Lubuklinggau, ri-media.id – Kejanggalan proyek pembangunan kembali mencuat di Kota Lubuklinggau. Gapura yang disebut-sebut menelan anggaran hampir Rp200 juta dan baru dibangun sekitar satu bulan, roboh setelah diduga hanya disenggol mobil pengangkut kerupuk di Jalan Kenanga II Lintas.
Peristiwa ini langsung menyulut kemarahan publik. Pasalnya, bangunan yang seharusnya menjadi simbol kawasan dan dibiayai dari uang rakyat, justru ambruk akibat benturan kendaraan ringan. Kondisi ini dinilai jauh dari kata wajar dan mencederai akal sehat masyarakat.
“Ini gapura atau properti mainan? Baru sebulan, disenggol mobil kecil langsung roboh,” tulis salah satu warganet dengan nada sindiran tajam.
Dari foto-foto yang beredar luas, rangka gapura tampak menggunakan besi kopong dan material yang dinilai minim kekuatan.
Pemandangan ini menimbulkan tanda tanya besar: apakah spesifikasi proyek benar-benar sesuai anggaran ratusan juta rupiah?
Sementara itu, Lurah Batu Urip, Dicky Zulkarnain, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut gapura roboh setelah tersenggol truk bermuatan kerupuk dan mengaku menyayangkan insiden itu.
“Gapuranya baru dipasang. Tujuannya agar kendaraan besar yang melebihi tonase dan ketinggian tidak melintas lagi,” ujarnya, Dikutip dari Detik.com
Kejadian tersebut juga memantik publik. Jika gapura itu ditujukan sebagai pembatas kendaraan besar, mengapa konstruksinya tampak rapuh dan mudah runtuh?
Dicky menambahkan, penanganan insiden akan ditindaklanjuti oleh Satlantas Polres Lubuklinggau bersama Pemkot Lubuklinggau, termasuk meminta pertanggungjawaban dari pihak angkutan.
“Kita akan minta pertanggungjawaban, baik secara administrasi maupun perdata,” katanya.
Meski demikian, masyarakat menilai persoalan ini tidak bisa berhenti pada sopir atau kendaraan semata. Sorotan tajam justru mengarah pada kualitas proyek, pengawasan, serta peran kontraktor dan pihak terkait.
Kasus robohnya gapura ini dinilai bukan sekadar kecelakaan, melainkan alarm keras atas kualitas pembangunan infrastruktur di Lubuklinggau.
Publik pun mendesak:
Audit menyeluruh proyek gapura
Pembukaan RAB dan spesifikasi material secara transparan
Pemeriksaan kontraktor dan pejabat teknis terkait
Bagi warga, satu pertanyaan kini menggema dengan nada curiga:
jika gapura Rp200 juta saja bisa roboh hanya disenggol mobil ringan, bagaimana nasib bangunan lain yang dibangun dari uang rakyat? (Dn)










