Home / DPD RI / Nasional

Jumat, 14 Januari 2022 - 08:22 WIB

Tuntut Hak Dikembalikan, Forum Nasabah Korban Jiwasraya Minta Bantuan LaNyalla

Jakarta – Forum Nasabah Korban Jiwasraya (FNKJ) mendatangi Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, untuk meminta bantuan menyelesaikan persoalan yang mereka hadapi di perusahaan asuransi pelat merah tersebut. 

Juru Bicara FNKJ, Ana R, menjelaskan para nasabah meminta agar hak mereka dikembalikan.

“Kami minta solusi terbaik dari DPD RI. Kami berharap sentuhan dari DPD RI, sehingga pemerintah bisa memberikan solusi terbaik bagi kami,” kata Ana saat audiensi di Rumah Dinas Ketua DPD RI, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (13/1/2022).

Pada kesempatan itu, Ketua DPD RI didampingi Senator Bustami Zainuddin (Lampung), Evi Apita Maya (NTB) dan aktivis Lieus Sungkharisma. Dari FNKJ hadir Sekjen FNKJ Latin dan sejumlah anggota FNKJ di antaranya Silvi Mediawati, Machril, Ana, Vero Retno Juwita, Iwan S Hadikusumo. Mereka hadir didampingi kuasa hukumnya yakni Defta Tieli Supratman, Boy Nababan dan Adithya Diar.

Baca Juga  Gubernur NTT Gagas Masuk Sekolah Jam 5 Pagi, Sultan: Terobosan Penting

Dikatakan Ana, saat ini ada 160 ribu nasabah yang menolak restrukturisasi dengan nilai nominal Rp437 miliar. 

“Kenapa kami menolak, karena ini uang keluarga yang kami simpan untuk berbagai macam kepentingan seperti pendidikan anak, tabungan hari tua dan berbagai hal lainnya,” terang Ana.

Sekjen FNKJ, Latin menjelaskan, saat ini yang menolak restrukturisasi hanya tersisa 2 persen saja. Sisanya, terpaksa menerima kebijakan restrukturisasi ini. 

“Restrukturisasi ini tak sesuai tujuan penyelamatan. Justru ternyata mematikan korporasi dan merugikan konsumen,” kata dia.

Baca Juga  Ketua DPD RI Berharap Pencak Silat Dikenalkan ke Generasi Muda

Dikatakan Latin, peristiwa ini sudah berjalan setahun lamanya. Mereka pun telah menemui beberapa pihak terkait baik di DPR RI maupun lingkar Istana Negara, namun tak kunjung menemukan solusi. 

“Mereka mematikan seluruh polis aktif per 30 Desember 2020. Konsekuensinya ada Rp59,7 triliun harus dibayar utang dalam tempo 30 hari. Lalu dipangkas melalui restrukturisasi ini,” katanya.

Yang menyedihkan, beberapa di antaranya ada nasabah dengan nominal yang cukup kecil dan terpaksa harus terkena restrukturisasi. Katanya, ada buruh swasta yang pensiunnya Rp200 ribu harus terkena restrukturisasi dan hanya menerima Rp80 ribu setiap bulannya. 

Latin berharap DPD RI mau memperjuangkan hak mereka yang terimbas dari restrukturisasi ini. 

Baca Juga  DPD RI Tawarkan Proposal Perbaikan Konstitusi untuk Pastikan Kedaulatan dan Kemakmuran Rakyat

“Kami berharap melalui DPD RI ada jalan keadilan bagi kami. Jiwasraya ini perusahaan BUMN tertua hasil akuisisi pada masa Hindia Belanda. Kami berharap diperjuangkan hak kami,” katanya.

Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menilai apa yang terjadi pada tubuh Jiwasraya secara jelas dan gamblang mematikan generasi masa depan. 

“Ini jelas mematikan generasi masa depan. Tidak bisa dibiarkan,” kata LaNyalla. Untuk menindaklanjutinya, LaNyalla meminta kepada jajarannya agar memberikan atensi serius terhadap persoalan ini.

“Harus diseriusi dan harus menjadi perhatian DPD RI. Kita akan panggil Jiwasraya. Nanti dibuatkan Pansus untuk menindaklanjuti persoalan ini,” kata LaNyalla. (rls)

Share :

Baca Juga

Nasional

Senggolan Motor Berujung Maut

Nasional

Rohidin: Peran Muhamadiyah Bangun Kemajuan Masyarakat Bengkulu

Nasional

Polda Kalteng Terima 3 Rekor Muri

Nasional

Bengkulu Siap Jadi Tuan Rumah Kemah Bela Negara Nasional 2022

Nasional

Ayo, Kicau Mania Ramaikan Lomba Burung Berkicau KNPI Kota Bengkulu
Timnas AMIN Dibentuk, PKS Yakin Dilibatkan

Nasional

Timnas AMIN Dibentuk, PKS Yakin Dilibatkan

Nasional

Sigap, Polisi Bubarkan Tawuran di Kota Bambu Utara Palmerah

Nasional

Pemerintah Tetapkan RON 90 Jadi BBM Khusus Gantikan RON 88