Rejang Lebong, Ri-media.id – Semangat membangun dan meningkatkan kesejahteraan petani ditunjukkan oleh kelompok tani di Desa Bangun Jaya, Kecamatan Bermani Ulu Raya, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu. Melalui pembangunan jaringan irigasi tersier, para petani berupaya memperkuat sarana pengairan demi mendukung kelancaran kegiatan pertanian masyarakat.

Pembangunan ini menjadi langkah penting dalam menjawab kebutuhan petani terhadap ketersediaan air yang memadai. Bagi masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor pertanian, irigasi bukan sekadar saluran air, melainkan salah satu penopang keberhasilan musim tanam dan peningkatan hasil panen.

Berdasarkan papan informasi di lokasi, kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi Tahun Anggaran 2026 dari Kementerian Pertanian, melalui Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian serta Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian Kelas I Palembang.

Dalam papan informasi tercantum Kelompok Tani Sejahtera sebagai pelaksana kegiatan, dengan sumber pendanaan APBN Tahun Anggaran 2026 melalui Satker BPLIP Kelas I Palembang. Nilai kegiatan tercatat sebesar Rp100.000.000, dengan jadwal pelaksanaan mulai 3 Agustus hingga 30 November 2026.

Pada Kamis (22/10/2026), tim redaksi RI-MEDIA.ID meninjau langsung lokasi pembangunan. Berdasarkan pantauan di lapangan, pengerjaan saluran utama telah dimulai dan dilanjutkan pada saluran cabang yang direncanakan untuk menyalurkan air menuju petak-petak persawahan warga.

Kelompok Tani Tunjukkan Semangat Membangun

Keterlibatan kelompok tani dalam pembangunan infrastruktur pertanian patut mendapat apresiasi. Petani tidak hanya menjadi penerima manfaat program, tetapi juga memiliki peran penting dalam mendukung pelaksanaan pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan lahan pertanian mereka.

Informasi awal di lapangan juga menyebut Kelompok Tani Jaya turut terlibat dalam pembangunan jaringan irigasi di wilayah Desa Bangun Jaya. Adapun rincian pembagian pekerjaan dan bentuk keterlibatan masing-masing kelompok masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut.

Salah satu ketua kelompok tani penerima bantuan menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian pemerintah terhadap kebutuhan pengairan sawah masyarakat.

“Selama ini kami sering menghadapi kesulitan pengairan untuk persawahan. Distribusi air ke lahan pertanian terkadang tidak merata sehingga menghambat kegiatan bercocok tanam. Kami berterima kasih kepada pemerintah daerah maupun pemerintah pusat yang telah memperhatikan kebutuhan petani,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut menggambarkan besarnya harapan petani terhadap pembangunan irigasi yang sedang berjalan. Dengan adanya fasilitas ini, mereka berharap pengairan sawah menjadi lebih lancar, distribusi air semakin merata, dan kegiatan bercocok tanam dapat dilaksanakan secara lebih terencana.

Irigasi Menjadi Harapan bagi Masa Depan Pertanian

Pembangunan jaringan irigasi tersier memiliki arti penting bagi keberlangsungan usaha tani. Ketersediaan air yang lebih teratur dapat membantu petani mengelola lahan, menentukan waktu tanam, serta mengurangi kendala pengairan yang selama ini dihadapi.

Semangat kelompok tani dalam mendukung pembangunan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dari tingkat desa. Sebab, kemajuan pertanian tidak hanya bergantung pada luas lahan, tetapi juga pada tersedianya infrastruktur pendukung dan kerja sama antara petani, pemerintah, serta pihak terkait.

Meski demikian, manfaat pembangunan akan sangat ditentukan oleh kualitas pekerjaan, kesesuaian dengan perencanaan, dan pemeliharaan setelah saluran selesai dibangun. Karena itu, partisipasi kelompok tani dalam menjaga dan merawat fasilitas irigasi menjadi hal yang tidak kalah penting.

Kelompok tani di Desa Bangun Jaya diharapkan terus menjaga semangat kebersamaan agar infrastruktur yang dibangun dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Dengan pengelolaan yang baik, jaringan irigasi tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi petani dan mendukung peningkatan produktivitas pertanian desa. (Yesman).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *