Home / Literasi & Opini

Jumat, 12 November 2021 - 20:11 WIB

Republik Humor

Zacky Antony

DITENGAH himpitan ekonomi, terkadang humor dibutuhkan. Agar kita jangan terlalu serius memikirkan problem hidup. Jalani kehidupan ini secara wajar. Menangis lah saat memang harus meneteskan air mata. Tersenyumlah saat harus tersenyum. Dan tertawalah menakalah ketemu humor —yang lucu tentu saja he he.

Pilpres masih tiga tahun lagi. Tapi humor-humor politik sudah bermunculan. Pekan ini misalnya, muncul deklarasi dukungan dari PCR untuk Luhut B Panjaitan dan Erick Thohir menjadi Capres dan Cawapres tahun 2024. Sorry, ini bukan PCR syarat untuk penumpang pesawat terbang yang panen protes itu. PCR yang mendukung Luhut dan Erick adalah Pendukung Cinta Republik.

Tidak main-main. Deklarasi dukungan pencapresan Luhut itu disampaikan dalam sebuah acara konferensi pers di kawasan Cempaka Putih, Jakarta. Koordinator PCR, Fuadul Aufa mengambil momentum peringatan Hari Pahlawan untuk menyampaikan kabar tersebut kepada wartawan.

Dukungan PCR itu sindiran atau sungguhan? Anda punya jawaban masing-masing. Yang pasti, deklarasi dukungan PCR ini digelar selang beberapa pekan usai temuan sejumlah menteri dan pengusaha kakap yang diduga terlibat bisnis PCR. Sejumlah nama pejabat terlacak terafiliasi dengan perusahaan bisnis PCR. Temuan ini diungkap majalah Tempo edisi 1-7 November 2021.

Dua menteri yang disebut dalam laporan investigasi Majalah Tempo adalah Luhut Binsar Panjaitan dan Erick Thohir. Satu menteri dikenal sebagai menteri semua urusan. Ya, Luhut sempat dijuluki perdana menteri. Perannya lebih menonjol ketimbang Wapres sekalipun. Satu menteri lagi dikenal sebagai pengusaha sukses sekaligus pernah menjadi bos klub sepakbola ternama, Inter Milan.

Baca Juga  Kemajemukan dalam Demokrasi Kita

Bisnis PCR yang diungkap majalah tempo adalah bisnis tes reaksi berantai polymerase sebagai syarat penerbangan. Kebijakan wajib PCR bagi penumpang pesawat itu dibungkus dalam Instruksi Mendagri No 53 tahun 2021. Berubah dari sebelumnya cukup hasil negatif tes anti gen dan sertifikat dua kali vaksin.

Humor ini lalu dilukiskan oleh sebuah meme, entah siapa yang buat. Ada empat gambar pejabat dan politisi. Luhut, Erick, Muhaimin dan Romahurmuziy. Pada foto Luhut tertera tulisan “Aku tidak ambil untung.” Diikuti foto Erick di sebelah kanan bertuliskan “Aku juga.” Foto Luhut dan Erick ditampilkan wajah datar.

Di bagian bawah foto keduanya, ada foto Muhaimin Iskandar dan Romahurmuziy sedang terpingkal-pingkal. Di foto Muhaimin seolah bertanya kepada Romahurmuzy “Lu percaya?” dengan wajah menoleh ke samping. Lalu mantan ketum PPP itu seolah-olah memberi jawaban “kagak” dengan mimik tertawa lebar. He he. Jangan serius. Namanya juga humor.

Akhir Juli lalu, panggung humor terbesar muncul di Palembang. Dagelan itu bertajuk “sumbangan 2 triliun.” Humor itu awalnya tidak banyak melahirkan tawa. Tapi pekan-pekan berikutnya humor itu sukses membuat banyak orang terpingkal-pingkal.

Baca Juga  Cara Budidaya Jamur Tiram, dan Keuntungannya

Sukses humor 2 triliun berlipat ganda. karena yang “keno budi“ (dibohongi) dalam humor of the year itu tetap percaya duitnya ada. Geleng-geleng kepala la, sebelum geleng-geleng kepala itu dilarang. He he.

