Rejang Lebong, ri-media.id – Hujan deras yang mengguyur sejak dini hari membuat Sungai Air Duku kembali meluap dan merendam pemukiman warga di Kecamatan Curup dan Curup Utara, Minggu (28/9). Sedikitnya 70 rumah, puluhan hektare sawah, hingga sebuah masjid terendam banjir. Akses jalan lintas provinsi Curup–Lebong pun sempat lumpuh total.

Di tengah kondisi darurat, Bupati Rejang Lebong HM Fikri Thobari bersama Wakil Bupati Hendri Praja langsung turun ke lokasi banjir. Dengan sepatu bot, keduanya menyusuri genangan air untuk melihat kondisi warga secara langsung.

“Ini darurat. Saya minta OPD bergerak cepat membantu masyarakat. Jangan tunggu lama, semua harus sigap!” tegas Bupati Fikri.

Tak hanya itu, Bupati juga menegaskan pentingnya solusi jangka panjang. Ia telah memerintahkan Dinas PU dan BPBD untuk segera menyusun kajian teknis detail agar penanganan banjir tidak hanya sebatas darurat, tetapi juga menyentuh akar persoalan seperti sedimentasi drainase, kapasitas saluran air, dan tingginya curah hujan.

Dalam akun Facebook pribadinya, Bupati Fikri menuliskan pesan menyejukkan sekaligus instruksi tegas:

“Semoga keluarga kita yang ditimpa bencana ini selalu diberikan kesabaran dan kekuatan. Kami sudah instruksikan dinas/badan terkait agar segera melakukan kajian teknis, mengambil langkah jangka pendek, menengah, dan jangka panjang. Tapi yang terpenting adalah langkah jangka pendek untuk mengurangi debit air, sehingga air tidak lagi menggenangi pemukiman warga. Mohon doanya, supaya bencana ini bisa cepat berlalu.”

Wakil Bupati Hendri Praja menambahkan, pemerintah daerah hadir bukan sekadar meninjau, tetapi memastikan warga mendapatkan bantuan dan perlindungan. “Kita tidak boleh hanya reaktif, tapi juga preventif. Solusi jangka panjang harus segera dijalankan,” tegasnya.

Kehadiran langsung Bupati dan Wabup di tengah masyarakat memberi semangat tersendiri. Warga menilai pemerintah benar-benar peduli dan hadir di saat sulit.

“Alhamdulillah, kami lega Bupati dan Wakil Bupati datang langsung. Kami merasa diperhatikan dan tidak sendiri,” ujar Siti, salah seorang warga terdampak banjir.

Dengan instruksi tegas dan kepedulian nyata, Pemkab Rejang Lebong menegaskan komitmennya: pemerintah hadir untuk rakyat, dan rakyat tidak dibiarkan berjuang sendiri menghadapi bencana. (Dn)

Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *