Home / Internasional

Rabu, 15 November 2023 - 12:25 WIB

Penipuan AI: Google Gugat Penjahat Siber yang Memanfaatkan Google Bard

Foto: dok, Gramedia

Foto: dok, Gramedia

Jakarta, ri-media.id – Google telah mengambil langkah hukum di California, Amerika Serikat, dengan menggugat sekelompok penipu siber yang menggunakan nama layanan kecerdasan buatan (AI) Google Bard untuk menyebar malware. Penipu tersebut, diduga berasal dari Vietnam, telah membuat halaman media sosial dan iklan online palsu untuk memikat pengguna internet.

Dilangsir dari inet.detik.com. Dalam gugatannya, Google menuduh penipu online tersebut menggunakan postingan yang dipromosikan di Facebook untuk menyebarkan malware. Jika pengguna mengunduh aplikasi palsu ini, perangkat mereka dapat terinfeksi malware yang dapat mencuri informasi sensitif, seperti username dan password media sosial.

Baca Juga  Gempa Besar di Maroko Ribuan Meninggal dan Terluka

“Tergugat adalah tiga individu yang tidak diketahui identitasnya yang mengklaim menyediakan ‘versi terbaru’ Google Bard untuk diunduh,” ungkap Google. Mereka tidak memiliki afiliasi dengan Google, meskipun berusaha pura-pura terafiliasi dan menggunakan merek dagang Google untuk menipu pengguna yang tidak waspada.

Gugatan ini menggarisbawahi bagaimana teknologi AI generatif, seperti Google Bard, dapat dieksploitasi oleh penjahat siber untuk tujuan jahat. Kasus ini mencerminkan risiko bagi pengguna yang mungkin tidak sepenuhnya memahami teknologi ini. Penipu dalam kasus ini memanfaatkan ketidaktahuan pengguna dengan menggambarkan Bard sebagai layanan berbayar atau aplikasi yang harus diunduh, padahal sebenarnya Bard tersedia secara gratis melalui situs web resmi bard.google.com.

Baca Juga  NASA Sukses Menambang Oksigen di Mars: Langkah Penting Menuju Kolonisasi Manusia

Google juga telah melakukan langkah-langkah takedown dengan mengajukan sekitar 300 permintaan untuk menghapus konten terkait penipu ini. Namun, perusahaan teknologi ini tidak hanya menginginkan pemblokiran domain berbahaya penipu di masa mendatang, tetapi juga menuntut agar mereka dinonaktifkan dari pendaftar domain AS.

Baca Juga  Bengkulu - Singapura: Jejak Sejarah yang Terlupakan

Kejadian ini menyoroti pentingnya keamanan siber di era di mana teknologi AI semakin meresap ke dalam kehidupan sehari-hari. Google, sebagai pemimpin dalam industri ini, berkomitmen untuk melindungi pengguna dan mengejar pelaku kejahatan siber yang berusaha mengeksploitasi teknologi AI untuk kepentingan mereka sendiri.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Malaysia Diduga Jiplak Lagu Halo-halo Bandung Jadi Helo Kuala Lumpur

Dunia Hiburan

Malaysia Diduga Jiplak Lagu Halo-halo Bandung Jadi Helo Kuala Lumpur

DPD RI

Bicara Di Kyongwoon University, Sultan Ajak Korea Selatan Kolaborasi Majukan Pendidikan Vokasi Indonesia

Internasional

NASA Sukses Menambang Oksigen di Mars: Langkah Penting Menuju Kolonisasi Manusia

Internasional

Indonesia Ingatkan Nasib Rohingya di PBB: Tuntutan untuk Solidaritas Global Terus Berkumandang

Internasional

Internasional Forum Dalam Rangka Memperingati Genap 18 Tahun Tragedi Takbai

Internasional

Investasi Prancis Untuk Indonesia di Apresiasi Presiden Joko Widodo

Internasional

Ketua IWPG Hyun Sook Yoon: Wanita Dunia Kawal DPCW Agar Segera Menjadi UU di PBB

Internasional

“Mempresentasikan Cetak Biru Pelembagaan Perdamaian melalui “Pertemuan International Women’s Peace Group 2022”