Baca Juga  Ibunda Thariq Halilintar Enggan Bandingin Aaliyah Massaid dengan Fuji

Pemilik kanal YouTube, hingga saat ini, mengklaim bahwa lagu “Helo Kuala Lumpur” adalah lagu patriotik yang ditujukan untuk anak-anak Malaysia. Meskipun begitu, penonton dan pengguna media sosial di Indonesia merasa bahwa ini adalah contoh nyata penjiplakan budaya Indonesia oleh Malaysia.

Yang menarik, baik pemilik kanal maupun pemerintah Malaysia belum memberikan penjelasan resmi terkait kontroversi ini. Hal ini menimbulkan lebih banyak pertanyaan dan kebingungan di antara pengguna media sosial dan penikmat musik di kedua negara.

Perlu dicatat bahwa kasus seperti ini bukan yang pertama kali terjadi antara Malaysia dan Indonesia. Sebelumnya, Malaysia juga pernah menggunakan lagu “Rasa Sayange” saat pembukaan SEA Games 2017. Lagu ini sebenarnya diciptakan oleh Paulus Pea asal Maluku, Indonesia. Hal ini menjadi kontroversi besar saat itu, dan bahkan Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, telah menegaskan bahwa “Rasa Sayange” adalah milik Indonesia, bukan Malaysia.

Baca Juga  Pelawak Sombong, Uus Bongkar Sosok Partok Tegaskan Bercanda

Anwar Ibrahim menunjukkan bahwa klaim-klaim semacam ini muncul karena kedua negara memiliki kesamaan budaya yang sangat kental. Ini menggarisbawahi pentingnya menghormati hak cipta dan budaya masing-masing negara untuk menghindari perselisihan yang tidak perlu.

Kontroversi lagu “Helo Kuala Lumpur” adalah pengingat yang baik tentang pentingnya menghargai karya seni dan budaya satu sama lain serta menjaga integritas kreatif dalam sebuah konteks global yang semakin terhubung melalui media sosial dan platform online. Semoga, dengan adanya perdebatan ini, akan ada pemahaman yang lebih baik antara kedua negara dan masyarakatnya tentang pentingnya menghormati karya seni dan hak cipta.

Kini kesal dan kecewa, dua kata itu nampaknya lagi menggambarkan perasan warga kota Bandung untuk saat ini. Jelang hari ulang tahun kota tercinta yang ke-213, lagu nasional yang sudah sangat lekat dengan kota ini dikabarkan telah dijiplak negara lain.

Baca Juga  Indonesia Ingatkan Nasib Rohingya di PBB: Tuntutan untuk Solidaritas Global Terus Berkumandang

 

Kabar ini bahkan telah jadi perbincangan di media sosial. Lagu Halo-halo Bandung diduga dijiplak nada dan liriknya, kemudian diganti dengan Helo Kuala Lumpur. Nur (26) melihat sendiri video yang diunggah oleh kanal YouTube Lagu Kanak TV itu.

 

Dengan animasi visual dan nada yang mencuri perhatian anak-anak, video tersebut yang memperlihatkan nyanyian nada dan beberapa liriknya yang sangat mirip dengan lagu Halo-halo Bandung.

Ada beberapa lirik Halo-halo Bandung, yang diganti menjadi Helo Kuala Lumpur dengan nada yang serupa. Terlihat ada sejumlah anak-anak yang bermain dan bendera negara Malaysia berkibar dalam animasi tersebut.

Dia mengaku, baru mengetahui video tersebut dan merasa kesal setelah ia menyaksikannya. Ia juga sedih mengapa tiba-tiba lagu yang menyangkut kota kelahirannya ini malah jadi lagu negara tetangga

 

Share :

Baca Juga

Siskaeee Berjanji Bakal Kooperatif Jalani Pemeriksaan Film Porno

Dunia Hiburan

Siskaeee Berjanji Bakal Kooperatif Jalani Pemeriksaan Film Porno

Internasional

International Women’s Peace Conference (IWPC) 2023: Lee Man Hee Menyerukan Menjadi Sumber Cahaya bagi Seluruh Dunia

Internasional

Indonesia Ingatkan Nasib Rohingya di PBB: Tuntutan untuk Solidaritas Global Terus Berkumandang
Thariq Halilintar Dapat Lampu Hijau dari Keluarga Aaliyah

Dunia Hiburan

Thariq Halilintar Dapat Lampu Hijau dari Keluarga Aaliyah
Fenomena Artis Jualan di TikTok Shop Tuai Pro Kontra

Dunia Hiburan

Fenomena Artis Jualan di TikTok Shop Tuai Pro Kontra
Raffi Ahmad Pansos Langsung Dengan Presiden Jokowi

Dunia Hiburan

Raffi Ahmad Pansos Langsung Dengan Presiden Jokowi
Fakta Film Porno Berujung Siskaeee dan VV Bakal Diperiksa Polisi

Dunia Hiburan

Fakta Film Porno Berujung Siskaeee dan VV Bakal Diperiksa Polisi

Internasional

Penipuan AI: Google Gugat Penjahat Siber yang Memanfaatkan Google Bard