Jakarta, Ri-media.id – 6 Mei 2026 – Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, Sultan Bachtiar Najamudin, menegaskan komitmen kuat untuk memperjuangkan peningkatan jumlah penerima Program Indonesia Pintar (PIP) di seluruh Indonesia, khususnya Provinsi Bengkulu. Tak hanya bicara angka, Sultan juga mengingatkan keras agar proses rekrutmen penerima dilakukan secara bersih, transparan, dan bebas pungutan liar.

Dalam periode 2025–2026, penyaluran PIP melalui jalur aspirasi DPD RI telah menjangkau 4.000 siswa di Bengkulu dengan total bantuan mencapai Rp3,2 miliar. Rinciannya:

2.228 siswa SD menerima lebih dari Rp1 miliar

940 siswa SMP menerima Rp705 juta

416 siswa SMA menerima Rp748,8 juta

416 siswa SMK menerima Rp748,8 juta

“Kita proyeksikan ada tambahan kuota untuk Bengkulu, baik secara global maupun melalui kanal aspirasi DPD RI,” tegas Sultan di Jakarta.

Warning Keras: Jangan Ada Pungli!

Sultan menekankan bahwa keberhasilan program ini tidak boleh dirusak oleh praktik kotor di lapangan. Ia meminta semua pihak menjaga integritas proses dari pengusulan hingga pencairan dana.

“Jangan ada pungutan liar dengan dalih apa pun. Jika ada indikasi, segera laporkan. Kita harus jaga agar bantuan ini benar-benar sampai ke siswa yang berhak,” tegasnya lantang.

Fokus Pendidikan Dasar hingga Vokasi

Dominasi penerima dari jenjang SD menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memperkuat fondasi pendidikan sejak dini. Menurut Sultan, akses pendidikan dasar yang terjamin akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas SDM Bengkulu ke depan.

Di sisi lain:

•Jenjang SMP menjadi perhatian karena rawan putus sekolah akibat faktor ekonomi dan jarak.
•SMA difokuskan untuk menjaga konsistensi siswa hingga lulus dan siap ke perguruan tinggi.
•SMK diarahkan mencetak tenaga kerja terampil yang siap bersaing di dunia kerja lokal maupun nasional.

“PIP bukan sekadar bantuan tunai. Ini bukti nyata kehadiran negara agar tidak ada anak Bengkulu yang putus sekolah,” ujarnya.

Pendaftaran Dibuka, Masyarakat Diminta Aktif

Program – Program Indonesia Pintar kembali dibuka. Masyarakat diminta proaktif mendaftarkan siswa yang memenuhi kriteria, khususnya dari keluarga miskin dan rentan miskin yang terdata dalam sistem nasional.

Pengusulan dilakukan melalui verifikasi sekolah, dengan data yang harus sinkron dengan basis data resmi seperti Dapodik dan DTSEN. Peran pemerintah daerah dan orang tua juga dinilai krusial dalam memastikan data akurat serta penggunaan dana tepat sasaran.

Target Besar: Nol Putus Sekolah!

Sultan menegaskan, PIP adalah bagian dari agenda besar pemerintah pusat untuk menghadirkan pendidikan yang adil dan merata.

“Kami ingin memastikan tidak ada satu pun anak Bengkulu yang berhenti sekolah hanya karena biaya. PIP harus tepat sasaran dan benar-benar menyentuh yang membutuhkan,” tutupnya. (Rd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *