Home / Nasional

Jumat, 30 April 2021 - 10:34 WIB

Puasa Tapi Tak Jalankan Shalat Wajib? Ustadz Maulana dan Buya Syafi’i Menjawab

Dakwah ri-media.id – Puasa Ramadhan memang selalu ditunggu kehadirannya oleh setiap umat Muslim di seluruh dunia.

Mereka berharap, akan mendapatkan beribu kebaikan yang berlipat ganda ketika menjalankan setiap amalan ibadah di bulan suci tersebut.

Namun, tak jarang manusia sebagai makhluk ciptaan Allah SWT yang tak lepas oleh segala luputnya, sering kali lalai untuk menjalankan ibadah shalat wajib ketika di bulan Ramadhan.

Lantas, bagaimana hukum orang yang berpuasa Ramadhan tetapi tidak menjalankan ibadah shalat wajib? apakah puasanya akan tetap sah?

Tetap sah

Penceramah Ustaz Maulana mengatakan bahwa orang yang berpuasa tetapi tidak melakukan shalat wajib maka puasanya tetap dianggap sah.

Hal itu, kata Ustaz Maulana, dikarenakan ibadah shalat adalah ibadah tersendiri dan ibadah puasa juga ibadah tersendiri.

Baca Juga  Bolehkah Makan saat Waktu Imsak? Ini Kata Ustaz Abdul Somad

“Maka kalau shalat lalu tidak puasa maka shalatnya tetap sah, begitu pula kalau puasa lalu tidak shalat maka tetap sah puasanya,” kata Ustaz Maulana saat dihubungi Kompas.com, Selasa (28/4/2020).

Kendati tidak membatalkan puasa, meninggalkan shalat baik di bulan Ramadhan maupun tidak, amatlah sangat disayangkan.

Pasalnya, hal pertama yang diperiksa di akhirat kelak adalah ibadah shalat dari orang tersebut, kemudian disusul ibadah yang lain.

“Maka pahala puasa akan diperoleh jika shalatnya sudah diproses,” jelas Ustaz Maulana lagi.

“Dan harusnya kita memuliakan Ramadhan dan menghidupkan Ramadhan dengan ibadah terutama ibadah wajib,” sambungnya.

“Shalat merupakan ibadah pokok dalam Islam dan wajib dikerjakan bagi orang yang sudah memenuhi persyaratan. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa shalat ialah amalan pertama yang dilihat (hisab) Allah di hari akhirat kelak,” (HR Ibn Majah).

Baca Juga  HKTI Provinsi Bengkulu Matangkan Persiapan Pelantikan HKTI Kota, Ketua KNPI Kota Menjadi Calon Ketua

Dalam hadis lain juga dikatakan:

“Antara hamba (mukmin) dan kafir ialah meninggalkan shalat,” (HR Ibnu Majah).

Menurut Ustaz Maulana, hal itu sebagaimana disebutkan dalam kitab Fiqih Taqrirotus Sadidah:

“Pembatalan puasa itu dibagi menjadi dua kategori: pertama, pembatalan yang merusak pahala puasa, namun tidak membatalkan puasa itu sendiri. Kategori ini dinamakan muhbithat (merusak pahala puasa) dan tidak diwajibkan qadha; kedua, sesuatu yang dapat membatalkan puasa dan merusak pahalanya. Bila melakukan ini tanpa udzur, maka wajib meng-qadha puasa di hari lainnya. Kategori ini dinamakan mufthirat (membatalkan puasa).”

Meski tetap sah, orang yang menjalankan puasa tapi tidak melaksanakan shalat wajib cenderung merugi, karena hanya mendapatkan haus dan lapar saja ketika berpuasa.

Baca Juga  Kunker Wapres Berjalan Aman Dan Lancar di Provinsi Papua, Berkat Sinergi TNI-Polri dan Pemda Serta Masyarakat

Dianjurkan tidak meninggalkan keduanya

Hal senada juga diungkapkan Ahmad Syafi’i Maarif atau yang kerap disapa Buya Syafi’i Maarif.

Dikonfirmasi secara terpisah, Buya Syafi’i menegaskan bahwa seseorang yang tidak beribadah shalat saat bulan Ramadhan, maka puasanya tetap dianggap sah.

Kendati demikian, Buya Syafi’i menganjurkan untuk tidak meninggalkan shalat wajib karena shalat itu sendiri adalah tiang agama.

“Tentu tidak batal, tetapi shalat tiang agama,” jelas Buya Syafi’i.

Buya Syafi’i menekankan kepada setiap muslim bahwa beribadah haruslah secara optimal atau total.

Namun, ada pengecualian bagi mereka yang tengah dalam keadaan belajar dan berhalangan.

Sumber :

Kompas.com

Share :

Baca Juga

Nasional

Wartawan Ikut Bursa Pemilihan Ketua KONI, Heryandi Amin Kantongi 16 Cabor

Nasional

Berjalan Khidmat, Dandim 0423 BU Pimpin Upacara Pengibaran Bendera HUT ke-76 RI Kab BU

DPD RI

Migor Langka Di Berbagai Daerah, Sultan Tantangan Pemerintah Evaluasi Izin Industri CPO

Nasional

Helmi Hasan Hadiri Peresmian Gedung Baru SD Islam Al Azhar 51 Bengkulu

Nasional

Usai Ditetapkan Tersangka, EAP als ANJ Jalani Assesment Selama 3 Jam Lebih di BNNP Jakarta

Nasional

Pejabat Pemkot Hadiri Acara Zikir dan Doa Kebangsaan 76 Tahun Indonesia Merdeka

Nasional

Kemenag Gelar Bahtsul Masail, Bahas Haji pada Masa Pandemi

DPD RI

Ketua DPD RI: Kunci Pemberantasan Narkoba Adalah Kesadaran Bersama