Rejang Lebong, RI-Media.id – Bencana angin puting beliung menerjang Desa Sumber Urip, Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong, Sabtu (4/4/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Peristiwa ini mengakibatkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan.
Berdasarkan data sementara pemerintah desa, tercatat 33 rumah terdampak. Dari jumlah tersebut, 15 rumah mengalami rusak berat, sementara 18 lainnya rusak ringan. Selain itu, satu unit warung milik warga juga turut terdampak akibat terpaan angin kencang.
Kerusakan didominasi pada bagian atap rumah yang beterbangan serta beberapa dinding yang roboh. Hingga keesokan harinya, puing-puing bangunan masih tampak berserakan di sejumlah titik permukiman warga.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Rejang Lebong, Hendri, bersama Ketua DPRD Rejang Lebong, Juliansyah Yayan, turun langsung ke lokasi pada Minggu (5/4/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi warga serta percepatan penanganan pascabencana.
Dalam kesempatan itu, pemerintah daerah menyalurkan bantuan awal berupa kasur, terpal, dan bahan kebutuhan pokok bagi warga terdampak.
Plt Bupati Hendri menyampaikan bahwa pemerintah daerah saat ini masih melakukan pendataan lanjutan guna mengetahui tingkat kerusakan secara rinci serta kebutuhan bantuan selanjutnya.
Pendataan melibatkan sejumlah instansi terkait, seperti Dinas Sosial, BPBD, dan Baznas, agar penyaluran bantuan dapat tepat sasaran.
Pemerintah kecamatan juga diminta terus memantau kondisi di lapangan, termasuk memastikan fasilitas umum seperti jaringan listrik dan akses jalan tetap berfungsi dengan baik.
Kepala Desa Sumber Urip, Sri Wahyudi, menyebut peristiwa kali ini merupakan salah satu yang terparah dalam beberapa tahun terakhir.
Menurutnya, wilayah tersebut memang kerap dilanda angin kencang, namun dampak kejadian kali ini lebih besar dibandingkan peristiwa serupa pada tahun 2025 lalu.
Saat ini, warga mulai bergotong royong membersihkan puing-puing bangunan sambil menunggu proses perbaikan rumah. Pemerintah desa juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mempercepat penanganan pascabencana. (Dn)










