Lubuk hati manusia sering menjadi medan yang paling rawan dari segala penyakit batin. Salah satu yang paling berbahaya adalah hasad—penyakit hati yang berupa rasa dengki terhadap nikmat yang dimiliki orang lain. Al-Qur’an dan hadis Nabi ﷺ dengan tegas mengingatkan kita, bahwa hasad bukan hanya merugikan orang yang menjadi sasaran, melainkan juga menghancurkan diri si pendengki.
Hasad dalam Al-Qur’an
Allah SWT berfirman:
“Dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki.” (QS. Al-Falaq: 5)
Ayat ini menjadi doa perlindungan bagi kita semua, karena hasad dapat memicu kebencian, fitnah, bahkan permusuhan. Dalam surah An-Nisa ayat 54, Allah juga mengecam orang yang tidak rela melihat karunia Allah diberikan kepada orang lain. Artinya, hasad bukan sekadar rasa iri, tapi penolakan terhadap ketetapan Allah.
Sabda Rasulullah ﷺ
Rasulullah ﷺ mengingatkan dalam sebuah hadis:
“Waspadalah terhadap hasad, karena sesungguhnya hasad itu memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar.” (HR. Abu Dawud)
Pesan ini begitu jelas: amal shalih kita bisa hancur karena penyakit hati. Semua kebaikan yang kita kumpulkan dengan susah payah, bisa sirna hanya karena hati tidak ikhlas menerima ketentuan Allah.
Namun, Nabi ﷺ juga mengajarkan bahwa ada iri yang terpuji, yakni ghibthah: iri dalam kebaikan tanpa berharap nikmat orang lain hilang. Seperti iri kepada orang kaya yang dermawan, atau orang berilmu yang rajin mengajarkan ilmunya.
Pelajaran untuk Kita
Hasad tidak membawa kebaikan, justru menutup pintu rezeki dan keberkahan. Orang yang hatinya dipenuhi dengki akan gelisah, tidak tenang melihat keberhasilan saudaranya. Padahal, nikmat Allah tidak terbatas. Mengapa harus risau dengan nikmat orang lain, sementara Allah mampu melimpahkan kebaikan untuk siapa saja yang Ia kehendaki?
Maka, obat dari hasad adalah syukur dan doa kebaikan. Jika melihat saudara kita sukses, doakan ia agar keberkahannya bertambah, sambil berusaha memperbaiki diri. Dengan begitu, hati akan lapang dan hidup menjadi lebih damai.
Penutup
Catatan dakwah ini mengingatkan kita, bahwa hasad adalah musuh dalam selimut yang harus diwaspadai. Jangan sampai amal habis terbakar karena dengki. Jadikan hati kita bersih, penuh syukur, dan lapang menerima takdir Allah.
Sebagaimana doa dalam surah Al-Falaq, marilah kita berlindung kepada Allah:
“Dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki.”









