1 September 2025

KPK Gandeng Pandji: Lawan Korupsi Bisa Lewat Tawa

0

KPK Gandeng Pandji: Lawan Korupsi Bisa Lewat Tawa

IMG-20250827-WA0000

Foto Tangkapan Layar

Jakarta, ri-media.id – Melawan korupsi tidak melulu dengan ruang sidang dan laporan hukum. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencoba jalur baru yang lebih kreatif: edukasi lewat seni komedi.

Senin (25/8), KPK meluncurkan program “Biasakan yang Benar (BYB) x Mens Rea” di Gedung Merah Putih, Jakarta. Lewat kolaborasi bersama komika Pandji Pragiwaksono, pesan antikorupsi dikemas ringan, jenaka, tapi tetap menggedor kesadaran publik.

Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK, Amir Arief, menegaskan bahwa pendekatan ini penting agar pesan antikorupsi bisa menjangkau lebih luas.

“Komedi dapat menyampaikan kritik sosial dan politik dengan cara yang menghibur, tapi tetap mengena. Harapannya, masyarakat terbiasa melakukan yang benar, bukan membenarkan yang sudah biasa,” tegas Amir. Dilangsir dari kpk.go.id

Tawa Sebagai Medium Edukasi

Pandji lewat pertunjukan Mens Rea mengangkat tema hukum dan politik, dengan materi 85 persen menyorot isu antikorupsi. Pertunjukan ini akan digelar di Indonesia Arena, Senayan, pada 30 Agustus 2025, dengan target 10 ribu penonton.

“Tujuannya bukan sekadar tertawa. Komedi bisa menyentuh keresahan masyarakat, membuat kita lebih waspada dalam berperan sebagai bagian dari demokrasi. Edukasi bisa menyenangkan tapi tetap menyadarkan,” ujar Pandji.

Pertunjukan Mens Rea juga menjadi penutup tur 11 kota di Indonesia, membawa pesan bahwa edukasi publik dapat hadir dalam bentuk hiburan, tanpa kehilangan makna.

Kolaborasi Antikorupsi

KPK menyiapkan booth edukasi di sekitar lokasi acara agar masyarakat bisa lebih dekat dengan nilai integritas. Kolaborasi dengan komunitas kreatif menjadi bukti bahwa perang melawan korupsi bisa dilakukan di berbagai jalur, termasuk lewat seni dan humor.

Pesan: Perang melawan korupsi bukan hanya urusan KPK, tapi tanggung jawab kolektif seluruh bangsa. Edukasi, hiburan, dan kolaborasi bisa menjadi senjata efektif untuk membangun budaya antikorupsi sejak dari hal kecil. (**)

Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *