Home / DPD RI / Nasional

Minggu, 11 September 2022 - 15:43 WIB

Nasabah Pinjol Bunuh Diri, Sultan Minta OJK Masifkan Sosialisasi Literasi Keuangan

Jakarta – Tingginya minat masyarakat terhadap tawaran pinjaman online atau Pinjol ilegalĀ  kembali menimbulkan korban yang mengalami ancaman dan tekanan jiwa yang berujung bunuh diri.

Fenomena Pinjol di satu menjadi solusi keuangan yang sangat digandrungi masyarakat, namun mekanisme penagihan yang tidak manusiawi sering kali menjadi ancaman secara psiko-sosial.

Adalah GRD (30) pria yang berprofesi sebagai perawat asal Jalan Suripto, Surabaya nekat mengakhiri hidupnya lantaran terjerat pinjol. Ia juga mendapat teror karena tak bisa membayar cicilan pinjolnya.

Baca Juga  Bupati Kerinci Diwakili Pj.Sekda Asraf Menghadiri Kenduri Sko Depati Muaro Langkap

Menanggapi hal tersebut, Wakil ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan B Najamudin mengaku sangat prihatin dengan pilihan masyarakat yang tidak berhati-hati dalam memutuskan untuk mengajukan pinjaman kepada lembaga keuangan berbasis digital. Problemnya ada pada rendahnya literasi keuangan masyarakat kita.

Baca Juga  Wakil Bupati HST Secara Resmi Membuka TMMD ke-112 Kodim 1002/HST

“Perkembangan teknologi dan informasi hampir selalu menimbulkan motif kejahatan sosial Ekonomi, terutama yang berkaitan dengan data pribadi dan keuangan. Masyarakat harus dibekali dengan Literasi keuangan yang memadai”, ungkap Sultan melalui keterangan resminya pada Minggu (11/09).

Mantan wakil Gubernur Bengkulu itupun mengungkapkan bahwa berdasarkan survei OJK, indeks literasi keuangan kita masih hanya 38,03 persen, sedangkan indeks inklusi keuangan nasional sebesar 76,19 persen. Artinya terdapat gap yang sangat beresiko bagi masyarakat Indonesia yang cenderung ceroboh dalam mengambil keputusan keuangan.

Baca Juga  LaNyalla: Indonesia Dapat Dirawat dengan Sikap Negarawan, Bukan Politisi

“Kami mendorong Pemerintah melalui OJK untuk memasifkan sosialisasi terkait potensi dan motif kejahatan keuangan di era digital demi meningkatkan kualitas literasi keuangan masyarakat. Dampak rendahnya kualitas literasi keuangan bahkan memakan korban masyarakat yang tergolong berpendidikan di banyak daerah”, tutupnya.

Share :

Baca Juga

DPD RI

Buya Syafii Maarif Dukung Progul Mahyeldi-Audy Membangun Sumbar

DPD RI

Lakukan Kunjungan Kerja di Provinsi Jawa Tengah, Hasan Basri Ingatkan Pentingnya Optimalisasi Penguatan Peranan DPD RI

DPD RI

Dugaan Anggaran Pasien (Fiktif) Covid-19 Dicairkan, Waket DPD RI Minta Aparat Penegak Hukum Tindak Tegas

DPD RI

Minta Pemerintah Tidak Mencabut Beasiswa Mahasiswa di Aceh, SBN: Mereka Hanyalah Korban

DPD RI

LaNyalla: Kerjasama Industri dengan Asing, Harus Perkuat Kedaulatan

DPD RI

Rekrut 56 Pegawai KPK, Ketua Komite I DPD RI Fachrul Razi Apresiasi Langkah Kapolri

DPD RI

Kepada Sandiaga, Sultan Akui RUU Omnibus Law Cipta Kerja Sangat Urgent Bagi Pengembangan UMKM

Nasional

ALB dan Munas Kadin Digelar, Sanksi Pidana Menanti