Home / Wisata

Sabtu, 23 September 2023 - 08:49 WIB

Wisatawan Dunia Mulai Intip Parapuar, Wisata Baru di Labuan Bajo

Poto: dok, Indonesia.go.id

Poto: dok, Indonesia.go.id

Kawasan Parapuar dibagi menjadi empat zona yang masing-masing menawarkan sensasi berbeda. Mulai dari zona budaya hingga zona alam liar (wild life district).

Destinasi Labuan Bajo yang Menggoda

Para wisatawan tentu telah mengenal Labuan Bajo, sebuah destinasi wisata yang berada di Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Di Labuan Bajo, wisatawan bisa menikmati panorama permukaan dan bawah laut yang eksotis.

Labuan Bajo Bukan Hanya Laut dan Pulau

Namun, destinasi wisata Labuan Bajo ternyata bukan hanya sajian destinasi keindahan laut sembari naik perahu Phinisi atau berwisata ke taman nasional Komodo, Pulau Rinca, dan Pulau Padar dengan panorama perbukitan dan pantai yang menawan.

Kawasan Parapuar:Destinasi Baru di Dekat Labuan Bajo

Pasalnya, di dekat Labuan Bajo, atau 10 menit perjalanan dengan kendaraan, kini wisatawan juga bisa menikmati destinasi baru bernama kawasan pariwisata Parapuar. Kawasan itu menjadi bagian dari Destinasi Pariwisata Superprioritas (DPSP) Labuan Bajo.

Proyek Strategis Nasional Bernilai Besar

Parapuar merupakan kawasan hutan yang dikelola oleh Kemenparekaraf melalui Badan Pelaksana Ororita Labuan Bajo Flores (BPOLB). Areal ini merupakan satu dari delapan proyek strategis nasional (PSN) yang akan diresmikan Presiden Joko Widodo dalam waktu dekat. Nilai proyek kawasan itu cukup besar, mencapai Rp2,8 triliun.

Baca Juga  Danau Poso: Mengungkap Keunikan dan Potensi Wisata Dunia

Peresmian Oleh Presiden Jokowi

Rencana peresmian itu juga telah terkonfirmasi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. “Presiden Jokowi direncanakan untuk meresmikan delapan PSN yang pembangunannya telah siap,” ujarnya, dalam acara Infrastructure Forum and Edutainment Expo di Jakarta, Rabu (13/9/2023).

Empat Zona Parapuar dengan Keunikan Masing-Masing

Kawasan Parapuar dibagi menjadi empat zona yang masing-masing menawarkan sensasi berbeda. Mulai dari zona budaya hingga zona alam liar (wild life district).

Pariwisata Berkelanjutan di Parapuar

Dalam satu kesempatan, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno ketika mengunjungi Parapuar menjelaskan, kawasan tersebut mengusung konsep pariwisata berkelanjutan. “Harapannya, kawasan ini menjadi tambahan akomodasi dan atraksi bagi wisatawan,” kata Sandiaga.

Arti Nama Parapuar

Baca Juga  Menparekraf Sandiaga Uno Mendorong Pemulihan Pariwisata di Kepulauan Riau Melalui Event Internasional

Tentu pembaca bertanya-tanya, apa arti Parapuar. Dalam bahasa Manggarai, NTT, parapuar mengandung arti ‘pintu gerbang yang mengarah ke hutan’. Atau berasal dari kata para yang berarti ‘pintu’ dan puar ‘hutan’.

Panorama Indah Dari Parapuar

Dari viewpoint Parapuar, wisatawan bisa menyaksikan panorama indah alam Labuan Bajo. Tampak gugusan pulau dan kapal wisata di perairan dari kejauhan. Demikian pula bentangan hutan yang seolah mengapit Kota Labuan Bajo.

Coffee Shop dan Kuliner Khas Manggarai

Dari sini juga terlihat di kejauhan landasan pacu pesawat di Bandara Komodo yang berada di arah utara Parapuar. Tentu di viewpoint Parapuar, wisatawan tidak hanya menyaksikan melihat keindahan alam. Sebab di lokasi itu tersedia pula coffee shop, berupa menjajakan kopi jenis arabika Manggarai dan kompiang, roti khas Manggarai.

Zona-Zona Di Parapuar

Dalam satu kesempatan lainnya, Direktur Utama BPOLBF Shana Fatina mengatakan, destinasi wisata Parapuar memiliki luas 400 ha dan terbagi dalam empat zona.

Zona Budaya

Pertama, zona budaya (culture district) seluas 114,73 ha/29 persen. Zona ini akan menampilkan keunikan dan keragaman budaya NTT.

Baca Juga  Tempat Wisata di Cianjur dengan Pesona Menakjubkan

Zona Rekreasi

Kedua, zona rekreasi (leisure district) seluas 63,59 ha. Pada zona ini ada atraksi hiburan dan rekreasi bagi para pengunjung untuk bersantai.

Zona Alam Liar

Ketiga, zona alam liar (wild life district) seluas 89,25 ha. Zona ini menonjolkan keragaman dan keunikan satwa liar yang ada di sekitar hutan kawasan Parapuar.

Zona Petualangan

Terakhir adalah zona pertualangan (adventure district) seluas 132,43 ha. Zona itu menawarkan pengalaman berpetualang bagi pengunjung dengan berbagai aktivitas menarik dan menantang. Salah satu fasilitas yang akan disediakan di zona ini adalah kereta gantung (cable car).

Lengkapi Wisata Labuan Bajo

Harapannya, keberadaan Parapuar menjadikan objek pariwisata di Labuan Bajo semakin lengkap. Wisatawan akan memperoleh beragam sajian wisata menarik selama berkunjung di kota wisata Labuan Bajo. Apalagi Parapuar juga menjadi etalase produk pariwisata dan ekonomi kreatif NTT.

Sumber: Indonesia.go.id

Share :

Baca Juga

Tempat Wisata Alam di Kalimantan Barat yang Sangat Populer

Wisata

Tempat Wisata Alam di Kalimantan Barat yang Sangat Populer
Desa Wisata Tebara: Menelusuri Kearifan Budaya Sumba

Wisata

Desa Wisata Tebara: Menelusuri Kearifan Budaya Sumba

Wisata

Pusentasi: Sumur Raksasa Alami di Pesisir Donggala Mengundang Pengunjung Dunia
Berwisata Malam Yogyakarta yang Hits dan Fakta Menariknya

Wisata

Berwisata Malam Yogyakarta yang Hits dan Fakta Menariknya

Wisata

Kembaran Danau Toba di Jayapura: Keajaiban Danau Sentani

Wisata

Ada Beberapa Wisata Alam Perkebunan Teh di Sumatera, Salah Satunya Perkebunan Teh Kabawetan Kepahiang, Bengkulu, Menyesal Jika Tidak di Kunjungi
3 Wisata Bersejarah di Bengkulu Wajib Dikunjungi

Wisata

3 Wisata Bersejarah di Bengkulu Wajib Dikunjungi

Wisata

Pantai Tapak Paderi: Pesona Surga Bahari di Kota Bengkulu