Rejang Lebong, ri-media.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok dan memastikan keterjangkauan pangan bagi masyarakat. Melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM), Pemkab menggelar kegiatan pasar murah di 15 kecamatan secara bergilir, bekerja sama dengan Bulog serta sejumlah distributor pangan.

Kepala Bagian Ekonomi Setdakab Rejang Lebong, Sofan Wahyudi, SE, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah sekaligus menekan laju inflasi daerah. Dalam setiap kegiatan GPM, pemerintah menghadirkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dari harga pasar.

“Kegiatan ini digelar setiap minggu di satu kecamatan. Sampai saat ini, sudah berjalan di beberapa lokasi, seperti Kecamatan Bermani Ulu Raya, Curup Timur, dan Curup Utara. Antusiasme masyarakat sangat tinggi karena harga yang ditawarkan jauh lebih terjangkau,” ujar Sofan.

Komoditas yang dijual di antaranya beras SPHP, minyak goreng, telur, gula pasir, dan sayuran segar, yang semuanya diperoleh masyarakat dengan harga distributor. Hal ini diharapkan dapat membantu menstabilkan harga, terutama ketika terjadi kenaikan mendadak pada komoditas tertentu.

Sofan menegaskan, GPM bukanlah untuk menggantikan fungsi pasar, melainkan sebagai langkah penyeimbang agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. “Kami ingin memastikan masyarakat kecil tetap bisa membeli kebutuhan pokok dengan harga yang bersahabat,” tambahnya.

Program Nasional, Dampak Lokal

Gerakan Pangan Murah sendiri merupakan program nasional yang digagas oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas), kemudian diteruskan oleh pemerintah daerah agar manfaatnya dapat langsung dirasakan di tingkat kecamatan hingga desa. Tujuan utama program ini adalah menjaga pasokan, mengendalikan inflasi, serta memastikan akses pangan terjamin di seluruh lapisan masyarakat.

Selain menekan harga, pelaksanaan GPM juga berdampak positif pada daya beli masyarakat dan mendorong roda perekonomian lokal tetap berputar. “Ini bagian dari kontribusi nyata pemerintah daerah dalam mendukung ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan,” tegas Sofan.

Jadwal GPM di 15 Kecamatan

Pelaksanaan GPM dilakukan secara terjadwal di seluruh kecamatan, dimulai pukul 08.00 WIB hingga persediaan habis. Berikut jadwal lengkapnya:

1. Bermani Ulu Raya – 19 September 2025

2. Curup Timur – 23 September 2025

3. Curup Utara – 30 September 2025

4. Curup Selatan – 7 Oktober 2025

5. Curup – 14 Oktober 2025

6. Curup Tengah – 21 Oktober 2025

7. Selupu Rejang – 28 Oktober 2025

8. Sindang Kelingi – 4 November 2025

9. Bermani Ulu – 11 November 2025

10. PUT – 18 November 2025

11. Binduriang – 25 November 2025

12. Sindang Beliti Ilir (SBI) – 2 Desember 2025

13. Sindang Beliti Ulu (SBU) – 8 Desember 2025

14. Kota Padang – 11 Desember 2025

15. Sindang Dataran – 16 Desember 2025

Masyarakat Diminta Manfaatkan Kesempatan

Pemkab Rejang Lebong melalui Bagian Ekonomi juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan momentum GPM ini sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan. Kehadiran masyarakat di setiap titik kegiatan akan semakin memperkuat peran program dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan.

Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, Pemkab Rejang Lebong optimistis Gerakan Pangan Murah dapat menjadi solusi nyata dalam menekan inflasi, memperkuat daya beli, sekaligus menjaga ketahanan pangan di daerah. (**)

Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *