Home / DPD RI / Nasional

Jumat, 23 April 2021 - 11:36 WIB

Pimpinan DPD RI Minta 135 WNA Asal India Dikarantina 2 Pekan

Jakarta ri-media.id – Pimpinan Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Sultan B. Najamudin (SBN) meminta pihak karantina kesehatan Kementerian Kesehatan memperpanjang masa karantina 135 warga negara India yang baru saja memasuki wilayah Republik Indonesia (RI) selama dua pekan.

“Kita harus waspada, tapi ini bukti bahwa Indonesia tidak benar-benar serius dalam mengendalikan epidemi Covid-19 dari luar negeri. Kita berpotensi kebobolan lagi,” tegas senator muda asal Bengkulu itu kecewa, Jumat (23/4/21).

Sejauh ini, ungkap Sultan, pemerintah sudah sangat serius dan tegas dalam upaya pengendalian epidemi Covid-19 di dalam negeri, hingga harus membatasi tradisi mudik bagi masyarakat.

Baca Juga  Cara Lulus Uji Praktik SIM C Terbaru

“Memberikan ruang kepada WNA (warga negara asing, red) yang negaranya sedang dirundung gejolak pandemi sangat kontraproduktif dengan misi penanggulangan pandemi. Disamping proses vaksinasi masih dalam cakupan yang kecil,” tambah Sultan.

Menurutnya, pemerintah harus memberikan batasan yang tegas bagi kehadiran WNA dari negara tertentu yang dianggap dapat membahayakan keselamatan warga negara.

Baca Juga  Walikota : Rumah Ibadah Jangan Ditutup

“Bahwa prinsip ‘Salus Populi Suprema Lex Esto‘ atau keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi harus dijunjung tinggi oleh pemerintah. Jangan kita main-main dengan keselamatan warga negara, sementara kesediaan dan proses vaksinasi belum mampu menjanjikan memutuskan mata rantai epidemi Covid-19,” jelas mantan ketua HIPMI Bengkulu ini.

Sebelumnya, Kasubdit Karantina Kesehatan Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan Benget Saragih menyebut, Indonesia kedatangan ratusan Warga Negara Asing (WNA) dari India melalui Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (21/4) malam.

Baca Juga  Hukum Menunda Bayar Fidyah Hingga Ramadan Berikutnya Tiba

Benget mengaku cukup khawatir akan kedatangan 135 WNA India itu, sebab diketahui India tengah dilanda ‘Tsunami Covid-19‘ dalam dua bulan terakhir. Selain itu, India diketahui tengah berjibaku melawan mutasi virus SARS-CoV-2 varian B1617 yang bermuatan mutasi ganda.

Selanjutnya, pada saat kedatangan, dilakukan tes ulang PCR tes swab bagi pelaku perjalanan internasional dan diwajibkan menjalani karantina terpusat selama 5 x 24 jam. Setelah itu kembali dilakukan PCR tes swab untuk kedua kalinya. (***)

Share :

Baca Juga

DPD RI

UU HPP Jangan Sampai Jadi Jebakan Laju Pertumbuhan Ekonomi Kelas Menengah

Nasional

9 Pengurus KNPI Kecamatan Se- Kota Bengkulu Resmi Didefinitifkan

Nasional

TNI AL LANAL Bengkulu Laksanakan Kegiatan Pembinaan Ketahanan Wilayah (Bintahwil) Maritim Tahun 2022

Nasional

Peningkatan Keamanan di Perbatasan, Satgas Yonif 122/TS Ringkus 2 Orang Tak Di Kenal

Nasional

Rakor dan Silaturahmi ke Pemkot Bengkulu, Berikut Pesan Gubernur Rohidin

Nasional

GSPI, PMKRI dan Koperasi Minta Kejelasan Implementasi Perda Provinsi Bengkulu No 6 Tahun 2013

Nasional

Artis Js Jalani Pemeriksaan Kesehatan

Nasional

Kepala SMA Negeri 4 Lubuklinggau Memantau Langsung Pelaksanaan USP