Jakarta, ri-media.id – 17 Agustus 2025 | Halaman Istana Merdeka Jakarta pagi itu menjadi saksi sejarah baru. Sejak dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto memimpin langsung Upacara Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80.

Sebagai seorang mantan prajurit Kopassus yang ditempa disiplin dan keberanian, Prabowo tampil penuh wibawa. Gerak langkahnya tegas, sikap tubuhnya tegap, dan tatapan matanya menunjukkan keteguhan seorang ksatria. Prabowo seakan menghidupkan kembali semangat militer yang selama puluhan tahun melekat pada dirinya.

Cium Sang Merah Putih

Momen sakral terjadi ketika Bendera Merah Putih akan dikibarkan oleh Tim Paskibraka “Indonesia Berdaulat”. Dengan penuh khidmat, Prabowo menerima bendera, lalu mencium Sang Merah Putih sebelum menyerahkannya kepada pembawa baki, Bianca Alessia Christabella Lantang asal Sulawesi Utara.
Adegan itu sontak mengundang haru. Banyak yang menilai ciuman itu bukan sekadar simbol penghormatan, melainkan wujud cinta tanah air seorang prajurit yang pernah mengabdikan hidupnya di medan operasi.

Pakaian Adat, Aura Pejuang

Prabowo hadir mengenakan pakaian adat nasional berwarna krem, dipadu dengan selendang songket marun emas dan peci hitam. Meski berseragam adat, aura militer tetap tampak dari cara berdiri dan gesturnya. Disiplin yang ia pelajari sebagai komandan di Kopassus terasa menyatu dalam setiap detail gerakan selama upacara.

Upacara Penuh Khidmat

Dentuman meriam dari Monas dan sirene panjang menandai dimulainya upacara. Rangkaian prosesi berlangsung khidmat: penghormatan bendera, pembacaan teks Proklamasi, mengheningkan cipta, hingga doa yang dipimpin Menteri Agama.
Ketika pasukan Paskibraka mengibarkan Merah Putih, Presiden Prabowo berdiri tegak memberi penghormatan. Raut wajahnya serius, penuh kebanggaan. Bagi Prabowo, bendera itu adalah simbol darah dan nyawa para pejuang bangsa yang gugur di medan pertempuran.

Tema dan Pesan Kebangsaan

Upacara HUT RI tahun ini mengusung tema “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”. Tema ini seakan selaras dengan perjalanan hidup Prabowo sebagai mantan perwira elit Kopassus: persatuan, kedaulatan, dan kesejahteraan rakyat menjadi harga mati yang harus diperjuangkan.

Hormati Para Pemimpin Bangsa

Seusai prosesi, Prabowo memberi hormat kepada mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Joko Widodo. Tindakan sederhana itu bermakna besar: simbol penghormatan antar pemimpin, sekaligus kesinambungan estafet kepemimpinan bangsa.

Rakyat Turut Merayakan

Tidak hanya di Istana, HUT RI ke-80 juga dimeriahkan dengan pawai karnaval, pesta rakyat, hingga atraksi budaya yang melibatkan masyarakat di kawasan Monas, Jalan Thamrin-Sudirman, hingga Semanggi. Suasana meriah berpadu dengan rasa bangga menyaksikan kepemimpinan baru bangsa.

Prabowo, Dari Kopassus ke Istana Merdeka

Kehadiran Prabowo sebagai Presiden sekaligus pemimpin upacara kenegaraan menjadi babak baru dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. Dari seorang komandan Kopassus yang dikenal disiplin, keras, dan berani, kini ia berdiri di panggung tertinggi republik.
Namun satu hal yang tak pernah berubah: sikap ksatria dan penghormatannya pada Sang Merah Putih. Ciuman pada bendera saat upacara bukanlah formalitas, tetapi refleksi perjalanan seorang prajurit yang mengabdikan hidupnya untuk negara. (Rd)

📰 RI-Media.id – Repoeblik Indonesia Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *