Kepahiang, RI-Media.id – Suasana penuh kebersamaan dan rasa syukur menyelimuti Desa Bumi Sari, Kecamatan Ujan Mas, Kabupaten Kepahiang, provinsi Bengkulu saat masyarakat menggelar tradisi Sedekah Bumi ke-95 pada 12 Agustus 2025. Kegiatan tahunan yang telah menjadi warisan budaya ini berlangsung meriah dengan antusiasme tinggi dari seluruh lapisan masyarakat.
Sedekah Bumi merupakan ungkapan rasa syukur kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rezeki dan hasil bumi yang dinikmati masyarakat.Mayoritas warga Desa Bumi Sari menggantungkan hidup dari sektor pertanian, mulai dari kopi, padi, palawija, hingga berbagai komoditas perkebunan lainnya yang menjadi penopang perekonomian desa.
Rangkaian acara diawali dengan prosesi Sedekah Bumi dan dilanjutkan dengan Kedurei Agung, kemudian ditutup dengan pertunjukan wayang kulit semalam suntuk yang menjadi hiburan sekaligus pelestarian budaya. Selain itu, masyarakat juga disuguhkan berbagai kegiatan seperti karnaval, pentas seni, serta pertunjukan budaya yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Kepala Desa Bumi Sari bersama Ketua TP PKK menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh warga yang telah bergotong royong sehingga rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik, aman, dan lancar. Menurutnya, keberhasilan acara ini merupakan bukti kuatnya semangat kebersamaan dan kekompakan masyarakat dalam menjaga tradisi yang telah diwariskan turun-temurun.
Pemerintah desa juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung berbagai program pembangunan, baik di bidang infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, maupun pelestarian adat dan budaya sebagai bagian dari upaya memajukan Desa Bumi Sari.
Acara tersebut turut dihadiri anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Edwar, unsur BPD, ketua adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, cerdik pandai, serta seluruh lapisan masyarakat yang ikut memeriahkan perayaan.
Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengaku bangga atas suksesnya pelaksanaan Sedekah Bumi tahun ini. Ia berharap tradisi tersebut terus dilestarikan sebagai simbol persatuan, rasa syukur, dan identitas budaya masyarakat Desa Bumi Sari.
Dengan semangat gotong royong dan kebersamaan yang terus terjaga, perayaan Sedekah Bumi ke-95 menjadi bukti bahwa budaya lokal tetap hidup di tengah perkembangan zaman, sekaligus menjadi momentum mempererat tali silaturahmi antarwarga. ( Yesman)










