“Ketika Kematian Menjemput Sebelum Sholat: Siapa yang Akan Bertanggung Jawab?”
Ketika Kematian Menjemput Sebelum Sholat: Siapa yang Akan Bertanggung Jawab?”

Ilustrasi
“Aku masih ada waktu…”
Kalimat itu begitu sering terucap dalam hati,
Ketika azan memanggil, kita berkata:
“Nanti saja, sebentar lagi…”
Namun siapa yang bisa menjamin
bahwa nanti itu masih akan datang?
Setiap hari kita berlomba—mencari rezeki, mengejar dunia,
Tapi saat panggilan Allah datang,
kita sanggup menundanya.
Kita abaikan seruan yang lima kali sehari
padahal itu adalah titah langsung dari Sang Pencipta.
Bayangkan sejenak…
Waktu dzuhur telah tiba. Engkau berkata, “Nanti setelah makan.”
Ashar datang, engkau berkata, “Nanti setelah kerjaan selesai.”
Maghrib berlalu, engkau berkata, “Nanti setelah mandi.”
Isya menjelang, engkau berkata, “Nanti sebelum tidur.”
Lalu malam tiba, tubuhmu rebah,
dan tanpa sadar…
engkau tidak pernah bangun kembali.
Malaikat maut tidak pernah mengetuk pintu,
ia tidak menunggu hingga engkau selesai urusan dunia.
Ia datang atas perintah Rabb-mu,
tak peduli kau siap atau tidak.
Lalu… siapa yang akan bertanggung jawab atas kelalaianmu?
Adakah yang bisa menggantikan sholat yang kau tunda?
Bisakah ayah, ibu, pasangan, atau sahabat melaksanakan sholat yang kau lalaikan?
Tidak.
Sholat adalah tanggung jawab pribadi.
Dalam sebuah hadits Rasulullah ﷺ bersabda:
> “Perjanjian antara kami dan mereka (orang kafir) adalah sholat. Barang siapa meninggalkannya, maka dia telah kafir.”
(HR. Tirmidzi dan An-Nasa’i)
Dan Allah pun berfirman dalam Al-Qur’an:
> “Maka datanglah setelah mereka, pengganti (yang buruk) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya. Maka mereka kelak akan menemui kesesatan.”
(QS. Maryam: 59)
Betapa mahal harga sebuah sholat yang ditunda.
Bukan hanya soal waktu yang terlewat,
tapi soal amanah yang diabaikan,
dan kesempatan yang tidak akan pernah kembali.
Wahai diri…
Apa yang akan kau katakan di hadapan Allah kelak,
saat sholatmu kosong?
Saat buku amalmu tak mencatat sujudmu?
Saat pertanyaan pertama di hari perhitungan adalah tentang sholat,
dan kau tak punya jawaban?
Bangunlah, Sebelum Terlambat.
Sholat adalah cahaya.
Ia pelindung jiwa dan penuntun jalan menuju surga.
Setiap detik adalah kesempatan,
dan setiap kesempatan bisa jadi yang terakhir.
Jangan tunggu waktu luang,
Jangan tunggu hati tenang,
Jangan tunggu ajal menghampiri
untuk menyadari bahwa kau telah lalai.
Sholatlah sekarang.
Bukan karena engkau tidak sibuk,
tapi karena engkau takut mati dalam keadaan lupa pada Rabb-mu.
Ingatlah, kematian tidak pernah datang terlambat.
Tapi sering kali, kita yang terlalu menunda untuk taat.