Masyarakat, TNI, dan Polri Bahu-Membahu Menyisir Sungai Air Duku
Rejang Lebong, ri-media.id – 17 Oktober 2025. Upaya mengantisipasi dan mengatasi luapan banjir yang selama ini kerap menimpa daerah sisi aliran Sungai Air Duku, Bupati Rejang Lebong H.M. Fikri Thobari, S.E., M.A.P. mengambil langkah sigap dengan memimpin langsung aksi gotong royong massal bersama warga, aparat TNI/Polri, serta unsur pemerintahan daerah. Kampanye kebersihan sungai dan normalisasi aliran sungai menjadi fokus utama selama kegiatan yang berlangsung selama tiga hari (16–18 Oktober 2025).
Titik-Titik Prioritas Gotong Royong
Gotong royong difokuskan di beberapa titik rawan bencana banjir, yaitu:
Kelurahan Jalan Baru dan Talang Benih di Kecamatan Curup
Kelurahan Dusun Curup dan Desa Batu Dewa di Kecamatan Curup Utara
Di lokasi-lokasi tersebut, warga bersama TNI/Polri membersihkan sampah, menormalisasi aliran sungai, serta memperkuat bantaran sungai agar teguh menghadapi tekanan air saat musim hujan. Untuk mempercepat proses, Pemkab menerjunkan alat berat seperti ekskavator untuk mengeruk lumpur dan sedimen yang menyebabkan pendangkalan, serta menggunakan mobil pengangkut sampah untuk memindahkan hasil pengerukan.
Bupati Turun Langsung: Simbol Kepedulian dan Aksi Nyata
Bupati Fikri secara langsung turut bergotong royong bersama warga dan aparat. Ia menegaskan bahwa gelaran aksi ini bukan sekadar simbol, melainkan langkah awal dari rangkaian program jangka panjang untuk menjadikan kawasan bantaran sungai bebas dari luapan air mendadak. “Alhamdulillah, respon masyarakat sangat baik. Saya turun bersama warga dan TNI/Polri bergotong royong menormalisasi aliran sungai… ini adalah langkah awal penanganan banjir secara berkelanjutan,” ucapnya.
Menurut Bupati, keberhasilan penanganan banjir mendesak untuk disikapi bersama agar kelak luapan tidak lagi merusak rumah warga atau mengancam keselamatan masyarakat.
Kolaborasi Tanpa Sektoral
Kegiatan ini melibatkan berbagai elemen lintas sektor:
Pemerintah kabupaten melalui OPD terkait
TNI/Polri serta aparat keamanan setempat
Masyarakat dan relawan lokal
Pemerintah kecamatan dan kelurahan di cakupan wilayah terdampak
Plt. Asisten I Setdakab Rejang Lebong, Bobby Harpa Santana, S.STPM., M.Si., menekankan bahwa kolaborasi lintas elemen penting agar aksi menjadi efektif dan berkelanjutan. Ia juga mengajak warga untuk menjaga sungai agar tidak tersumbat oleh sampah, karena ucapnya: “Tanpa kolaborasi, cita-cita mewujudkan Rejang Lebong bersih dan bebas banjir akan berat dilaksanakan.”
Camat Curup Utara, Popo Hartopo, S.Sos., menyatakan bahwa kehadiran bupati turut membangkitkan semangat warga. Ia menegaskan bahwa gotong royong semacam ini akan dijadikan agenda rutin agar wilayah tetap tertata dengan baik dan mitigasi banjir makin kuat.
Di sisi lain, warga seperti M. Azhari dari Kelurahan Dusun Curup menyampaikan apresiasi atas respons cepat pemerintah. Ia berharap pembangunan bronjong di titik-titik kritis bisa menjadi mitigasi tetap agar luapan air tidak menjebol ke permukiman.
Dukungan Penuh Pemerintah
Kegiatan gotong royong ini dilengkapi dukungan penuh dari OPD (Organisasi Perangkat Daerah) Rejang Lebong. Beberapa pejabat yang ikut hadir ialah:
Camat Curup Kota, R. Gunawan Wibisono, S.STP.
Kepala BPBD, M. Budiyanto, S.T., M.T.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Asli Samin, S.Kep., M.Kes.
Plt. Kepala Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang), Hary Eko Purnomo, S.T., M.T.
Kehadiran mereka menjadi sinyal kuat bahwa Pemkab secara institusional mendukung penuh langkah-langkah mitigasi banjir dan upaya menjaga kebersihan lingkungan.
Menatap Ke Depan: Strategi Jangka Panjang
Sebagai tindak lanjut aksi lapangan, Pemkab menyiapkan strategi jangka panjang agar wilayah sungai tidak kembali menghadapi kondisi rawan banjir. Fokusnya antara lain:
1. Penataan bantaran sungai dengan bronjong, tanggul, dan material penahan longsor
2. Normalisasi saluran air dan drainase untuk mengurangi hambatan arus
3. Edukasi masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai
4. Program penghijauan hulu sungai agar daerah tangkapan air tetap stabil
5. Monitoring rutin dan pemeliharaan berkelanjutan
Melalui langkah-langkah itu, diharapkan Rejang Lebong perlahan terbebas dari ancaman banjir musiman. (**)
Editor: Redaksi










