Oleh: Deni Irwansyah
Tidak sedikit program pemerintah yang lahir dengan niat baik, namun kehilangan arah ketika sampai di lapangan.harapan kita bersama hal tersebut tidak terjadi pada program sinergi Koperasi Desa Merah Putih dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Bagi saya, program ini merupakan salah satu langkah besar pemerintah dalam memperkuat ekonomi desa berbasis potensi lokal. Jika dijalankan secara profesional, transparan, dan mendapat pengawasan yang super ekstra, bukan tidak mungkin desa akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia.
Selama ini desa memiliki hasil pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, hingga produk UMKM yang luar biasa. Sayangnya, banyak potensi tersebut belum mampu memberikan kesejahteraan maksimal karena lemahnya tata kelola, akses pasar, dan permodalan.
Di sinilah peran Koperasi Merah Putih dan BUMDes menjadi sangat penting. Keduanya tidak boleh berjalan sendiri-sendiri, apalagi saling bersaing. Sebaliknya, keduanya harus saling menguatkan. BUMDes dapat mengelola potensi usaha desa, sementara koperasi menjadi wadah masyarakat untuk memperkuat produksi, distribusi, hingga pemasaran hasil usaha.
Namun sebesar apa pun harapan itu, semuanya akan sia-sia jika pengawasan lemah.
Saya meyakini, keberhasilan program ini bukan hanya ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi oleh kejujuran para pengelola dan keberanian semua pihak untuk mengawasi setiap prosesnya. Setiap rupiah yang berasal dari negara adalah amanah rakyat yang harus dipertanggungjawabkan.
Pengawasan tidak cukup hanya dilakukan oleh pemerintah. Masyarakat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), pendamping desa, media, aparat penegak hukum, hingga tokoh masyarakat harus bersama-sama mengawal agar program ini benar-benar memberikan manfaat bagi warga, bukan hanya menjadi laporan yang indah di atas kertas.
Saya membayangkan suatu hari nanti seorang petani tidak lagi dipermainkan tengkulak karena hasil panennya diserap dengan harga yang layak. Seorang ibu pelaku UMKM mampu memperluas usahanya karena mendapat dukungan koperasi. Pemuda desa tidak lagi meninggalkan kampung halaman untuk mencari pekerjaan karena lapangan kerja telah tumbuh dari desanya sendiri.
Bukankah itu cita-cita yang selama ini kita impikan?
Indonesia dibangun dari ribuan desa. Jika ekonomi desa kuat, maka ekonomi bangsa pun akan kokoh. Karena itu, sinergi Koperasi Merah Putih dan BUMDes bukan sekadar program pemerintah, melainkan harapan jutaan masyarakat desa untuk memperoleh kehidupan yang lebih sejahtera.
Mari kita kawal bersama. Jangan biarkan program yang begitu baik ini ternoda oleh kepentingan pribadi, penyalahgunaan wewenang, atau lemahnya pengawasan. Sebab ketika desa maju, bukan hanya masyarakat desa yang merasakan manfaatnya, tetapi seluruh Indonesia akan ikut berdiri lebih kuat.
Harapan masyarakat desa sangat sederhana: mereka tidak meminta untuk diperkaya, mereka hanya ingin diberi kesempatan untuk hidup lebih baik melalui kerja keras yang jujur. Sudah menjadi tanggung jawab kita semua untuk memastikan harapan itu tidak pernah dikhianati.









