Siap Wujudkan Guru Digital Rejang Lebong Menuju Indonesia Emas 2045

Jakarta, ri-media.id – Wakil Bupati Rejang Lebong, Dr. H. Hendri Praja, S.STP., M.Si., menghadiri Forum Rapat Koordinasi Nasional Program Kerja Sama Bidang Pendidikan bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek), Kamis (16/10/2025), di Gedung Kemendikti Saintek, Jakarta.

Kegiatan strategis ini diikuti oleh sejumlah kepala daerah, perwakilan kementerian, serta pengurus Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) dan Yayasan Adiluhung Nusantara (YPAN). Acara dimulai pukul 09.00 WIB dan berlangsung penuh antusiasme, menyoroti pentingnya kolaborasi pusat dan daerah dalam transformasi pendidikan nasional.

Arah Baru Pendidikan Menuju Indonesia Emas

Dalam sambutannya, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Brian Yuliarto, menekankan pentingnya inovasi dan digitalisasi dalam proses pendidikan saat ini. Ia menyoroti tantangan besar di masa depan yang menuntut guru untuk adaptif dan kreatif dalam pembelajaran digital.

“Indonesia menuju 2045 membutuhkan SDM unggul yang hanya bisa dicapai melalui pendidikan berkualitas. Guru adalah ujung tombak perubahan. Mereka harus kita siapkan, bukan hanya cakap mengajar, tapi juga melek teknologi,” ujar Prof. Brian di hadapan peserta forum.

Forum ini membahas sejumlah program unggulan nasional yang akan disinergikan dengan pemerintah daerah, antara lain:

Program Joyful Learning untuk guru PAUD dan TK

Smart Teaching & Numerasi Bersama Sekolah

Professional English Training bagi guru dan ASN

Pelatihan AI & Coding untuk Dunia Pendidikan

Coding for Novice Educators (khusus guru SD dan SMP)

Pengembangan media pembelajaran berbasis digital

Peningkatan kompetensi guru inklusif untuk pendidikan berkeadilan

Rejang Lebong Siap Jadi Daerah Percontohan

Wabup Hendri menilai forum ini sangat penting sebagai titik temu antara kebijakan pusat dan kesiapan daerah. Ia menyambut baik program-program yang diusung dan menyatakan kesiapan Kabupaten Rejang Lebong untuk menjadi bagian dari transformasi pendidikan tersebut.

“Pendidikan adalah fondasi kemajuan daerah. Kita tidak bisa hanya bertumpu pada metode konvensional. Dunia berubah cepat, dan guru-guru kita harus dibekali dengan keterampilan digital, literasi baru, dan pendekatan pembelajaran yang relevan,” ujar Hendri saat ditemui usai forum.

Lebih lanjut, Hendri menyatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti hasil forum ini dengan menyusun rencana aksi bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Rejang Lebong.

“Kami akan petakan kebutuhan pelatihan guru, sarana prasarana, dan bentuk kerja sama teknis yang bisa segera diterapkan. Kami ingin Rejang Lebong menjadi pelopor pendidikan digital di Provinsi Bengkulu,” tegasnya.

Komitmen Daerah untuk SDM Unggul

Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Rejang Lebong, Drs. Zakaria, M.Pd., yang turut hadir mendampingi Wabup Hendri, juga menegaskan dukungan penuh terhadap implementasi program pendidikan digital. Ia menilai pendekatan terintegrasi antara pusat dan daerah menjadi kunci suksesnya transformasi pendidikan.

“Pemerintah pusat memberikan arah dan fasilitas. Pemerintah daerah yang akan mengeksekusi. Dengan sinergi ini, guru-guru kita akan lebih siap menghadapi tantangan zaman,” ucap Zakaria.

Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong juga akan membuka ruang kolaborasi dengan instansi pendidikan tinggi, lembaga pelatihan, dan dunia usaha agar program-program ini berkelanjutan.

Mendorong Akses Bantuan dan Program Nasional

Forum ini juga menjadi ajang koordinasi awal dalam menyusun langkah-langkah untuk mendapatkan dukungan teknis dan anggaran dari pemerintah pusat. Pemerintah daerah diundang untuk menyampaikan usulan program berbasis kebutuhan lokal yang nantinya dapat difasilitasi oleh Kemendikti Saintek.

“Melalui forum ini, kita tidak hanya berdiskusi. Kita juga membuka akses untuk bantuan, pelatihan, bahkan alokasi program pendidikan yang lebih besar ke daerah,” jelas perwakilan YPAN, salah satu mitra pelaksana program pendidikan digital.

Menuju 2045: Pendidikan sebagai Pilar Pembangunan

Partisipasi aktif Kabupaten Rejang Lebong dalam forum ini mencerminkan komitmen nyata daerah dalam mendukung visi besar Indonesia Emas 2045. Dengan menyiapkan SDM pendidik yang adaptif dan inovatif, Rejang Lebong menargetkan kualitas pendidikan yang inklusif, modern, dan berbasis teknologi.

“Langkah ini bukan akhir, tapi awal dari kerja keras kita membangun pendidikan yang unggul dan relevan. Guru yang hebat akan mencetak generasi emas. Itulah investasi terbesar kita hari ini,” pungkasnya. (**)

Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *