Empat Lawang, ri-media.id – Jalan lintas utama Sumatera Selatan yang menjadi penghubung antara Kabupaten Empat Lawang dan Kota Pagar Alam amblas dan putus total setelah diguyur hujan deras berjam-jam sejak Senin (20/10/2025) malam. Titik kerusakan terjadi tepat di kawasan perbatasan Desa Seleman, Kecamatan Muara Pinang, Kabupaten Empat Lawang, menuju wilayah Jarai, Kota Pagar Alam.

Kondisi jalan ambruk itu membuat akses transportasi antarwilayah lumpuh total, baik kendaraan pribadi maupun angkutan logistik. Pengguna jalan terpaksa memutar arah mencari jalur alternatif yang lebih aman.

Menurut laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, panjang badan jalan yang amblas mencapai sekitar 25 meter dengan lebar 8 meter, tepat di atas saluran air yang tak mampu menahan derasnya arus hujan. Debit air yang tinggi menggerus pondasi bawah jalan hingga akhirnya runtuh dan membentuk jurang besar.

Kasat Lantas Polres Empat Lawang, AKP Kukuh Fefriyanto, membenarkan bahwa jalur tersebut kini tidak bisa dilalui sama sekali. Namun, jalur alternatif sementara dapat ditempuh melalui Desa Sapa Panjang menuju Desa Sawah di Kecamatan Muara Pinang. Meski demikian, jalur itu hanya memungkinkan bagi kendaraan kecil karena kondisi tanah masih licin dan rawan longsor.

“Kami sudah pasang tanda dan menutup akses jalan utama. Pengendara diimbau tidak memaksa melintas, karena struktur tanah di sekitar titik longsor masih labil,” ujar AKP Kukuh Fefriyanto saat dikonfirmasi. Dilangsir dari detik.com

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, menegaskan bahwa penyebab utama longsor adalah cuaca ekstrem dengan intensitas hujan yang sangat tinggi selama beberapa hari terakhir. Tanah di sekitar jalan yang mulai jenuh oleh air membuat pondasi jalan tidak lagi mampu menahan tekanan air dari bawah.

Hingga Rabu (22/10), petugas gabungan dari BPBD, Dinas PU, dan Polres Empat Lawang masih melakukan pemantauan dan pembersihan awal di sekitar lokasi. Pemerintah daerah juga telah melaporkan kejadian ini ke Pemerintah Provinsi Sumsel untuk segera dilakukan penanganan darurat dan pembangunan jembatan sementara.

Warga di sekitar lokasi berharap agar perbaikan segera dilakukan, mengingat jalan ini merupakan jalur vital lintas Sumatera Selatan yang menghubungkan berbagai kabupaten di wilayah barat dengan Kota Pagar Alam. (Naimi)

Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *