Israel Tak Pernah Henti Usik Gaza: Operasi Caplok Kota Gaza Dikecam Dunia
Israel Tak Pernah Henti Usik Gaza: Operasi Caplok Kota Gaza Dikecam Dunia

Kondisi Kota Gaza. (Foto Dok: detik)
Jakarta, ri-media.id– Israel kembali mempertontonkan arogansinya di tanah Palestina. Dengan dalih “operasi militer”, pasukan Zionis kini melancarkan serangan brutal untuk mencaplok Kota Gaza. Warga sipil yang sudah luluh-lantak akibat perang tak henti-henti, kembali menjadi korban atas nafsu pendudukan yang tak kunjung padam.
Militer Israel mengumumkan bahwa pasukannya telah menguasai pinggiran Kota Gaza. Lebih dari 60 ribu tentara cadangan dikerahkan demi melancarkan operasi darat. Brigjen Effie Defrin, juru bicara militer Israel, bahkan dengan pongah menyebut Hamas “babak belur”. Pernyataan ini hanya semakin menegaskan bahwa Israel bangga mengobrak-abrik Gaza tanpa peduli pada jutaan nyawa rakyat sipil. Dilangsir dari: detikcom
Hamas: Netanyahu Penghalang Perdamaian
Kelompok Hamas langsung bereaksi keras, menuding Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebagai biang gagalnya gencatan senjata yang sebelumnya dimediasi Qatar dan Mesir. Hamas menegaskan, tindakan Israel ini adalah pengabaian terang-terangan terhadap penderitaan hampir sejuta warga Gaza yang kini hidup dalam kelaparan, keterbatasan air, dan ancaman bom setiap saat.
Dunia Mulai Gerah
Kecaman deras pun datang dari dunia internasional.
Presiden Prancis Emmanuel Macron menyebut serangan Israel berpotensi memicu “bencana total”.
Pemerintah Jerman mempertanyakan apa manfaat operasi ini, selain memperpanjang penderitaan dan membuat negosiasi sandera makin buntu.
Menlu Yordania Ayman Safadi mengecam keras, menilai Israel telah “membunuh semua peluang perdamaian” sekaligus memperparah krisis kemanusiaan di Gaza.
Sekjen PBB Antonio Guterres mendesak agar segera dilakukan gencatan senjata, memperingatkan bahwa Gaza sudah berada di ambang kehancuran penuh.
Operasi dan Diplomasi yang Timpang
Di sisi lain, Netanyahu memerintahkan agar negosiasi pembebasan sandera dengan Hamas tetap berjalan beriringan. “Mengalahkan Hamas dan membebaskan sandera berjalan bersamaan,” kata Netanyahu. Namun publik internasional menilai langkah ini kontradiktif: bagaimana bisa berunding sambil terus membombardir?
Catatan
Operasi caplok Gaza adalah wajah asli penjajahan Israel yang terus mengusik Palestina. Dari tahun ke tahun, dalih keamanan hanya jadi topeng untuk memperluas pendudukan. Yang menjadi korban bukan Hamas, tetapi rakyat Gaza yang tak bersenjata. (red)
Editor: Redaksi