Home / Wisata

Senin, 25 September 2023 - 05:47 WIB

Mengenal Tradisi Perayaan Tabot Bengkulu

Poto: dok, Facebook Haikal Najwan (Tabot Tahun 2022)

Poto: dok, Facebook Haikal Najwan (Tabot Tahun 2022)

Tabot, sebuah upacara tradisi yang kental dengan nuansa keagamaan dan budaya, telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Bengkulu. Upacara ini dirayakan setiap tahun dari tanggal 1 hingga 10 Muharram untuk mengenang mati syahidnya cucu Nabi Muhammad SAW, Husein bin Ali bin Abi Thalib, dalam peperangan di Karbala, Irak, pada tahun 680 Masehi. Namun, selama berabad-abad, Tabot telah mengalami perubahan dalam pelaksanaannya dan maknanya.

Sejarah Tabot di Bengkulu dimulai pada tahun 1685 ketika Syekh Burhanuddin, yang dikenal sebagai Imam Senggolo, pertama kali mengadakan perayaan ini. Syekh Burhanuddin menikahi seorang wanita Bengkulu, dan dari pernikahan mereka lahir keturunan yang dikenal sebagai keluarga Tabot. Tradisi ini diwariskan dari generasi ke generasi dan dilaksanakan setiap tahun pada bulan Muharram.

Baca Juga  Tempat Wisata di Cibinong Terbaru dan Recommended

Awalnya, upacara Tabot memiliki nuansa keagamaan yang kuat, digunakan oleh orang-orang Syi’ah untuk mengenang Husein bin Ali bin Abi Thalib. Namun, seiring berjalannya waktu, orang-orang Sipai (keturunan Syekh Burhanuddin) melepaskan pengaruh ajaran Syi’ah dan menjadikan upacara ini sebagai bagian dari warisan leluhur mereka.

Upacara Tabot juga mengalami perubahan dalam tatacara pelaksanaannya. Di Bengkulu, terdapat 17 Tabot, mencerminkan jumlah keluarga awal yang melaksanakannya. Sementara di Pariaman, hanya terdapat 2 jenis Tabot, yaitu Tabuik Subarang dan Tabuik Pasa. Tempat pembuangan Tabot juga berbeda antara Bengkulu dan Pariaman.

Baca Juga  Kunjungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi kreatif Anugerah Desa Wisata Indonesia Desa Batu Ampar, Kepahiang, Bengkulu

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, terjadi perubahan signifikan dalam upacara Tabot. Beberapa orang mengkritik bahwa upacara ini telah kehilangan makna keagamaannya dan hanya menjadi sebuah festival budaya semata. Bahkan, muncul konsep Tabot pembangunan yang jumlahnya banyak, yang membuat hilangnya nilai sakralitas upacara.

Kritik ini mencerminkan pentingnya menjaga makna sejarah dan religius Tabot. Upacara Tabot seharusnya tetap menjadi pengingat peristiwa bersejarah Karbala dan menjadi wujud partisipasi orang-orang Sipai dalam pembinaan dan pengembangan budaya daerah Bengkulu.

Secara harfiah, Tabot berasal dari bahasa Arab Melayu yang berarti peti atau keranda yang dihiasi dengan bunga-bunga dan kain berwarna-warni. Secara simbolik, Tabot menggambarkan kebesaran Allah SWT yang membawa jenazah Imam Husein ke langit dengan Buraq sebagai medium. Ini adalah sebuah tradisi kolosal yang melibatkan banyak orang dan menjadi cerminan sikap dan pola hidup masyarakat Pariaman.

Baca Juga  Pemprov DKI dan Kemenlu RI Kolaborasi Promosikan Wisata Indonesia

Upacara Tabot adalah bukti kekayaan budaya dan religius masyarakat Bengkulu yang harus dijaga agar tidak kehilangan esensi dan nilai-nilainya. Upacara ini juga menjadi wujud persatuan umat Islam dalam mengenang peristiwa bersejarah yang mendalam. Semoga Tabot terus dijaga dan dilestarikan sebagai bagian berharga dari warisan budaya Indonesia.

Sumber: warisanbudaya.kemdikbud.go.id

Share :

Baca Juga

Wisata

Pantai Klayar di Pacitan Jawa Timur: Turis Mancanegara Boleh Coba
Berwisata Malam Yogyakarta yang Hits dan Fakta Menariknya

Wisata

Berwisata Malam Yogyakarta yang Hits dan Fakta Menariknya
3 Tempat Wisata di Bandung yang Wajib Dikunjungi 2023

Wisata

Tempat Wisata di Bandung yang Wajib Dikunjungi 2023

Wisata

Pantai Tapak Paderi: Pesona Surga Bahari di Kota Bengkulu

Desa

Peresmian Pariwisata Danau Talang Kering Desa Pahlawan, Rejang Lebong

Wisata

Wisatawan Dunia Mulai Intip Parapuar, Wisata Baru di Labuan Bajo

Wisata

Wisata Danau Mas Harun Bastari Rejang Lebong, Bengkulu, Tujuan Berakhir Pekan
Pantai Air Manis: Keindahan Alam Minangkabau Terpopuler

Wisata

Pantai Air Manis: Keindahan Alam Minangkabau Terpopuler