“RSUD Curup Digeledah! Kejari Buru Dokumen Dugaan Skandal Korupsi Makanan Pasien”
“RSUD Curup Digeledah! Kejari Buru Dokumen Skandal Korupsi Makanan Pasien”

Foto Dok: mediabengkulu
Rejang Lebong, ri-media.id – Bau busuk dugaan korupsi kembali tercium dari tubuh pelayanan publik. Kali ini, RSUD Curup menjadi sorotan tajam setelah Kejaksaan Negeri (Kejari) Curup melakukan penggeledahan besar-besaran pada Selasa (26/8/2025). Penggeledahan ini terkait dugaan skandal pengadaan makanan dan minuman pasien serta non-pasien tahun anggaran 2022–2023 yang diduga merugikan negara hingga Rp 2,3 miliar.
Tim penyidik Kejari Curup dipimpin langsung oleh Kasi Pidsus, Hironimus Tafonaua, bersama Kasi Intelijen, Hendra Mubarok, serta sejumlah penyidik. Mereka memburu dokumen penting yang diyakini menjadi jejak transaksi haram di balik proyek yang seharusnya menyangkut hajat hidup pasien rumah sakit.
Jejak Korupsi Mengerikan
Hironimus Tafonaua menegaskan, korupsi ini tidak main-main. Tahun 2022 diduga terdapat mark-up senilai Rp 1 miliar, dan pada 2023 kembali membengkak dengan dugaan kerugian Rp 1,3 miliar.
“Tim kejaksaan berhasil menemukan sejumlah dokumen penting yang memperkuat dugaan adanya praktik korupsi dalam pengadaan makanan dan minuman RSUD Curup,” tegas Hironimus di sela penggeledahan. Dilangsir dari Mediabengkulu
Padahal, proyek ini menyangkut hak dasar pasien—makanan dan gizi. Jika benar terbukti, maka tindakan ini tidak hanya merampok uang negara, tetapi juga merampas hak pasien yang sedang berjuang untuk sembuh.
Penyidikan Intensif, Puluhan Saksi Diperiksa
Sementara itu, Kasi Intelijen, Hendra Mubarok, mengungkapkan bahwa kasus ini sudah naik ke tahap penyidikan sejak 5 Agustus 2025. Hingga kini, setidaknya 46 saksi telah diperiksa, baik dari pihak manajemen RSUD maupun pihak luar.
“Kasus ini sudah masuk penyidikan, dan kami akan terus mengembangkan untuk menemukan siapa saja pihak yang paling bertanggung jawab,” kata Hendra.
Komitmen Bongkar Aktor Utama
Kejari Curup menegaskan tak akan main-main dengan perkara ini. Kasus dugaan korupsi di RSUD Curup diyakini akan menyeret lebih dari satu aktor. Publik kini menunggu: apakah hanya pegawai kecil yang dikorbankan, atau justru ada nama besar di balik skandal ini?
Kasus ini semakin menguatkan dugaan bahwa korupsi di sektor kesehatan ibarat penyakit kronis. Padahal, rumah sakit seharusnya menjadi tempat penyembuhan, bukan ladang bancakan anggaran. (Ys)
Editor: Redaksi