Home / Nasional

Selasa, 8 Juni 2021 - 17:45 WIB

Menjelang Pembelajaran Tatap Muka Juli, Pimpinan DPD RI : Dua Jam Lebih dari Cukup dalam Menyebarkan Covid-19

Jakarta ri-media.id – Mengenai rencana pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM), Pimpinan DPD RI Sultan B Najamudin meminta realisasinya mesti disesuaikan terhadap statistik pertumbuhan Covid-19 di masing-masing daerah.

“Kita menyambut baik wacana PTM yang akan dilaksanakan. Tapi ada beberapa hal yang mesti menjadi kajian oleh pemerintah. Pertama, aplikasi kebijakan harus disesuaikan dengan status zonasi masing-masing wilayah. Bagi daerah yang masih memiliki angka pertumbuhan dan sebaran tinggi virus Corona tidak mesti dipaksakan untuk belajar tatap muka,” ujar Sultan.

Apalagi saat ini, lanjut Sultan kita melihat proses vaksinasi kepada masyarakat baru sebagian kecil dilaksanakan dan memiliki tingkat efektifitas serta efikasi yang rendah.

“Tingkat progres vaksinasi untuk guru dan tenaga kependidikan (GTK) -pun patut dipertimbangkan. Dan saya belum yakin bahwa vaksinasi untuk guru dan tenaga kependidikan akan mencapai target 100 persen dalam waktu dekat,” tegasnya.

Baca Juga  Dukung Aktivitas Digital Pelanggan selama Liburan Natal dan Tahun Baru, Indosat Ooredoo Siapkan Kapasitas Jaringan 44 Petabyte per Hari

Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 melaporkan jumlah warga Indonesia yang telah menerima dosis vaksin secara lengkap bertambah 70.654 jiwa hingga Jumat (4/6), pukul 12.00 WIB.

Dengan penambahan itu maka total jiwa yang menerima dua dosis vaksin Covid-19 menjadi sebanyak 11.055.554 jiwa, demikian data Satgas Covid-19 yang diterima di Jakarta, Jumat.

Efektivitas atau efikasi vaksin Covid-19 buatan Sinovac ini pun lebih rendah dibandingkan dengan hasil uji coba vaksin yang sama di Brazil dan Turki. Hasilnya, efikasi di Indonesia jauh di bawah tingkat efikasi vaksin yang sama yang diuji cobakan di negara lain seperti Brazil yang sebesar 78 persen atau di Turki yang mencapai 91,25 persen. Dan ini dapat dilihat dari tingkat efektivitas vaksin Covid-19 buatan Sinovac China di Indonesia hanya 65,3 persen.

Baca Juga  Wagub Bengkulu Apresiasi Program Listrik dan Tabung Gas Gratis yang Dilaksanakan Dinas ESDM

Jadi menurut senator muda tersebut, pemerintah harus tetap mengedepankan aspek keselamatan masyarakat dengan memperketat interaksi manusia guna menekan angka sebaran Covid-19.

Sultan juga menambahkan bahwa tingkat mordibitas memang terbaca rendah pada anak-anak di Indonesia, tapi itupun sangat mungkin disebabkan oleh proses tracing yang rendah. Dengan angka tingkat kesakitan anak-anak tersebut ternyata memiliki tingkat mortalitas (kematian) di Indonesia yang cukup mengkhawatirkan.

Maka imbauan dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) pada (27/4/2021) yang belum merekomendasikan aktifitas pelaksanaan PTM harus menjadi rujukan utama. Dan Sultan menyayangkan bahwa seharusnya sebelum dihadirkan kebijakan tersebut, Kementerian harus meminta pendapat kepada banyak pihak yang berkompeten, yang berpijak pada paradigma dari dunia medis.

“Selanjutnya kalaupun tetap dirasakan perlu melaksanakan tatap muka, selain menyiapkan Protokol kesehatan dan dukungan alat tes pemeriksaan kesehatan, Sekolah Juga dituntut untuk dapat berinovasi baru dalam proses belajar mengajar seperti melaksanakan tatap muka diruang terbuka,” tegasnya.

Baca Juga  Helmi Hasan Pertegas Waktu Cuti ASN Hingga Syarat-Syarat Mudik Lebaran Untuk Masyarakat

Terakhir, Sultan juga menyoroti tentang mutasi virus Corona yang telah menyebar ke banyak negara, termasuk Indonesia.

“Varian Corona ‘Delta’ atau strain B.1617.2 disebut lebih menular daripada varian ‘Alpha’ dan sudah menyebar di lebih dari 60 negara. WHO pun memperingatkan negara-negara di dunia tak gegabah dalam melonggarkan protokol kesehatan dan aktivitas sosial karena bisa menimbulkan bencana bagi yang belum divaksinasi. Maka atas kondisi ini kita sekali lagi harus mengkaji seluruh dampak dan resiko apabila proses tatap muka tetap dijalankan. Sebab dua jam sangat rentan dalam proses penularan virus Corona,” tutupnya. (***)

Share :

Baca Juga

DPD RI

Ketua DPD RI Dorong Realisasi Proyek Strategis Nasional di Jatim

Nasional

Gubernur Mahyeldi Beri “Bekal” untuk 100 Mahasiswa KKN di Padang Pariaman

DPD RI

Ketua DPD Minta Pemkab Pandeglang Perhatikan Nasib Ratusan Guru Honorer

DPD RI

Gubernur NTT Gagas Masuk Sekolah Jam 5 Pagi, Sultan: Terobosan Penting

Nasional

Target ke Depan, KPN Provinsi Bengkulu Bisa Berkontribusi Lebih untuk Pengembangan UKM

DPD RI

Waket DPD RI Minta Presiden Kecam PM India Atas Kekerasan dan Diskriminasi Agama

Nasional

Rejang Lebong Gelar Muscab Kwarcab ke-XIII Gerakan Pramuka, Hamka Sabri: Semoga Terpilih KaKwarcab Berkualitas

Nasional

KNPI Bangun Sinergitas Bersama Dinas Pariwisata Menuju Kota Wisata Bahagia