Home / DPD RI / Nasional

Selasa, 14 Maret 2023 - 09:32 WIB

Produktivitas Anjlok, Sultan Dorong Pemerintah Revitalisasi dan Hilirisasi Karet Alam

Jakarta – Sebanyak 14 pengusaha ban dilaporkan hengkang dari Medan kerena sudah tidak lagi mempunyai bahan baku untuk memproduksi ban. Padahal, ban hasil produksi Medan memiliki kualitas standar mutu tinggi bertaraf Internasional.

Mengetahui hal ini, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan B Najamudin mengingatkan pemerintah untuk memberikan perhatian khusus terhadap petani dan industri perkebunan karet di daerah.

“Industri perkebunan karet alam kita sedang berada dalam situasi yang tidak menggembirakan akhir-akhir ini dengan hasil produksi yang terus menurun di banyak daerah. Data Dirjend perkebunan 2017-2021 menunjukkan produksi karet kita menyusut hingga minus 9 persen”, ungkap Sultan melalui keterangan resminya pada Jum’at (17/02).

Baca Juga  Masalah Limbah Masker, Ketua DPD RI Dorong Inovasi Ramah Lingkungan

Menurutnya, penurunan produktivitas karet disebabkan para petani semakin tidak minat menanam karet alam lagi. Dikhawatirkan masalah ini akan mempersulit para pengusaha ban memperoleh bahan baku.

Karena 80 persen produsen karet alam didominasi oleh para petani kecil, kata Sultan, nyaris tidak terdengar adanya korporasi karet di Indonesia, sehingga hampir tidak ada juga perhatian pemerintah terhadap Komoditi perkebunan ini.

Baca Juga  Dandim 1702/Jayawijaya : Pembentukan 3 DOB Provinsi Di Papua Mempercepat Pembangunan

“Kami mendapati keluhan petani terhadap anjloknya harga karet terjadi masif di daerah penghasil utama karet. Dan diproyeksikan harga karet akan menurun hingga ke US$1,23 per kilogram pada tahun 2023 seiring adanya ancaman resesi yang membuat penurunan permintaan terhadap karet alam”, ujar mantan Wakil Gubernur Bengkulu itu.

Oleh karena itu, kata Sultan, kami mendorong Pemerintah melihat hal ini sebagai kesempatan untuk melakukan hilirisasi dan inovasi karet alam, termasuk revitalisasi industri perkebunan karet. Sehingga harga karet alam dalam negeri bisa kembali naik sesuai harapan para petani.

Baca Juga  Pengumuman Administrasi Calon Anggota PPS Tahun 2020 Untuk Wilayah Kota Bengkulu

“Petani karet perlu diberikan insentif fiskal dan jaminan harga yang proporsional terutama untuk memenuhi kebutuhan karet alam dalam negeri”, lanjutnya.

“Pemerintah juga harus mampu mengendalikan peredaran karet sintesis dalam industri otomotif dalam negeri. Jangan hanya memberikan insentif fiskal dan kebijakan kepada industri nikel dan kendaraan listrik saja”, tegas Sultan. (**)

Share :

Baca Juga

DPD RI

KPK RI Datangi DPD RI, Ada Apa?

Nasional

Tingkatkan Kewaspadaan, Pemkot Imbau Warga Taat Prokes

Nasional

Menjelang Pembelajaran Tatap Muka Juli, Pimpinan DPD RI : Dua Jam Lebih dari Cukup dalam Menyebarkan Covid-19

Nasional

Peringkat Capaian Vaksinasi Kota Bengkulu Menurun, Ini Penjelasan Kadis Kominfo

Nasional

Wako Ahmadi dan Wawako Antos Sambut Kunjungan Silaturahmi Wali Kota Bengkulu Helmi Hasan

Nasional

Dansatgas Yonif RK 115/ML Jalin Komunikasi yang Baik dalam Bantu Pembangunan Honai Eks KSTP Yambi

DPD RI

Senator Filep Kritisi Penyebutan OAP Target Pembinaan Cartenz

Nasional

Cium Indikasi Eksploitasi Anak, Wawali Minta DP3APPKB dan Dinsos Turun ke Jalan