Indonesia, ri-media.id – Masyarakat diminta semakin berhati-hati terhadap berbagai modus penipuan digital yang kini semakin canggih. Pelaku kejahatan siber diduga mulai memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk memperdaya korban melalui pesan singkat maupun media sosial.

Salah satu modus yang beredar adalah peretasan akun WhatsApp. Setelah nomor berhasil diambil alih, pelaku kemudian mengirim pesan kepada kontak korban dengan berbagai alasan, seperti meminjam uang secara mendesak atau mengirim undangan pernikahan online yang meminta penerima membuka file dan menginstal aplikasi tertentu.

Pesan yang dikirim biasanya terlihat meyakinkan karena menggunakan bahasa yang rapi dan seolah-olah benar berasal dari pemilik nomor. Hal ini membuat sebagian orang tidak curiga dan langsung menuruti permintaan pelaku.

Dengan bantuan teknologi AI, pelaku bahkan dapat menyusun pesan yang tampak alami, sopan, dan mudah dipercaya. Karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya jika menerima pesan yang meminta pinjaman uang atau meminta membuka file tertentu.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menghindari penipuan digital antara lain:

Jangan langsung percaya pada pesan yang meminta pinjaman uang.

Pastikan terlebih dahulu dengan menelpon langsung orang yang bersangkutan.

Jangan membuka file atau tautan yang mencurigakan.

Hindari menginstal aplikasi dari sumber yang tidak jelas.

Aktifkan verifikasi dua langkah pada aplikasi WhatsApp.

Perkembangan teknologi memang memberikan banyak kemudahan, namun juga dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan kejahatan digital. Karena itu, kewaspadaan masyarakat menjadi kunci utama agar tidak menjadi korban penipuan. (Dn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *