1 September 2025

Allah Tidak Pernah Salah: Bekal Hidup dan Motivasi di Tengah Ujian

0

Allah Tidak Pernah Salah: Bekal Hidup dan Motivasi di Tengah Ujian

IMG-20250726-WA0028

“Sesulit apapun jalannya, jangan berpikir untuk menyerah.”
Kata-kata ini sederhana, namun mengandung makna mendalam yang dapat menjadi pelita di tengah gelapnya ujian hidup. Setiap manusia pasti diuji. Baik dalam bentuk kesulitan rezeki, sakit, kehilangan, maupun kekecewaan terhadap kehidupan. Namun satu hal yang harus selalu kita tanamkan di hati: Allah tidak pernah salah.

Menerima Takdir dengan Lapang Hati

Setiap kejadian dalam hidup ini bukanlah kebetulan. Allah telah menulis takdir kita dengan penuh kebijaksanaan. Meskipun terkadang kita tidak mengerti maksud-Nya saat ini, yakinlah bahwa tidak ada satu pun yang terjadi tanpa seizin-Nya dan tanpa tujuan baik di baliknya.

> “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”
(QS. Al-Baqarah: 216)
Ayat ini mengajarkan kita untuk tidak menilai segala sesuatu hanya dari sudut pandang manusia yang terbatas. Mungkin kita melihat suatu musibah sebagai kesengsaraan, padahal bisa jadi itu adalah jalan Allah untuk menjadikan kita pribadi yang lebih kuat, lebih sabar, atau bahkan lebih dekat dengan-Nya.

Ujian Tidak Pernah Salah Alamat

Banyak orang bertanya, “Mengapa aku yang diuji seperti ini?” Padahal, setiap ujian telah Allah ukur sesuai dengan kemampuan hamba-Nya.

> “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”
(QS. Al-Baqarah: 286)

Artinya, ujian yang datang kepada kita bukanlah karena Allah ingin menyakiti, melainkan karena Allah tahu kita mampu melewatinya. Dan lebih dari itu, mungkin Allah sedang ingin meninggikan derajat kita di sisi-Nya.

Jangan Benci Kenyataan, Ajari Hati untuk Bersabar

Kebencian terhadap kenyataan hanya akan membuat hati gelap dan menjauhkan kita dari hikmah yang ada di balik ujian. Sebaliknya, belajarlah untuk bersabar, karena sabar adalah kunci utama dari keberhasilan dan keselamatan dunia akhirat.

> Rasulullahbersabda:
“Sungguh menakjubkan urusan orang yang beriman, seluruh urusannya adalah baik. Jika ia mendapatkan kesenangan, ia bersyukur, maka itu baik baginya. Jika ia ditimpa kesulitan, ia bersabar, maka itu pun baik baginya.”
(HR. Muslim)

Sabar bukan berarti pasrah tanpa usaha. Tapi sabar berarti tetap tegar dalam berusaha, berserah diri kepada ketentuan Allah, dan tidak mengeluh berlebihan yang mengarah pada ketidakridhaan kepada takdir.

Jadikan Ujian Sebagai Jalan untuk Dekat kepada Allah

Seringkali, ujian justru membuat kita lebih sering berdoa, lebih khusyuk dalam ibadah, dan lebih ikhlas dalam menjalani hidup. Maka, jadikan kesulitan sebagai sarana untuk kembali kepada-Nya.

> “Dan apabila Aku memberikan cobaan kepada hamba-Ku dengan kedua matanya lalu ia bersabar, maka Aku akan menggantikannya dengan surga.”
(HR. Bukhari)

Penutup: Allah Tidak Pernah Salah

Kita bisa salah menilai, salah memilih, bahkan salah melangkah. Tapi Allah tidak pernah salah dalam menulis takdir. Setiap air mata, setiap luka, setiap rasa sakit, semua akan ada jawabannya di waktu yang tepat. Tugas kita adalah percaya, bersabar, dan terus memperbaiki diri.

“Ajari hati untuk bersabar menerima keadaan tanpa membenci kenyataan.”
Karena setiap kejadian sudah ditetapkan oleh Dzat Yang Maha Mengetahui segala yang terbaik untuk hamba-Nya.

Semoga tulisan ini menjadi penguat hati dan pengingat, bahwa sesulit apapun jalan hidup ini, Allah selalu bersama kita.

> “Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.”
(QS. Al-Insyirah: 6)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *