Home / DPD RI / Nasional

Kamis, 25 November 2021 - 06:45 WIB

Sultan Dukung Gagasan Jenderal Dudung Merangkul KKB

Jakarta – Wakil ketua Dewan Perwakilan Daerah RI Sultan B Najamudin mengaku mendukung gagasan kepala staf angkatan darat (KASAD) Jenderal Dudung Abdurahman yang mendorong agar negara melalui TNI untuk merangkul Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua.

“Saya percaya ini ide yang tidak populis dan akan menuai kontroversi publik. Namun jika kita lihat dari akar sejarah dan latar belakang munculnya KKB, seharusnya sejak lama negara bisa lebih wise menghadapi setiap gerakan perlawanan warga negaranya yang diakibatkan oleh kelalaian negara dimasa lalu,” ujar mantan wakil Gubernur Bengkulu ini.

Meskipun gerakan separatis tidak sepenuhnya disebabkan oleh kekecewaan sebagaian warga bangsa, jelas Sultan, di banyak negara, separatis yang terafiliasi dengan asing selalu sulit dan hampir tidak mungkin diselesaikan dengan opsi operasi militer. Kecuali akan menimbulkan kerugian materil dan korban jiwa dalam jangka panjang.

Baca Juga  Kondisi Jembatan Gantung Desa Selali Sangat Mengkhawatirkan

“Kita harus belajar dari timor-timur, dan kita hampir kehilangan Aceh jika tidak ada negosiasi intensif. Inilah saat yang tepat bagi pemerintah untuk meninjau kembali pilihan agresi militer yang justru menyebabkan banyak korban sipil dan militer berjatuhan,” tambahnya.

Karena menurut Sultan, KKB adalah gerilyawan yang tangguh, dan sangat menguasai medan setempat. Sehingga sulit rasanya bagi pihak keamanan untuk berkonfrontasi secara terbuka.

Oleh karena itu, demi keutuhan NKRI, kami mengajak semua elemen bangsa ini untuk melapangkan dada dan berbesar hati untuk memaafkan kesalahan sejarah ini. Realitas Konflik yang berpotensi pada disintegrasi bangsa harus kita akhiri secara adil dan ber-pri kemanusiaan.

Baca Juga  Sultan Sebut Satu dari Sembilan Sarjana Republik Indonesia Pengangguran

“Di era kolaborasi, konflik setajam apapun akan bisa diselesaikan dengan pendekatan persuasif, demikian juga dengan pendekatan hukum, sebaiknya kita dahulukan cara-cara yang restoratif. Mari kita berpikir jernih dan kendalikan amarah juga dendam lalu memaafkan mereka yang kita anggap salah,” ajak Sultan.

Meski demikian, Sultan meminta agar KASAD dan Polri agar lebih agresif dalam menertibkan pihak-pihak yang justru melakukan provokasi dan mensuplai senjata secara komersial kepada KKB.

“Jangan sampai konflik yang mengancam keutuhan ini hanya dijadikan lahan bisnis bagi oknum tertentu. Inilah masalah sesungguhnya yang menurut kami wajib diselesaikan oleh pemerintah melalui TNI dan Polri,” tutup Sultan.

Baca Juga  Jokowi Cabut Ratusan Izin Tambang, Sultan: Amanah Konstitusi dan Legacy Istimewa Presiden

Diketahui, Kepala Staf TNI AD (KSAD), Jenderal TNI Dudung Abdurachman, mengingatkan para prajurit yang bertugas di Papua agar menyayangi masyarakat setempat dan jangan pernah menyakiti hati masyarakat.

Menurut orang nomor satu di Angkatan Darat ini, orang-orang yang bergabung dalam KKB merupakan sebagian kecil masyarakat yang belum memiliki kesepahaman mengenai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Jangan sampai sedikit pun berpikiran bahwa KKB itu adalah musuh kita, mereka saudara kita yang belum paham tentang NKRI,” kata Dudung di Jayapura, Selasa (23/11). 

Share :

Baca Juga

Nasional

Deputi Bidang KS -PK BKKBN Apresiasi Komitmen Pemkot Bengkulu

Nasional

Satgas Yonif 115/ML dan Masyarakat Yambi Perbaiki Jalan Longsor

DPD RI

Perkuat Realisasi Serapan, PURT DPD RI Bahas Refocusing Anggaran

DPD RI

Sawit Direkomendasikan Jadi Tanaman Hutan, Sultan: Modus Legal Deforestasi

Nasional

20 Ribu PKL dan Warung Dapat BLT

Nasional

Percepat Laju Pertumbuhan Ekonomi, 15 Proyek Kegiatan Tahun 2023 Diakomodir

Nasional

Kemenparekraf Serahkan Bantuan DPUP ke 18 Desa Wisata di 11 Provinsi

Nasional

Senator Kepri Optimis dengan Potensi Devisa yang Besar dari Pelabuhan Besar di Batam