Home / DPD RI / Nasional

Kamis, 7 Oktober 2021 - 17:44 WIB

Pencari Keadilan sampai Bersujud, Ketua DPD RI: Aparat Negara Harus Perlakukan Mereka dengan Baik

Jakarta ri-media.id – Upaya mencari keadilan yang dilakukan sejumlah warga di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), turut menyita perhatian Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. Pasalnya warga yang terdiri dari sejumlah wanita itu sampai harus bersujud dari kantor-kantor.

Menurut LaNyalla, tidak seharusnya pencari keadilan dibiarkan bersujud dari kantor ke kantor.

“Terlepas dari kasus yang terjadi, pelaku unjuk rasa ini adalah ibu-ibu, para istri dan anggota keluarga yang suaminya ditahan. Mereka berhak mendapatkan penjelasan dan keterangan dari pihak terkait. Sehingga tidak perlu mereka memohon dan bersujud seperti itu,” kata LaNyalla, Kamis (7/10/2021).

Baca Juga  Antisipasi Potensi Tsunami di Pacitan, Ketua DPD RI Minta Pemerintah Siapkan Skenario Penyelamatan

Senator asal Jawa Timur itu menegaskan, aspirasi yang disampaikan masyarakat seharusnya diserap, ditampung dan dicarikan solusi.

“Sebagai manusia, kita tetap harus memiliki sisi empati. Bagaimanapun aparatur pemerintahan, termasuk juga kepolisian dan anggota DPRD, harus lebih dekat dengan masyarakat. Harus mendengar keluhan mereka,” kata LaNyalla.

LaNyalla meminta agar peristiwa serupa tak boleh terulang lagi. Dalam kondisi dan situasi apapun, masyarakat sebagai pemilik suara harus diperlakukan dengan baik dalam mencari keadilan.

Aksi unjuk rasa pada 29 September 2021 lalu, dilakukan para istri, dan anggota keluarga 21 tersangka kasus Golo Mori, Kecamatan Komodo, Labuan Bajo. Dalam kasus itu, para suami mereka sudah tiga bulan mendekam di penjara.

Baca Juga  PKH Tepat Sasaran, Warga yang Sudah Keluar dari Kategori Miskin akan Dicoret

Melania Mamut, istri tersangka Hironimus Alis, menangis histeris dan bersujud saat berada di Kantor Kepolisian Resor (Polres) Mabar. Ia besujud di kaki Wakapolres Kompol Eliana Papote, sembari memohon agar suaminya dibebaskan. Kompol Eliana yang tak kuasa menahan haru, memeluk Melania.

Selepas dari Kantor Polisi, mereka mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Manggarai Barat (Mabar). Aksi berlanjut ke Kantor Bupati Manggarai Barat. Mereka menyampaikan tuntutan serupa. Sayangnya, saat di kantor itu, Bupati, Wakil Bupati, dan Sekda tidak berada di tempat.

Baca Juga  Perekonomian Indonesia Dinilai Stabil

Terakhir, ibu-ibu itu mendatangi Kantor DPRD Mabar. Di hadapan Ketua DPRD, Martinus Mitar dan Wakil II DPRD, Darius Angkur, Melania kembali bersujud. Sembari memohon agar membebaskan suami mereka.

Sebelumnya, aparat kepolisian menangkap 21 warga terkait sengketa tanah di Desa Golo Mori, Kabupaten Manggarai Barat, karena alasan untuk mencegah konflik lebih meluas.

Kawasan Golo Mori adalah salah satu kawasan yang rencananya dikembangkan menjadi lokasi pembangunan besar-besaran untuk persiapan pertemuan KTT G-20 pada 2023 mendatang. (***)

Share :

Baca Juga

Nasional

HAB Kemenag ke-76, Kakanwil Kemenag Provinsi Bengkulu Resmi Buka Turnamen Voli dan Kegiatan Lainnya

Nasional

BOR Nakau – Air Sebakul Berikan Efek Besar Pagi Peningkatan Ekonomi Masyarakat

DPD RI

Pertumbuhan Ekonomi 2023 Dipatok 5,3 Persen, Sultan: Realistis Jika Subsidi Energi Dipertahankan

Nasional

Dinas Kominfo Membuat Program Layanan 112 Komitmen Membahagiakan Masyarakat

Nasional

Gubernur Herman Deru Dorong HAPI Tingkatkan Kadarkum di Sumsel

Nasional

Benarkah Setiap Manusia Wajib Berdakwah?

DPD RI

Ditengahi DPD RI, Pelindo III Setuju Lanjutkan Kerja Sama dengan Mitra

DPD RI

Atasi Kelangkaan BBM, DPD RI Pertemukan Pemprov Bengkulu- Kementerian ESDM