Sebelumnya, humor tak kalah heboh bertajuk “Sunda Empire” yang diklaim beranggotakan 54 negara. Rangga Sasana, raja Sunda Empire, sukses membuat orang terpingkal-pingkal dengan menyatakan seluruh Negara di dunia harus mendaftar ulang ke Indonesia pada 15 Agustus 2020. Rangga bukan asal omong. Dia menunjukkan kekaisaran Sunda Empire itu nyata. Seluruh anggota kerajaan memiliki seragam kekaisaran.

Tapi karena humornya sudah keterlaluan, tiga petinggi kekaisaran Sunda Empire berujung hukuman 2 tahun penjara karena dianggap menyebar kebohongan dan meresahkan.

Jauuhhhh sebelumnya lagi, di Probolinggo publik masih ingat ada pula humor penggandaan uang dengan pelakon Dimas Kanjeng alias Taat Pribadi. Di padepokannya Dimas Kanjeng melakukan penggandaan uang ratusan juta hingga miliaran. Awalnya, banyak orang terpukau. Termasuk politisi sekelas Marwah Daud.

Tapi belakangan Dimas Kanjeng sukses membuat orang tersenyum dan terpingkal-pingkal melihat atraksinya menggandakan uang. Sekali lagi, karena sudah kelewatan, humor itu berujung penjara juga. Dia dihukum 4 tahun dalam kasus penggandaan uang. Dan 18 tahun dalam kasus pembunuhan di padepokan.

Orang Indonesia Suka Humor
Kalau sekarang banyak humor di negeri ini, 44 tahun yang lalu Mochtar Lubis, wartawan kawakan Indonesia, sudah menyebut sisi-sisi baik orang Indonesia. Salah satunya adalah suka humor. Orang Indonesia dapat tertawa meski dalam penderitaan. Di kampong-kampong, di tengah sawah, ladang, sungai atau kebun, selalu muncul kebahagiaan di tengah kesederhanaan.

Baca Juga  Ketika Kampanyekan 'Kotak Kosong' Hukumnya 'Abu-abu'

Orang Indonesia kata Mochtar Lubis, punya sifat gotong royong yang tinggi, otaknya encer, berhati lembut, cinta damai, suka menolong, penyabar dan ikatan kekeluargaan erat.

Tapi orang Indonesia juga punya sisi buruk. Ada enam ciri buruk orang Indonesia yakni hipokrit atau munafik, enggan bertanggungjawab, berjiwa feodal, percaya tahayul, artistik dan suka boros, tidak hemat, senang berpakaian bagus.

Humor Makin Banyak
Menjelang Pilres dan Pemilu 2024, humor-humor politik akan banyak bermunculan di tanah air. Humor-humor itu akan muncul sendiri. Baik lewat kata-kata, sikap, tindakan maupun kebijakan.

Ngomong-ngomong soal humor, saya jadi teringat humor Gus Dur ketika membubarkan Departemen Sosial. Mengapa dia harus membakar lumbung untuk membunuh tikus. Kata Gus Dur, lumbungnya terpaksa dibakar karena tikus sudah menguasai lumbung.

Korupsinya, kata Gus Dur, gede-gedean. Eh, sekarang Mensos nya benar-benar ditangkap. Tersenyumlah, sebelum tersenyum itu dilarang.

Salam humor.

Penulis adalah wartawan Utama yang juga Ketua Dewan Kehormatan PWI Provinsi Bengkulu

Share :

Baca Juga

Literasi & Opini

PLTU di Teluk Sepang ; Monumen Kapitalis, Cendera Mata Kezaliman Penguasa

Literasi & Opini

Memahami Penyebab Kepuasan Kerja dan Perilaku Kesukarelawan Pekerja : Sebuah Penelitian

Literasi & Opini

Pulihkan Mangrove, Pulihkan Bengkulu

Literasi & Opini

Kota Kasim

Literasi & Opini

Berpikir Hanyalah Guyonan

Literasi & Opini

Seperti Bola : Akan Ditendang oleh KPU atau Bawaslu ???

Literasi & Opini

PROFIL PROF. IMAM MAHDI (1) LURAH YANG MENJADI GURU BESAR

Literasi & Opini

Tulisan Azam tentang Pemuda dan Institusional Kritik