Rejang Lebong, ri-media.id– Gema sorak sorai terdengar di Rejang Lebong saat Bupati H. Muhammad Fikri Thobari, SE, M.AP. resmi meluncurkan program “Bunga Desa” (Bupati Ngantor di Desa) pada Selasa, 2 September 2025. Kehadiran orang nomor satu di Rejang Lebong bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Baznas ini disambut gegap gempita masyarakat.
Program yang biasanya hanya terbayang di pusat pemerintahan, kini benar-benar dirasakan langsung oleh warga. Balai desa berubah menjadi “kantor bupati mini”, di mana pelayanan publik hadir tanpa harus ke kota.
“WA saya aktif 24 jam untuk warga, tapi bertemu langsung adalah kerinduan saya. Dengan cara ini, saya bisa mendengar langsung keluhan dan aspirasi masyarakat,” tegas Bupati Fikri, yang disambut tepuk tangan riuh masyarakat.
Antusiasme Masyarakat
Sejak pagi, ratusan warga tumpah ruah. Ada yang mengurus dokumen kependudukan, konsultasi soal pembangunan, hingga menyampaikan aspirasi tentang infrastruktur dan pendidikan. Anak-anak sekolah ikut menyambut dengan yel-yel, sementara ibu-ibu PKK menyiapkan suguhan khas. Suasana benar-benar seperti pesta rakyat.
Air Bening Jadi Lokasi Perdana
Peluncuran program ini dimulai di Air Bening, Kecamatan Bermani Ulu Raya. Kepala Desa Nusa Jaya Saputra mengaku bangga desanya dipercaya sebagai titik awal. “Baru kali ini desa kami didatangi langsung oleh bupati beserta rombongan besar. Harapan kami, program ini benar-benar membawa perubahan nyata,” ucapnya penuh haru.
Plt Camat Bermani Ulu Raya, Jauhari, juga menyebut program ini sebagai terobosan. “Biasanya rakyat yang datang ke kantor bupati, sekarang bupati yang datang ke rakyat. Inilah bentuk nyata pemerintahan yang hadir,” katanya.
Target 156 Desa
Program Bunga Desa tak berhenti di Air Bening. Pemkab Rejang Lebong menargetkan 156 desa dan kelurahan di 15 kecamatan akan mendapat kunjungan serupa. Setiap kunjungan bukan hanya pertemuan seremonial, melainkan ajang menyerap aspirasi dan memberikan solusi cepat.
Baznas pun turut hadir menyalurkan bantuan sosial. OPD yang terlibat membuka meja pelayanan, mulai dari administrasi kependudukan hingga konsultasi usaha kecil.
Suara Rakyat
“Baru kali ini terasa dekat dengan pemerintah. Kami bisa ngobrol langsung dengan bupati tanpa harus ke kota,” kata salah seorang warga.
“Sebagai pemuda, saya merasa didengar. Bisa langsung bicara dengan bupati memberi semangat baru bagi kami untuk membangun desa,” timpal pemuda setempat.
Catatan
Dengan sambutan meriah masyarakat, Bunga Desa bukan sekadar program turun ke lapangan. Ia adalah pesan kuat: pemerintah harus hadir, mendengar, dan bekerja di tengah rakyat.
Langkah perdana ini menjadi momentum besar menuju pemerataan pelayanan dan pembangunan di seluruh Rejang Lebong. (**)
Editor : Redaksi










