Rejang Lebong, ri-media.id – Dukungan terhadap rencana pembangunan Rumah Sakit Tipe B di wilayah Lembak terus mengalir dari berbagai kalangan. Mulai dari hasil reses anggota DPRD Kabupaten Rejang Lebong, aspirasi masyarakat, hingga pernyataan resmi dari Ormas Lembak Bersatu, semuanya sepakat bahwa rumah sakit di wilayah selatan Rejang Lebong sudah menjadi kebutuhan mendesak.

Dalam kegiatan reses beberapa waktu lalu, Destiasyah, anggota DPRD Kabupaten Rejang Lebong dari Dapil III, menerima banyak masukan dari masyarakat terkait kebutuhan fasilitas kesehatan yang memadai di wilayah Lembak. Ia menyampaikan, mayoritas warga Lembak yang membutuhkan pengobatan terpaksa dirujuk ke rumah sakit di Kota Lubuklinggau karena jarak tempuh ke Curup yang mencapai dua setengah hingga tiga jam.

“Hampir seluruh warga Lembak jika ingin berobat, harus ke Lubuklinggau karena lebih dekat dan aksesnya lebih mudah. Sementara ke Curup terlalu jauh, apalagi jika ada pasien dalam kondisi darurat,” ungkap Destiasyah, Senin (27/10/2025).

Ia menambahkan, kapasitas rumah sakit di Lubuklinggau kini semakin terbatas karena juga melayani masyarakat dari Musi Rawas, Muratara, Lintang Empat Lawang, dan daerah lainnya. “Kondisi ini membuat banyak warga harus menunggu lama untuk mendapatkan pelayanan medis. Karena itu, wilayah Lembak perlu memiliki rumah sakit sendiri, minimal tipe B,” tegasnya.

Destiasyah menyebut, aspirasi ini juga telah disampaikan kepada H. Eko Kurnia Ningsih, anggota DPR RI yang merupakan mitra kerja Kementerian Kesehatan, dalam kunjungan kerja di Kecamatan Padang Ulak Tanding (PUT). Pertemuan itu turut dihadiri perwakilan dari Kementerian Kesehatan RI, Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Rejang Lebong.

“Momentum itu kami manfaatkan untuk menyampaikan langsung kebutuhan masyarakat Lembak kepada pihak Kemenkes. Harapannya, rencana pembangunan rumah sakit tipe B ini mendapat dukungan dari pusat,” ujarnya.

Dukungan terhadap langkah DPRD tersebut juga datang dari berbagai lapisan masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan. Ormas Lembak Bersatu, melalui Ketua Hariannya Arman Suri, menyatakan pihaknya siap mendukung dan mengawal penuh langkah DPRD dalam memperjuangkan pembangunan rumah sakit tersebut.

“Kami dari Lembak Bersatu memberikan apresiasi atas langkah dan perhatian DPRD terhadap aspirasi masyarakat. Ini perjuangan yang harus disatukan karena menyangkut kebutuhan dasar, yakni pelayanan kesehatan,” ujar Arman Suri.Rabu, 29/20/25 kepada ri-media.id.

Menurutnya, keberadaan rumah sakit di wilayah Lembak akan memberikan dampak luas bagi masyarakat, baik dari sisi kesehatan maupun ekonomi. “Jika rumah sakit ini terwujud, masyarakat tidak perlu lagi jauh-jauh berobat ke luar daerah. Selain itu, akan membuka lapangan kerja baru dan menghidupkan perekonomian lokal,” jelasnya.

Arman menambahkan, Lembak Bersatu juga telah berkoordinasi dengan tokoh adat, pemuda, dan kepala desa di wilayah Lembak untuk menyatukan dukungan agar pembangunan rumah sakit tipe B ini benar-benar terealisasi.

“Ini bukan hanya keinginan segelintir orang, tetapi kebutuhan seluruh masyarakat Lembak. Kami akan terus mengawal perjuangan ini bersama DPRD dan pemerintah daerah hingga terealisasi,” tegasnya.

Dukungan dari DPRD, masyarakat, hingga ormas menandakan bahwa pembangunan rumah sakit tipe B di Lembak merupakan aspirasi bersama. Dengan sinergi seluruh elemen, diharapkan pemerintah daerah dan pusat dapat menindaklanjuti kebutuhan tersebut agar segera terealisasi demi pemerataan pelayanan kesehatan di wilayah Rejang Lebong bagian selatan. (Dn)

Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *