1 September 2025

Umrah: Ziarah Hati Menuju Rumah Allah, Ibadah Sepanjang Masa

0

Umrah: Ziarah Hati Menuju Rumah Allah, Ibadah Sepanjang Masa

a9bff128a5135b82aafd59bdcff97a90

Foto Dok: menara.baznas.go.id

Ri-media.idDi antara ibadah-ibadah yang menjadi dambaan umat Islam, umrah memiliki tempat tersendiri dalam hati kaum Muslimin. Dikenal sebagai haji kecil, umrah adalah perjalanan spiritual yang menyentuh kalbu dan mempererat hubungan hamba dengan Rabb-nya. Meskipun hukumnya sunnah muakkadah (sangat dianjurkan), bagi banyak orang, umrah menjadi cita-cita yang terus diupayakan, sebagai bekal iman dan harapan ridha Ilahi.

🌙 Umrah dalam Pandangan Islam

Secara bahasa, umrah berarti ziarah atau kunjungan. Sementara secara syariat, umrah adalah ibadah mengunjungi Baitullah (Ka’bah) dengan tata cara tertentu yang terdiri dari niat (ihram), tawaf, sai, dan tahallul.

Keistimewaan umrah disebut langsung dalam firman Allah:

📖 “Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah…”
(QS. Al-Baqarah: 196)

Ayat ini menjadi dasar utama bahwa umrah adalah ibadah yang disyariatkan. Meski tak memiliki waktu khusus sebagaimana haji, umrah dapat dilaksanakan kapan saja sepanjang tahun.

🕋 Jejak Sejarah Umrah Sejak Nabi Ibrahim

Ka’bah pertama kali dibangun oleh Nabi Ibrahim AS dan putranya, Nabi Ismail AS, atas perintah Allah SWT:

📖 “Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): ‘Ya Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.'”
(QS. Al-Baqarah: 127)

Setelah itu, masyarakat mulai melakukan ziarah ke Ka’bah, namun lambat laun terjadi penyimpangan, hingga ibadah ini tercampur dengan kemusyrikan. Nabi Muhammad SAW kemudian diutus untuk memurnikan kembali ajaran tauhid, termasuk menyempurnakan ibadah umrah.

Rasulullah sendiri pernah menunaikan umrah sebanyak empat kali, sebagaimana tercatat dalam hadits riwayat Imam Bukhari dan Muslim.

🕌 Syarat & Rukun Umrah

Agar umrah sah dan diterima, seorang Muslim harus memenuhi syarat dan rukun umrah, sebagaimana yang ditetapkan oleh syariat.

Syarat Umrah:

Islam – Ibadah ini hanya berlaku bagi orang yang beragama Islam.

Baligh – Sudah dewasa.

Berakal – Tidak dalam gangguan jiwa.

Merdeka – Bukan budak.

Mampu – Memiliki kemampuan fisik, finansial, dan pengetahuan yang cukup.

🕋 Rukun Umrah:

1. Ihram – Berniat dari miqat dan mengenakan pakaian ihram.

2. Tawaf – Mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali.

3. Sai – Berjalan antara bukit Shafa dan Marwah tujuh kali.

4. Tahallul – Memotong rambut sebagai tanda selesai dari ihram.

Rasulullah SAW bersabda:

📜 “Umrah ke umrah berikutnya adalah penghapus dosa di antara keduanya, dan haji yang mabrur tidak ada balasan baginya selain Surga.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

🌟 Lebih dari Sekadar Perjalanan

Umrah bukan sekadar perjalanan fisik. Ini adalah ziarah jiwa – menyucikan hati, memohon ampun, dan menguatkan niat untuk hidup dalam ketakwaan. Banyak yang kembali dari Tanah Suci dengan hati yang baru, hidup yang lebih bersih, dan semangat iman yang lebih kuat.

Di tengah tantangan hidup, umrah hadir sebagai pelipur lara dan harapan. Doa-doa yang diucapkan di depan Ka’bah adalah doa yang begitu dekat dengan langit, sebagaimana sabda Nabi:

📜 “Doa di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad tidak akan ditolak.”
(HR. Ahmad)

Penutup

Ibadah umrah adalah bentuk kasih sayang Allah bagi hamba-Nya yang rindu berjumpa dengan-Nya meski belum mampu berhaji. Umrah bukan hanya tentang pergi ke Tanah Suci, tetapi tentang kembali ke fitrah diri, mengosongkan hati dari dunia, dan mengisinya dengan cinta kepada Allah.

🔖 Catatan Tambahan:
Bagi Anda yang memiliki niat dan kemampuan, jangan tunda. Allah memanggil siapa pun yang Dia kehendaki untuk datang ke rumah-Nya. Semoga Allah memberi kita kesempatan dan kemampuan untuk menunaikan ibadah umrah dengan penuh keikhlasan dan penerimaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *