Rejang Lebong, ri-media.id – 25 September 2025, Kebanggaan menyelimuti Rumah Dinas Bupati ketika kontingen karate Kabupaten Rejang Lebong disambut meriah setelah pulang sebagai juara umum dalam Kejuaraan Daerah (Kejurda) Rafflesia Karate Open Competition (RKOC) 2025 di Kota Bengkulu. Atlet-atlet FORKI Rejang Lebong menunjukkan performa gemilang, memborong 74 medali yang terdiri dari prestasi emas, perak, hingga perunggu.
Kejutan Gemilang: 74 Medali dari 52 Atlet
Dari total 52 atlet yang diterjunkan, para pegiat karate Rejang Lebong berhasil menunjukkan taring mereka. Rincian perolehan medali adalah sebagai berikut:
Kelas Open: 20 emas, 18 perak, dan 26 perunggu
Kelas Festival: 30 emas dan 11 perak
Kombinasi prestasi di kedua kelas tersebut menempatkan Rejang Lebong sebagai salah satu kontingen dengan koleksi medali terbanyak di ajang bergengsi tingkat provinsi Bengkulu, yang digelar di GOR Sawah Lebar pada 19–21 September 2025.
Sambutan Penuh Kehangatan dari Pemerintah Daerah
Setibanya di Rejang Lebong, para atlet disambut langsung oleh Bupati H. Muhammad Fikri Thobari, SE., M.AP., didampingi Wakil Bupati, Ketua DPRD, serta jajaran Forkopimda. Bupati menyampaikan apresiasi tinggi dan memberi penghargaan atas kerja keras tim karate.
> “Ini capaian yang sangat luar biasa. Atas nama pribadi dan pemerintah daerah, saya mengucapkan terima kasih kepada atlet, pelatih, dan pengurus FORKI yang telah mengharumkan nama Kabupaten Rejang Lebong,” ujar Bupati Fikri.
Lebih jauh, Bupati Fikri menekankan bahwa keberhasilan ini harus menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan olahraga daerah — tidak hanya menjadi euforia sesaat, melainkan fondasi untuk prestasi berkelanjutan.
Rencana Pengembangan: Dojo dan Fasilitas Latihan
Ketua Umum FORKI Rejang Lebong, Letkol Arh M. Erfan Yuli Saputro, turut menyampaikan ambisi untuk memajukan pembinaan karate dengan memperbaiki sarana-prasarana. Ia menyebutkan bahwa dalam waktu dekat akan diresmikan Dojo Lemkari Kodim sebagai fasilitas latihan permanen.
Dengan adanya dojo tersebut, diharapkan para atlet tidak lagi tergantung pada tempat latihan seadanya, melainkan punya ruang latihan resmi yang memadai, sehingga bisa terus mengasah teknik, stamina, dan mental.
Lebih dari Medali: Filosofi, Disiplin, dan Karakter
Prestasi olahraga tidak sekadar soal jumlah medali, melainkan tentang pembentukan karakter. Bagi banyak atlet karate Rejang Lebong, perjalanan menuju podium tidak lepas dari keringat, pengorbanan, dan penolakan terhadap kemalasan.
Setiap senam pemanasan, setiap serangan dan pertahanan yang dipraktekkan berulang-ulang, adalah bentuk pendidikan karakter: kegigihan, kerja keras, etos disiplin, serta keberanian untuk menghadapi tekanan.
Keberhasilan mereka memberikan teladan bagi generasi muda Rejang Lebong: bahwa dari daerah pun bisa lahir atlet-atlet kelas nasional, asalkan dibina dengan sungguh-sungguh, diberi dukungan, dan diyakini mampu.
Tantangan dan Harapan ke Depan
Meskipun telah menikmati euforia kemenangan, jalan ke depan masih penuh tantangan. Agar prestasi ini tidak berhenti di sini, diperlukan evaluasi mendalam terhadap pembinaan teknik, penguatan mental juara, serta kontinuitas latihan.
Pemerintah daerah dan FORKI Rejang Lebong diberi tugas berat: menjaga momentum ini agar tidak terhenti. Fasilitas olahraga harus ditingkatkan, dukungan anggaran diperkuat, dan pembinaan usia dini mesti menjadi prioritas.
Jika semua elemen — atlet, pelatih, pengurus, pemerintah, dan masyarakat — bergerak serempak, bukan tidak mungkin Rejang Lebong akan menjadi basis pencetak juara karate tidak hanya di tingkat provinsi, tetapi juga di tingkat nasional, bahkan internasional. (**)
Editor: Redaksi







